Postingan

WAJAH YANG TIDAK ASING

Gambar
WAJAH YANG TIDAK ASING Oleh Ma'ruf Zahran Sabran Bagi para sufi, pandangannya terhadap makhluk tidak bisa terlepas dari pandangan-Nya kepada yang esa. Dimana saja kamu berada, pasti engkau dapati wajah Allah Swt. Sebuah hakikat syahadat yang sekali diikrarkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati dan dibuktikan berupa amal perbuatan, itulah pengertian iman. Artinya, setelah syahadat (kemanapun seorang pergi) pasti yang dijumpai adalah ayat-ayat (tanda-tanda) berupa materi alam semesta. Orang yang mengenal Allah, sungguh Allah hadir disebalik materi tersebut (the subject beyond matter). Bukan jasad, tapi disebalik jasad, bukan hati, tapi disebalik hati, bukan roh, tapi disebalik roh. Dialah Tuhan Allah yang menghidupkan, mematikan dan kepada-Nya semua dikembalikan. Dengan-Nya kita berilmu, hidup, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berbicara. Dengan-Nya kita berdaya-upaya. Karena tidak ada daya dan upaya, kecuali selalu bersama-Nya. Runtuh langit bila tidak ditopang Tuhan....

SEPULUH KEBAIKAN UNTUK SATU KALI SELAWAT

SEPULUH KEBAIKAN UNTUK SATU KALI SELAWAT Oleh Ma'ruf Zahran Sabran DALAM hitungan hari, bulan Syakban yang mulia akan pergi menyambut ketibaan bulan suci Ramadan 1447 H. Untuk tidak menyia-nyiakan sisa hari di bulan Syakban sebagai bulan Rasulullah SAW sebaiknya memperbanyak bacaan selawat dan salam kepada Rasulullah SAW disiarkan. Salam untuk baginda ialah: Assalamu'alaika ya Rasulullah (salam sejahtera untuk-mu wahai utusan Allah). Sedang selawat ialah: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad-wa 'ala ali sayyidina Muhammad (wahai Allah Tuhan kami, selawat atas tuan kami Muhammad-dan atas keluarga tuan kami Muhammad). Penggunaan kata sayyidina menunjukkan sikap beradab kepada utusan Allah (adab untuk Nabi). Sejarah mencatat terjadi beberapa peristiwa penting di bulan ini (Syakban). Diantaranya turun perintah kewajiban puasa pada tahun ke-2 Hijrah di Madinah. Pemindahan arah kiblat dari Masjid Al-Aqsa (Palestina) ke Masjid Al-Haram (Mekah). Dan turun wahyu peri...

MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR

MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran EKSISTENSI malam kemuliaan yang disediakan Tuhan mengajarkan tauhid sejati. Secara implisit sesungguhnya selain Dia adalah dualitas. Banyak dalam ayat suci ditemukan bahwa Dia tidak mau dipersekutukan. Sungguh Allah adalah ganjil, Dia menyukai yang ganjil. Namun bukan ganjil lawan dari genap. Jika hitung matematika, 20 angka genap, 21 angka ganjil. Lalu, mengganjilkan perspektif bukan artinya menghitung malam ganjil Ramadan adalah 21, 23, 25, 27, 29. Malam ganjil yang berpotensi turun lailatul qadar. Tapi hitungan malam tersebut menjadi genap, manakala perbedaan penentuan tanggal 1 Ramadan berbeda di kalangan kaum muslimin. Perbedaan karena metode penentuan 1 Ramadan saat melihat   hilal. Melihat wujud hilal (eksistensi bulan) dengan metode hisab dan metode rukyat. Kedua metode tersebut memiliki syarat ilmiah, pengukuran, perhitungan dan penilaian akurat. Bukan malamnya yang harus diganj...

MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA

MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran IBADAH yang besar pahalanya adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia lagi dibenci (makruh), lebih-labih dari perbuatan terkutuk yang dilarang (haram). Berzina hukumnya haram, mendekat kepada perbuatan zina sangat dibenci Allah SWT. Berbuat mubazir, berlebihan adalah haram. Sedang perbuatan yang mendekati pemborosan dihukum makruh seperti merokok. Sebagian ulama mengatakan haram. Meninggalkan perbuatan makruh seperti merokok, artinya seseorang lebih dekat kepada Allah SWT. Maksudnya, menunaikan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang adalah pengertian takwa. Takwa merupakan kunci surga dan kebahagiaan dunia-akhirat. Orang-orang yang takwa, doanya mudah dikabulkan Allah SWT. Salah satunya karena dia tidak merokok. Sebab bagaimana doa bisa dikabulkan, sekira setiap hari kita berbuat sesuatu yang makruh, yaitu perbuatan yang dibenci Allah SWT. Berbuat baiklah kepada Allah dengan cara menyayangi   diri se...

MARHABAN YA RAMADAN

MARHABAN YA RAMADAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MARHABAN berasal dari kata rahban yang artinya lapang, luas, semakna dengan rasa senang, gembira. Siapa yang merasa senang akan kedatangan Ramadan, niscaya dihindarkan jasadnya dari siksa neraka. Dalam banyak riwayat disabdakan: "Kebaikan terkumpul di bulan ini (Ramadan). Sungguh dia telah datang kepadamu dengan penuh keberkahan. Ibadah sunah dinilai sebagai ibadah wajib. Ibadah wajib dilipatgandakan kebaikan pahalanya sampai tujuh puluh kali. Didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ketaatan diterima, dosa-dosa diampuni, doa diijabah, kerinduan kepada surga ditumbuhkan." Ucapan marhaban secara tersirat menunjukkan arah kebeningan hati menerima ketibaan Ramadan bulan suci. Sucikan lisan dari mengumpat dan menghujat, sucikan harta dari barang yang haram. Haram dari jenis dan haram dari sumber pendapatan. Sucikan pikiran dari berbagai sampah kotoran duniawi dan amarah. Sucikan perasaan dari m...

MEMAKNAI TEKS DALAM KONTEKS

  MEMAKNAI TEKS DALAM KONTEKS Oleh Ma'ruf Zahran Sabran AGAMA adalah akal, tidak beragama bagi orang yang tidak berakal. Keterangan dari Rasul sanggup menembus batas wilayah taklid, jumud lagi picik pikir. Beragama dengan realitas di bumi, dan jangan mengawang-awang di langit. Meski demikian, budaya harus tunduk pada arahan agama. Semoga literasi kali ini menjadi sangat bermanfaat saat setiap orang harus cerdas dalam beragama dan berbudaya. Bukan kajian teologis, namun penghadiran tulisan ini berdasarkan rasa kemanusiaan, supaya tidak terkesan menggurui dan memaksa. Toleransi beragama mencakup tiga harmoni dalam kehidupan sehari-hari. Akal sehat diperlukan saat menyikapi perbedaan satu sama lain. Rasa empati lebih diperlukan lagi dalam irama yang berbeda, tapi menguatkan. Apa yang dimaksud toleransi sesama umat beragama yang berbasis akal sehat? Jika di tempat ibadah kita bisa tenang, kenapa di luar sana banyak yang gaduh, malah saling menghakimi. Penghakiman sepihak dapa...

PEMIMPIN JUJUR SEMAKIN LANGKA DI AKHIR ZAMAN

Gambar
  PEMIMPIN JUJUR SEMAKIN LANGKA DI AKHIR ZAMAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran AKHIR zaman ditandai terbukanya informasi keilmuan dan keagamaan. Temuan teknologi informasi digital berdampak pengurangan terhadap tenaga manusia. Dokter, dosen, guru sampai buruh pabrik mengalami perampingan. Pembelajaran berbasis digital dapat mengurangi frekuensi tatap muka di kelas. Digantikan dengan aplikasi pembelajaran di kelas online. Dengan beberapa tawaran media pembelajaran dan sistem pembelajaran jarak jauh. Semakin meminimalkan peran narasumber, kecuali diatur oleh aplikasi di laman LMS (learning management system). LMS berisi informasi pembelajaran, menguploud modul pembelajaran, memantau dan melaporkan kemajuan belajar siswa, meresume, mengevaluasi, menyelenggarakan diskusi,   memberikan penilaian (assesment), dan tindak lanjut. Semua dikerjakan secara online dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Pelaksanaan kuliah reguler dan RPL (rekognisi pembelajaran lampau). Revolusi teknolog...