Postingan

HUTAN KALIMANTAN TERBAKAR TANPA BISA DIPADAMKAN

Gambar
  HUTAN KALIMANTAN TERBAKAR TANPA BISA DIPADAMKAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran PERNAH menembus 800 angka polusi udara berkategori sangat berbahaya. Bukan tidak beralasan, logika kebakaran hutan dan lahan se-Kalimantan menyebabkan sesak nafas, iritasi pada mata, tubuh lemah karena dehidrasi. Derita itu sedang dirasakan oleh penduduk pulau Kalimantan, bumi dan langit, flora dan fauna. Kapan akan berakhir? Kini, sifat angkara murka sudah aktif bersimahraja-lela. Dari kalangan papan atas hingga bawah. Sebuah negeri, sudah sering Tuhan peringatkan orang-orang kaya untuk tunduk-patuh kepada-Nya, memerhatikan nasib kaum fakir-miskin. Tapi mereka malah berlomba-lomba menikmati dunia, berpoya-poya dengan dosa, berpesta-pora di atas penderitaan, kelaparan, kehausan "wong cilik." Mereka menggadaikan tulang, keringat, air mata, tenaga dan darah rakyat kecil. Ketika mereka sudah melampaui batas. Maka berlakulah kebenaran hukum Kami. Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungg...

KETENANGAN SUMBER KEBIJAKSANAAN SEBAGAI PONDASI KEBAHAGIAAN

Gambar
  KETENANGAN SUMBER KEBIJAKSANAAN SEBAGAI PONDASI KEBAHAGIAAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran BAHAGIA bukan datang tanpa upaya. Upaya pemantik untuk undangan kebahagiaan ialah ketenangan. Kenapa gerangan? Karena ketenangan merupakan sumber kebijaksanaan (hikmah). Sikap bijak dapat membuat seseorang lebih tenang menjalani kehidupan dengan berpikir waras, berakal sehat, bertindak tepat, berhitung cermat. Kehidupan di dunia ibarat roda pedati yang berputar menggilas waktu, siklus terus berjalan. Kadang manusia berada di posisi atas, samping kanan, bawah, samping kiri. Tidak ada yang salah dari keempat posisi tersebut. Posisi selalu baik, sangat bergantung kepada cara menyikapi situasi yang cepat berubah. Karena itu, kehidupan harus ditempuh dengan bijak. Bijak dalam arti tidak memaksakan kehendak ketika kehendak manusia berlawanan dengan kehendak Tuhan. Meyakini bahwa setiap orang sedang menjalani kalung takdir yang melekat pada leher mereka. Berhikmah Imam Ahmad ibnu Athaillah As-S...

PASCA SALAT ISTISQA' TAPI HUJAN BELUM TURUN

Gambar
  PASCA SALAT ISTISQA' TAPI HUJAN BELUM TURUN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran LEBIH taat lagi, ketika pasca salat Istisqa' meski Allah SWT belum menurunkan hujan rahmat yang lebat dari langit. Bukan sebaliknya, menyudutkan dan menyalahkan-Nya. Di sini, manusia harus selalu introspeksi (mawas diri) secara individual dan komunal. Jangan hanya mengimani sifat Allah Ar-Rahim (penyayang). Namun Dia juga memiliki sifat Al-Jabbar (memaksa). Dia berhak memaksa langit untuk menurunkan atau menahan air hujan. Ingatlah perjalanan hidup umat terdahulu (kaum 'Ad, Tsamut, Madyan) harus menjadi pelajaran bagi umat yang hidup masa sekarang. Idealnya, jilid musibah demi musibah sanggup mendatangkan refleksi dan proyeksi bagi kaum yang berakal. Bahwa umat terdahulu lebih sehat, kuat, jaya, kaya. Buktinya tangga rumah mereka terbuat dari emas. Piring, gelas, mangkok, sendok, garpu terbuat dari perak. Mereka bekerja memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan perumahan, pemandian umum, ko...

SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

Gambar
  SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MASYARAKAT Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan sekitarnya, tentu pernah mendengar nama Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Bukan sebatas nama, tapi perjuangan beliau yang tak kalah penting dalam ikut merebut dan mengisi kemerdekaan. Terutama kiprah di bidang pendidikan Islam, sosial dan dakwah santun, harmoni saling asah, asih dan asuh. Jejak ulama Guru Haji Ibrahim yang akrab dipanggil Guru Braem tidak terlepas dari peran utama Guru Haji Ismail Mundu bin Daeng Haji Abdul Karim. Seakan kedua nama mereka tidak terpisah. Bukan sebatas hubungan guru-murid. Namun lebih daripada itu, hubungan orang tua dengan anak yang paling disayangi. Guru Ibrahim inilah yang terus melanjutkan cita-cita Guru Haji Ismail Mundu di kawasan yang pernah dirintis. Dalam rangka menyebarkan ajaran dan mengembangkan sayap dakwah. Membuka lahan dakwah baru wilayah Sungai Ambawang dan s...

RENUNGAN DIRI DAN PEMBELAJARAN HATI SEBELUM TIBA HARI PERHITUNGAN

Gambar
  RENUNGAN DIRI DAN PEMBELAJARAN HATI SEBELUM TIBA HARI PERHITUNGAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran TIDAK ada orang yang sungguh-sungguh menyayangi kita kecuali Allah, meskipun sahabat dekat. Banyak rahasia yang ditutup, banyak aib yang disembunyikan, ketakutan yang disimpan,   pemberi harapan tapi palsu. Namun ada yang tidak menutup rahasia, supaya dikenali. Ada yang tidak menyembunyikan aib, supaya selalu memperbaiki diri. Ada yang ingin membuang ketakutan, lalu mendatangkan keselamatan, keamanan, kesejahteraan. Ada yang memberikan harapan pasti, bukan iming-iming janji yang akhirnya didustai. Kenalilah Dia yang tidak pernah berkhianat kepada-mu. Sewaktu Dia telah memberi separuh nafas-Nya kepadamu. Jangan khianati Dia, jangan sakiti Dia. Tapi bagaimana tidak, kadang salat menjadi lambang pengkhianatan saat tidak direnungi makna dan tujuan. Berawal dari ketidak-pahaman makna bacaan dan gerakan. Bukan berarti salat itu salah. Namun sudahkah memulai untuk belajar mengerti ar...

MENELADANI AKHLAK ALLAH MELALUI SIFAT AS-SATTAR DAN AL-GHAFFAR

Gambar
  MENELADANI AKHLAK ALLAH MELALUI SIFAT AS-SATTAR DAN AL-GHAFFAR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MENYEMBUNYIKAN aib dan mengampuni kesalahan orang lain merupakan akhlak terpuji dan mulia. Tahukah bahwa pemilik akhlak tersebut adalah Tuhan Allah yang bersifat As-Sattar yaitu senantiasa menutupi aib hamba-Nya. Al-Ghaffar yaitu senantiasa mengampuni dosa-dosa. Setiap kali hamba-Nya berdosa, sifat As-Sattar yang terbit pertama kali. Ibarat tirai penutup sehingga manusia merasa aman, terlindungi ketika berbuat dosa. Dalam arti, dosa tidak memberi tanda fisik yang mudah dikenali. Bila setiap kali berbuat dosa, misal menanda kekotoran pada fisik. Pasti semua orang akan jijik bergaul dengan para pendosa. Tirai-tirai As-Sattar labuh menutupi aib, sehingga Dia tidak mempermalukan pendosa di khalayak ramai. Tanyakan di hati, adakah Tuhan sebaik Dia? Allah Al-Ghaffar sang pengampun yang selalu mengampuni. Setiap kali jatuh ke dalam lumpur dosa, Dia angkat dengan membimbing hamba-Nya untuk be...

MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR

Gambar
  MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran DUALITAS nama-Nya sering ditemukan dalam Asmaul-husna (nama-nama yang baik), seperti An-Nafi' (pemberi manfaat) dan Adh-Dhar (pemberi mudharat). Asy-Syakur (sangat bersyukur), Ash-Shabur (sangat bersabar), dua nama yang selalu beriring-bersama. Allah sangat senang, apabila hamba meminta dengan bersandar kepada seluruh nama-Nya, sesuai permohonan hajat hamba. Misal, ketika hamba memohon curah-tambahan ilmu, mengadulah dengan nama-Nya, ya 'Alim, wahai yang maha berilmu. Tatkala meminta kesehatan yang prima dan kesembuhan dari sakit. Panggillah nama-Nya, ya Syafi, wahai yang maha menyembuhkan. Sewaktu berhajat kepada-Nya untuk kekayaan dunia-akhirat, dengan wajah memelas di hadirat kasih-Nya, dengan tutur kalam lirih di peluk dan dekapan sayang-Nya, ya Rahman, ya Rahim, ya Halim, ya Ra'uf, ya Ghani, ya Mughni (wahai sang pengasih, penyayang, penyantun, pemurah, maha kaya lagi men...