MEMUPUK NILAI IBADAH BERDAMPAK TERHADAP KEHIDUPAN (Kesadaran Beragama Bertumbuh, Bukan Kebiasaan Berulang)
MEMUPUK NILAI IBADAH BERDAMPAK TERHADAP KEHIDUPAN (Kesadaran Beragama Bertumbuh, Bukan Kebiasaan Berulang) Oleh Ma'ruf Zahran Sabran AGAMA bukan semata doktrin, tapi juga metode penyampaian. Bahwa kebanyakan kita berhadapan dengan orang yang lebih dominan perasaan daripada pikiran. Umumnya mengedepankan emosi daripada intelek. Karena itu, pendekatan agama harus mementingkan rasa kemanusiaan, metode diskusi dan karakter kepedulian. Jangan sampai tindakan kekerasan mengatas-namakan disiplin, dan taat regulasi, sehingga menjadi bumerang lembaga pendidikan. Bagi masyarakat, tindakan kekerasan pasti dilawan dengan kekerasan. Sedangkan di sekolah, madrasah, pondok pesantren (pontren), jika kekerasan dilakukan kakak tingkat (kating) senior, maka pasti akan menumbuhkan rasa dendam di hati yunior, serta pewarisan sikap "pembantaian" yang terjadi berulang pada setiap tingkatan tahun ajaran. Viral maraknya bullying (perundungan) di sekolah hingga membawa kematian, sebuah i...