AN NURIYAH
TAUHID
Tauhid memegang peranan penting dalam tiap pembahasan ibadah dan
akhlak ummat Islam. Dengan kata lain,
tauhid menjadi pondasi dari kedua pembahasan tersebut, sangat penting nya
sehingga Allah SWT menjadikan pahala satu kali membaca surah Al Ikhlas sama
dengan pahala telah membaca sepertiga Al Qur'an. Lalu mampukah menghitung
pahala ?
Huruf yang dihitung Allah SWT yang maha pemurah (Al Karim) bahwa
alif - lam - mim adalah tiga huruf. Jika membacanya tanpa berwudhu' satu huruf
dengan nilai keberkahan (kebaikan) adalah sepuluh (10) kebaikan, bukan hitungan
angka, bukan hitungan logaritma, bukan hitungan aritmatika. Sedangkan apabila
membaca alif - lam - mim dalam keadaan berwudhu' , nilai satu huruf alif
berbobot dua puluh lima (25) anugerah kebaikan. Lebih mulia lagi ketika membaca satu huruf Al
Qur'an dalam shalat nilai kebaikan adalah alif berbobot lima puluh (50)
kebaikan.
Masih lagi ditambah dengan rahmah, maghfirah, kebahagiaan surga
yang Allah SWT segerakan di dunia (jannah mu'ajjalah). Di dunia, mereka yang
benar-benar ma'rifat tauhidullah akan mendapatkan balasan - balasan di dunia
berupa disenangi oleh orang lain, dimurahkan rezeki, dicintai oleh keluarga. Kecuali
itu, tauhid ma'rifaturruh adalah pahala (tsawab) yang tidak terbatas pahalanya.
Dalam hal ini, telah berkata tuan gurunda mulia imam Ibnu Athaillah : Jika engkau merasakan kebaikan yang dirasakan di dunia, itu bagian tanda - tanda dari diterimanya (qabul) amal. Gurunda mulia menyebutkan tsamrah (buah) dari kebaikan yang akan diperoleh di dunia dan di akhirat. Apakah manfaat tauhid ? Manfaat tauhid yang paling nyata adalah potensi hurriyah (kemerdekaan atau kebebasan). Konsekuensi dari kebebasan adalah pertanggungjawaban. Sebab, pertanggungjawaban menuntut kesadaran. Surah Al Kahfi (18) ayat 29 telah mengisyaratkan pentingnya makna kebebasan.
Kebebasan yang bertanggung jawab. Karena kebebasan adalah asas yang
mendasari iman dan kafir. Barang siapa yang ingin beriman ; silakan dia
beriman. Barang siapa yang ingin kafir ; silakan dia kafir. Sesungguhnya kedua
pilihan sikap bebas tersebut pasti berakibat. Iman berakibat baik (seperti
tersebut pada ayat 30 - 31). Tsamrah (buah) kebaikan tauhid di dunia adalah ;
Allah SWT tidak menyia - nyiakan kebaikan mereka dengan mencurahkan kedamaian
dan ketenangan tanpa ketahui orang lain ; damai di hati. Sementara tsamrah
(buah) kebaikan tauhid di akhirat adalah surga Aden.
Ternyata, orang-orang yang dzalim ditempatkan secara khusus di
neraka dengan aneka ragam siksa yang lebih berat, seperti dalam firman suci ; bahwa
Tuhan menyediakan neraka (khusus) bagi orang yang dzalim. Makna khusus disini
adalah jurang nerakanya bernama jurang al maubiq, minumannya al muhli. Jadi,
kebahagiaan dunia - akhirat adalah sejauh mana seseorang berma'rifatullah, dan
kesengsaraan dunia - akhirat adalah sejauhmana seseorang berma'rifatullah. (Wallahu
a'lam).
Komentar
Posting Komentar