Postingan

GIAT MAULID PASAR TERATAI MENYUBURKAN BENIH KECINTAAN, MENGHADIRKAN KEDAMAIAN SELAWAT, MENELADANI AKHLAK, MENGUNDANG SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW

Gambar
  GIAT MAULID PASAR TERATAI MENYUBURKAN BENIH KECINTAAN, MENGHADIRKAN KEDAMAIAN SELAWAT, MENELADANI AKHLAK, MENGUNDANG SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW Oleh Ma'ruf Zahran Sabran GIAT Maulid bisa berlangsung empat bulan, yaitu bulan Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir. Masyarakat Melayu Pontianak menyebutnya empat senama. Nanti disusul bulan Rajab, Rajab disebut bulan Isra' dan Mi'raj. Bahkan pembacaan sejarah Maulid bisa dibaca setiap waktu, umumnya di rumah dan di masjid. Tapi kali ini, untuk kedua kalinya, warga pasar tidak mau ketinggalan guna mengenang perjuangan Rasulullah SAW yang diagendakan dalam Peringatan Maulid Nabi Besar SAW tahun 1448 Hijrah. Berlokasi di pasar Teratai kecamatan Pontianak Barat Kalimantan Barat. Sebagai ungkapan rasa puji syukur kepada Allah SWT akan nikmat rezeki yang dianugerahkan Allah dalam bentuk sirkulasi jual-beli yang aman dan amanah. Sah-sah saja, ketika warga pasar Teratai (Jeruju) meluapkan kegembiraan...

PERKEMBANGAN TASAWUF LINTAS GENERASI (Al-Muhasibi, Al-Ghazali, Al-Iskandari)

Gambar
  PERKEMBANGAN TASAWUF LINTAS GENERASI (Al-Muhasibi, Al-Ghazali, Al-Iskandari) Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MATA rantai ilmu keislaman (sanadiyah) yang tak terputus dari generasi ke generasi menunjukkan ajaran yang otentik. Otentisitas ajaran Islam yang bebas dari intervensi manusia. Ajaran tauhid yang bersumber dari Alquran dan Hadis yang diriwayatkan secara mutawatir. Mutawatir artinya dalil agama diterima dari Rasulullah kepada orang banyak. Orang banyak tersebut meriwayatkan dan disampaikan kepada orang banyak pula. Sehingga tidak terdapat kekeliruan pada dalil. Baik dipandang dari segi sanad, rawi maupun matan. Tiga tokoh guru tasawuf dunia yang akan dibahas pada artikel kali ini, Imam Al-Haris bin Asad Al-Muhasibi (wafat: Irak, 243 Hijriah), Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (wafat: Iran, 505 Hijriah), Imam Ahmad ibnu Atha'llah Al-Iskandari (wafat: Mesir, 709 Hijriah). Mereka dikenal sejak dari dahulu, sekarang dan akan datang karena meninggalkan rekam ...

HUBUNGAN KITAB AL-MA'RIFAT KARANGAN IMAM ABU HAMID AL-GHAZALI DENGAN KITAB AL-HIKAM KARANGAN IMAM AHMAD IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI (Studi Korelasi Teori dan Praktik)

Gambar
  HUBUNGAN KITAB AL-MA'RIFAT KARANGAN IMAM ABU HAMID AL-GHAZALI DENGAN KITAB AL-HIKAM KARANGAN IMAM AHMAD IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI (Studi Korelasi Teori dan Praktik) Oleh Ma'ruf Zahran Sabran KITAB Al-Ma'rifat yang dikarang oleh Imam Al-Ghazali (wafat: Iran, 505 H) banyak mengandung teori tentang ma'rifat dengan pengenalan diri sebagai tangga untuk mengenal Tuhan. Sedangkan kitab Al-Hikam yang ditulis oleh Imam Ahmad ibnu Athaillah (wafat: Mesir, 709 H) banyak membahas tentang praktik perilaku sufi dalam bertasawuf. Kedua kitab ini sama penting, seakan berbagi kapling, dua ruang lingkup berbeda. Meskipun ibarat masih dalam satu rumah. Satu ruang tengah untuk meracik bumbu dan rempah, satu lagi ruang dapur untuk memasak. Kitab Al-Ma'rifat dan Al-Hikam selalu update menembus dan melintas batas generasi. Rentang waktu antara kehidupan Rasulullah SAW (1 Hijriah) dengan Imam Al-Ghazali berjarak kurang lebih 500 tahun. Namun mereka saling berkomunikasi. Para ...

RAHASIA YANG TERKANDUNG DALAM KITAB USHUL TAHQIQ SEJALAN DENGAN KITAB KIMIYATUS-SA'ADAH

Gambar
  RAHASIA YANG TERKANDUNG DALAM KITAB USHUL TAHQIQ SEJALAN DENGAN KITAB KIMIYATUS-SA'ADAH Oleh Ma'ruf Zahran Sabran KITAB Ushul Tahqiq versi Tuan Guru Haji Ismail Mundu bin Haji Abdul Karim Daeng Palewo (lahir:1870, wafat:1957) memiliki kesesuaian dengan kitab yang dikarang oleh Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (lahir:1058, wafat:1111). Mulanya, kitab yang dikarang oleh Imam Al-Ghazali adalah Ihya 'Ulumuddin yang kemudian diringkas menjadi kitab Kimiyatus-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan). Karena intisari dari kitab Kimiyatus-Sa'adah membicarakan ranah ma'rifat. Sebuah derajat tertinggi setelah menempuh jalan syariat, tharikat dan hakikat. Ma'rifat merupakan capaian puncak kebahagiaan dunia-akhirat. Bahagia yang tidak lagi butuh terhadap validasi makhluk. Jika manusia merasa cukup dengan Allah. Niscaya Dia cukupkan. Bila manusia sudah percaya penuh kepada Allah. Pasti Allah sepenuhnya percaya padanya. Tidak ada kebahagiaan sejati, kecuali Allah tela...

KITAB USHUL TAHQIQ KARANGAN TUAN GURU HAJI ISMAIL MUNDU SANGGUP MENGGUNCANG DUNIA

Gambar
KITAB USHUL TAHQIQ KARANGAN TUAN GURU HAJI ISMAIL MUNDU SANGGUP MENGGUNCANG DUNIA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran HASIL baca kitab Ushul Tahqiq karangan Tuan Guru Haji Ismail Mundu bin Haji Daeng Abdul Karim Palewo berisi sembilan jilid yang telah ditulis kembali oleh Tuan Guru Nunce di Padang Tikar (usia 75 tahun). Dari manuskrip Arab Jawi menandakan tulisan sudah berusia puluhan tahun. Mulai dari cara mengenal diri berbantuan tujuh titik halus spiritual   pada diri, tujuh martabat tanazzul, makna tujuh ayat dalam surah Al-Fatihah, simbol huruf hijaiyah sebagai esensi anggota jasad, kesatuan pikir dan zikir beserta refleksi dan vibrasi pada tubuh dan hati. Semua kajian tersebut baru berfungsi sebagai pengantar (introduction) menuju inti kajian. Seluruh isi kitab Ushul Tahqiq ialah menerangkan capaian beragama paling puncak. Ketika syariat dan hakikat sang guru kritik. Melalui intuisi ketuhanan (khatir rabbani) dan nalar kritis, Tuan Guru Haji Ismail Mundu telah terang-benderan...

JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR

Gambar
  JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MARAH sering sebagai pelampiasan rasa benci, dengki, merasa lemah menghadapi ujian, merasa gagal dan tidak berharga. Terlebih marah yang bukan karena Allah merupakan tanda ketidak-berimanan seseorang kepada takdir baik dan buruk dari-Nya, minimal jiwa terombang-ambing. Sebagian besar marah disebabkan oleh faktor terganggunya emosi, harapan, cita-cita, kehendak pribadi yang menginginkan cetak biru (blueprint) bagi orang lain, termasuk keluarga. Supaya orang lain sama sukses seperti dirinya. Apalagi ibarat memakaikan baju sendiri ke ukuran badan orang lain. Sungguh sebuah penilaian sepihak yang tidak adil. Bukankah setiap orang memiliki stories perjalanan hidup yang berbeda-beda. Ibarat nabati, ada masa tumbuh, kembang, mekar, berbunga, berbuah, tua, layu, tumbang, lapuk dan akhirnya mati. Sunnatullah yang pasti berlaku pada semua makhluk hidup. Kehidupan pasti akan berakhir dengan kematian. Ada...

HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT

Gambar
  HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT Oleh Ma'ruf Zahran Sabran ETIMOLOGI syukur berasal dari kata syakara yang artinya terbuka. Syakara sebagai lawan kata (antonim) dari kafara. Jika syakara artinya terbuka, maka kafara artinya tertutup. Indikator orang yang selalu terbuka ialah mereka yang siap mendengar, sering menerima dan memberi informasi. Jenis informasi dunia dan berita akhirat. Lalu menyaringnya, mengikuti perkataan yang baik yaitu kalam Allah dan sabda Rasul. Sedangkan orang yang selalu tertutup ialah mereka yang menolak informasi dunia dan akhirat. Bahkan membuta-tulikan informasi. Informasi agung ialah hidayah (petunjuk) dari Tuhan. Adapun sumber ketertutupan adalah ego diri yang merasa lebih hebat daripada orang lain. Sehingga apapun informasi dari yang selain egonya berhukum haram untuk didengar, salah dan bid'ah untuk diikuti. Artinya, tidak ada orang yang benar di dunia ini, kecuali ego dirinya. Pada dirinya terdapat dinding yang mengh...