Postingan

HUBUNGAN KITAB AL-MA'RIFAT KARANGAN IMAM ABU HAMID AL-GHAZALI DENGAN KITAB AL-HIKAM KARANGAN IMAM AHMAD IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI (Studi Korelasi Teori dan Praktik)

Gambar
  HUBUNGAN KITAB AL-MA'RIFAT KARANGAN IMAM ABU HAMID AL-GHAZALI DENGAN KITAB AL-HIKAM KARANGAN IMAM AHMAD IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI (Studi Korelasi Teori dan Praktik) Oleh Ma'ruf Zahran Sabran KITAB Al-Ma'rifat yang dikarang oleh Imam Al-Ghazali (wafat: Iran, 505 H) banyak mengandung teori tentang ma'rifat dengan pengenalan diri sebagai tangga untuk mengenal Tuhan. Sedangkan kitab Al-Hikam yang ditulis oleh Imam Ahmad ibnu Athaillah (wafat: Mesir, 709 H) banyak membahas tentang praktik perilaku sufi dalam bertasawuf. Kedua kitab ini sama penting, seakan berbagi kapling, dua ruang lingkup berbeda. Meskipun ibarat masih dalam satu rumah. Satu ruang tengah untuk meracik bumbu dan rempah, satu lagi ruang dapur untuk memasak. Kitab Al-Ma'rifat dan Al-Hikam selalu update menembus dan melintas batas generasi. Rentang waktu antara kehidupan Rasulullah SAW (1 Hijriah) dengan Imam Al-Ghazali berjarak kurang lebih 500 tahun. Namun mereka saling berkomunikasi. Para ...

RAHASIA YANG TERKANDUNG DALAM KITAB USHUL TAHQIQ SEJALAN DENGAN KITAB KIMIYATUS-SA'ADAH

Gambar
  RAHASIA YANG TERKANDUNG DALAM KITAB USHUL TAHQIQ SEJALAN DENGAN KITAB KIMIYATUS-SA'ADAH Oleh Ma'ruf Zahran Sabran KITAB Ushul Tahqiq versi Tuan Guru Haji Ismail Mundu bin Haji Abdul Karim Daeng Palewo (lahir:1870, wafat:1957) memiliki kesesuaian dengan kitab yang dikarang oleh Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (lahir:1058, wafat:1111). Mulanya, kitab yang dikarang oleh Imam Al-Ghazali adalah Ihya 'Ulumuddin yang kemudian diringkas menjadi kitab Kimiyatus-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan). Karena intisari dari kitab Kimiyatus-Sa'adah membicarakan ranah ma'rifat. Sebuah derajat tertinggi setelah menempuh jalan syariat, tharikat dan hakikat. Ma'rifat merupakan capaian puncak kebahagiaan dunia-akhirat. Bahagia yang tidak lagi butuh terhadap validasi makhluk. Jika manusia merasa cukup dengan Allah. Niscaya Dia cukupkan. Bila manusia sudah percaya penuh kepada Allah. Pasti Allah sepenuhnya percaya padanya. Tidak ada kebahagiaan sejati, kecuali Allah tela...

KITAB USHUL TAHQIQ KARANGAN TUAN GURU HAJI ISMAIL MUNDU SANGGUP MENGGUNCANG DUNIA

Gambar
KITAB USHUL TAHQIQ KARANGAN TUAN GURU HAJI ISMAIL MUNDU SANGGUP MENGGUNCANG DUNIA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran HASIL baca kitab Ushul Tahqiq karangan Tuan Guru Haji Ismail Mundu bin Haji Daeng Abdul Karim Palewo berisi sembilan jilid yang telah ditulis kembali oleh Tuan Guru Nunce di Padang Tikar (usia 75 tahun). Dari manuskrip Arab Jawi menandakan tulisan sudah berusia puluhan tahun. Mulai dari cara mengenal diri berbantuan tujuh titik halus spiritual   pada diri, tujuh martabat tanazzul, makna tujuh ayat dalam surah Al-Fatihah, simbol huruf hijaiyah sebagai esensi anggota jasad, kesatuan pikir dan zikir beserta refleksi dan vibrasi pada tubuh dan hati. Semua kajian tersebut baru berfungsi sebagai pengantar (introduction) menuju inti kajian. Seluruh isi kitab Ushul Tahqiq ialah menerangkan capaian beragama paling puncak. Ketika syariat dan hakikat sang guru kritik. Melalui intuisi ketuhanan (khatir rabbani) dan nalar kritis, Tuan Guru Haji Ismail Mundu telah terang-benderan...

JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR

Gambar
  JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MARAH sering sebagai pelampiasan rasa benci, dengki, merasa lemah menghadapi ujian, merasa gagal dan tidak berharga. Terlebih marah yang bukan karena Allah merupakan tanda ketidak-berimanan seseorang kepada takdir baik dan buruk dari-Nya, minimal jiwa terombang-ambing. Sebagian besar marah disebabkan oleh faktor terganggunya emosi, harapan, cita-cita, kehendak pribadi yang menginginkan cetak biru (blueprint) bagi orang lain, termasuk keluarga. Supaya orang lain sama sukses seperti dirinya. Apalagi ibarat memakaikan baju sendiri ke ukuran badan orang lain. Sungguh sebuah penilaian sepihak yang tidak adil. Bukankah setiap orang memiliki stories perjalanan hidup yang berbeda-beda. Ibarat nabati, ada masa tumbuh, kembang, mekar, berbunga, berbuah, tua, layu, tumbang, lapuk dan akhirnya mati. Sunnatullah yang pasti berlaku pada semua makhluk hidup. Kehidupan pasti akan berakhir dengan kematian. Ada...

HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT

Gambar
  HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT Oleh Ma'ruf Zahran Sabran ETIMOLOGI syukur berasal dari kata syakara yang artinya terbuka. Syakara sebagai lawan kata (antonim) dari kafara. Jika syakara artinya terbuka, maka kafara artinya tertutup. Indikator orang yang selalu terbuka ialah mereka yang siap mendengar, sering menerima dan memberi informasi. Jenis informasi dunia dan berita akhirat. Lalu menyaringnya, mengikuti perkataan yang baik yaitu kalam Allah dan sabda Rasul. Sedangkan orang yang selalu tertutup ialah mereka yang menolak informasi dunia dan akhirat. Bahkan membuta-tulikan informasi. Informasi agung ialah hidayah (petunjuk) dari Tuhan. Adapun sumber ketertutupan adalah ego diri yang merasa lebih hebat daripada orang lain. Sehingga apapun informasi dari yang selain egonya berhukum haram untuk didengar, salah dan bid'ah untuk diikuti. Artinya, tidak ada orang yang benar di dunia ini, kecuali ego dirinya. Pada dirinya terdapat dinding yang mengh...

HUTAN KALIMANTAN TERBAKAR TANPA BISA DIPADAMKAN

Gambar
  HUTAN KALIMANTAN TERBAKAR TANPA BISA DIPADAMKAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran PERNAH menembus 800 angka polusi udara berkategori sangat berbahaya. Bukan tidak beralasan, logika kebakaran hutan dan lahan se-Kalimantan menyebabkan sesak nafas, iritasi pada mata, tubuh lemah karena dehidrasi. Derita itu sedang dirasakan oleh penduduk pulau Kalimantan, bumi dan langit, flora dan fauna. Kapan akan berakhir? Kini, sifat angkara murka sudah aktif bersimahraja-lela. Dari kalangan papan atas hingga bawah. Sebuah negeri, sudah sering Tuhan peringatkan orang-orang kaya untuk tunduk-patuh kepada-Nya, memerhatikan nasib kaum fakir-miskin. Tapi mereka malah berlomba-lomba menikmati dunia, berpoya-poya dengan dosa, berpesta-pora di atas penderitaan, kelaparan, kehausan "wong cilik." Mereka menggadaikan tulang, keringat, air mata, tenaga dan darah rakyat kecil. Ketika mereka sudah melampaui batas. Maka berlakulah kebenaran hukum Kami. Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungg...

KETENANGAN SUMBER KEBIJAKSANAAN SEBAGAI PONDASI KEBAHAGIAAN

Gambar
  KETENANGAN SUMBER KEBIJAKSANAAN SEBAGAI PONDASI KEBAHAGIAAN Oleh Ma'ruf Zahran Sabran BAHAGIA bukan datang tanpa upaya. Upaya pemantik untuk undangan kebahagiaan ialah ketenangan. Kenapa gerangan? Karena ketenangan merupakan sumber kebijaksanaan (hikmah). Sikap bijak dapat membuat seseorang lebih tenang menjalani kehidupan dengan berpikir waras, berakal sehat, bertindak tepat, berhitung cermat. Kehidupan di dunia ibarat roda pedati yang berputar menggilas waktu, siklus terus berjalan. Kadang manusia berada di posisi atas, samping kanan, bawah, samping kiri. Tidak ada yang salah dari keempat posisi tersebut. Posisi selalu baik, sangat bergantung kepada cara menyikapi situasi yang cepat berubah. Karena itu, kehidupan harus ditempuh dengan bijak. Bijak dalam arti tidak memaksakan kehendak ketika kehendak manusia berlawanan dengan kehendak Tuhan. Meyakini bahwa setiap orang sedang menjalani kalung takdir yang melekat pada leher mereka. Berhikmah Imam Ahmad ibnu Athaillah As-S...