Postingan

RENUNGAN DIRI DAN PEMBELAJARAN HATI SEBELUM TIBA HARI PERHITUNGAN

Gambar
  RENUNGAN DIRI DAN PEMBELAJARAN HATI SEBELUM TIBA HARI PERHITUNGAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran TIDAK ada orang yang sungguh-sungguh menyayangi kita kecuali Allah, meskipun sahabat dekat. Banyak rahasia yang ditutup, banyak aib yang disembunyikan, ketakutan yang disimpan,   pemberi harapan tapi palsu. Namun ada yang tidak menutup rahasia, supaya dikenali. Ada yang tidak menyembunyikan aib, supaya selalu memperbaiki diri. Ada yang ingin membuang ketakutan, lalu mendatangkan keselamatan, keamanan, kesejahteraan. Ada yang memberikan harapan pasti, bukan iming-iming janji yang akhirnya didustai. Kenalilah Dia yang tidak pernah berkhianat kepada-mu. Sewaktu Dia telah memberi separuh nafas-Nya kepadamu. Jangan khianati Dia, jangan sakiti Dia. Tapi bagaimana tidak, kadang salat menjadi lambang pengkhianatan saat tidak direnungi makna dan tujuan. Berawal dari ketidak-pahaman makna bacaan dan gerakan. Bukan berarti salat itu salah. Namun sudahkah memulai untuk belajar mengerti ar...

MENELADANI AKHLAK ALLAH MELALUI SIFAT AS-SATTAR DAN AL-GHAFFAR

Gambar
  MENELADANI AKHLAK ALLAH MELALUI SIFAT AS-SATTAR DAN AL-GHAFFAR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MENYEMBUNYIKAN aib dan mengampuni kesalahan orang lain merupakan akhlak terpuji dan mulia. Tahukah bahwa pemilik akhlak tersebut adalah Tuhan Allah yang bersifat As-Sattar yaitu senantiasa menutupi aib hamba-Nya. Al-Ghaffar yaitu senantiasa mengampuni dosa-dosa. Setiap kali hamba-Nya berdosa, sifat As-Sattar yang terbit pertama kali. Ibarat tirai penutup sehingga manusia merasa aman, terlindungi ketika berbuat dosa. Dalam arti, dosa tidak memberi tanda fisik yang mudah dikenali. Bila setiap kali berbuat dosa, misal menanda kekotoran pada fisik. Pasti semua orang akan jijik bergaul dengan para pendosa. Tirai-tirai As-Sattar labuh menutupi aib, sehingga Dia tidak mempermalukan pendosa di khalayak ramai. Tanyakan di hati, adakah Tuhan sebaik Dia? Allah Al-Ghaffar sang pengampun yang selalu mengampuni. Setiap kali jatuh ke dalam lumpur dosa, Dia angkat dengan membimbing hamba-Nya untuk be...

MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR

Gambar
  MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran DUALITAS nama-Nya sering ditemukan dalam Asmaul-husna (nama-nama yang baik), seperti An-Nafi' (pemberi manfaat) dan Adh-Dhar (pemberi mudharat). Asy-Syakur (sangat bersyukur), Ash-Shabur (sangat bersabar), dua nama yang selalu beriring-bersama. Allah sangat senang, apabila hamba meminta dengan bersandar kepada seluruh nama-Nya, sesuai permohonan hajat hamba. Misal, ketika hamba memohon curah-tambahan ilmu, mengadulah dengan nama-Nya, ya 'Alim, wahai yang maha berilmu. Tatkala meminta kesehatan yang prima dan kesembuhan dari sakit. Panggillah nama-Nya, ya Syafi, wahai yang maha menyembuhkan. Sewaktu berhajat kepada-Nya untuk kekayaan dunia-akhirat, dengan wajah memelas di hadirat kasih-Nya, dengan tutur kalam lirih di peluk dan dekapan sayang-Nya, ya Rahman, ya Rahim, ya Halim, ya Ra'uf, ya Ghani, ya Mughni (wahai sang pengasih, penyayang, penyantun, pemurah, maha kaya lagi men...

WAJAH YANG TIDAK ASING

Gambar
WAJAH YANG TIDAK ASING Oleh Ma'ruf Zahran Sabran Bagi para sufi, pandangannya terhadap makhluk tidak bisa terlepas dari pandangan-Nya kepada yang esa. Dimana saja kamu berada, pasti engkau dapati wajah Allah Swt. Sebuah hakikat syahadat yang sekali diikrarkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati dan dibuktikan berupa amal perbuatan, itulah pengertian iman. Artinya, setelah syahadat (kemanapun seorang pergi) pasti yang dijumpai adalah ayat-ayat (tanda-tanda) berupa materi alam semesta. Orang yang mengenal Allah, sungguh Allah hadir disebalik materi tersebut (the subject beyond matter). Bukan jasad, tapi disebalik jasad, bukan hati, tapi disebalik hati, bukan roh, tapi disebalik roh. Dialah Tuhan Allah yang menghidupkan, mematikan dan kepada-Nya semua dikembalikan. Dengan-Nya kita berilmu, hidup, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berbicara. Dengan-Nya kita berdaya-upaya. Karena tidak ada daya dan upaya, kecuali selalu bersama-Nya. Runtuh langit bila tidak ditopang Tuhan....

SEPULUH KEBAIKAN UNTUK SATU KALI SELAWAT

SEPULUH KEBAIKAN UNTUK SATU KALI SELAWAT Oleh Ma'ruf Zahran Sabran DALAM hitungan hari, bulan Syakban yang mulia akan pergi menyambut ketibaan bulan suci Ramadan 1447 H. Untuk tidak menyia-nyiakan sisa hari di bulan Syakban sebagai bulan Rasulullah SAW sebaiknya memperbanyak bacaan selawat dan salam kepada Rasulullah SAW disiarkan. Salam untuk baginda ialah: Assalamu'alaika ya Rasulullah (salam sejahtera untuk-mu wahai utusan Allah). Sedang selawat ialah: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad-wa 'ala ali sayyidina Muhammad (wahai Allah Tuhan kami, selawat atas tuan kami Muhammad-dan atas keluarga tuan kami Muhammad). Penggunaan kata sayyidina menunjukkan sikap beradab kepada utusan Allah (adab untuk Nabi). Sejarah mencatat terjadi beberapa peristiwa penting di bulan ini (Syakban). Diantaranya turun perintah kewajiban puasa pada tahun ke-2 Hijrah di Madinah. Pemindahan arah kiblat dari Masjid Al-Aqsa (Palestina) ke Masjid Al-Haram (Mekah). Dan turun wahyu peri...

MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR

MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran EKSISTENSI malam kemuliaan yang disediakan Tuhan mengajarkan tauhid sejati. Secara implisit sesungguhnya selain Dia adalah dualitas. Banyak dalam ayat suci ditemukan bahwa Dia tidak mau dipersekutukan. Sungguh Allah adalah ganjil, Dia menyukai yang ganjil. Namun bukan ganjil lawan dari genap. Jika hitung matematika, 20 angka genap, 21 angka ganjil. Lalu, mengganjilkan perspektif bukan artinya menghitung malam ganjil Ramadan adalah 21, 23, 25, 27, 29. Malam ganjil yang berpotensi turun lailatul qadar. Tapi hitungan malam tersebut menjadi genap, manakala perbedaan penentuan tanggal 1 Ramadan berbeda di kalangan kaum muslimin. Perbedaan karena metode penentuan 1 Ramadan saat melihat   hilal. Melihat wujud hilal (eksistensi bulan) dengan metode hisab dan metode rukyat. Kedua metode tersebut memiliki syarat ilmiah, pengukuran, perhitungan dan penilaian akurat. Bukan malamnya yang harus diganj...

MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA

MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran IBADAH yang besar pahalanya adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia lagi dibenci (makruh), lebih-labih dari perbuatan terkutuk yang dilarang (haram). Berzina hukumnya haram, mendekat kepada perbuatan zina sangat dibenci Allah SWT. Berbuat mubazir, berlebihan adalah haram. Sedang perbuatan yang mendekati pemborosan dihukum makruh seperti merokok. Sebagian ulama mengatakan haram. Meninggalkan perbuatan makruh seperti merokok, artinya seseorang lebih dekat kepada Allah SWT. Maksudnya, menunaikan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang adalah pengertian takwa. Takwa merupakan kunci surga dan kebahagiaan dunia-akhirat. Orang-orang yang takwa, doanya mudah dikabulkan Allah SWT. Salah satunya karena dia tidak merokok. Sebab bagaimana doa bisa dikabulkan, sekira setiap hari kita berbuat sesuatu yang makruh, yaitu perbuatan yang dibenci Allah SWT. Berbuat baiklah kepada Allah dengan cara menyayangi   diri se...