Postingan

BILA MASALAH HIDUP TERLALU BERAT, SABAR DAN SALAT PERINGANNYA

Gambar
  BILA MASALAH HIDUP TERLALU BERAT, SABAR DAN SALAT PERINGANNYA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran NIKMAT Tuhan hendaklah engkau sebut-sebut. Bersyukur dengan lisan, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Bersyukur dengan hati ialah meyakini bahwa nikmat berasal dari-Nya. Bersyukur dengan perbuatan ialah menggunakan nikmat sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberi nikmat, Allah SWT. Kemudian berbaik sangka kepada Allah SWT yang mendatangkan musibah. Dengan dua nama yang berhak Dia sandang secara mutlak. Mengimani nama-Nya, Maha Meluaskan dan Menyempitkan rezeki (Al-Basith, Al-Qabidh), Meninggikan-Merendahkan makhluk (Ar-Rafi', Al-Khafidh), Memuliakan-Merendahkan seseorang (Al-Mu'izzu, Al-Mudzillu), Memberi manfaat-Memberi mudharat (An-Nafi', Adh-Dhar), Menghidupkan-Mematikan (Al-Muhyi, Al-Mumit). Penyayang- Penyiksa (Ar-Rahim, Al-Muntaqim). Beriman kepada-Nya, tidak hanya pada karakter (sifat) feminin (muannats). Tapi juga beriman pada karakter (sifat) maskulin (mudza...

EKSISTENSI RAJA DUNIA TANPA MAHKOTA

Gambar
  EKSISTENSI RAJA DUNIA TANPA MAHKOTA Oleh Ma'ruf Zahran Sabran   IBRAHIM bin Adham dahulu adalah anak dari seorang raja di negeri Bagdad. Pada saat Ibrahim berburu di hutan sebagai kebiasaan anak raja beserta para pembantu dan hulu-balang. Tengah di dalam hutan, Ibrahim mendengar suara yang tidak didengar oleh para pembantunya. "Hai Ibrahim! Dengan tujuan inikah engkau diciptakan?" Seakan tersentak dan terkejut dari bangun tidur panjang. Ibrahim mencari sumber suara tersebut. Namun tidak ditemukan. Ibrahim berbalik haluan dan mengajak seluruh rombongan pulang ke Bagdad. Ibrahim bin Adham meninggalkan istana. Meskipun Ibrahim dipersiapkan menjadi putera mahkota tunggal yang akan menggantikan tahta kerajaan ayahnya. Ibrahim lalu pergi ke Mekah dan Madinah untuk berguru kepada sufi besar di sana. Mereka yang melepas keterikatan terhadap dunia, adalah raja sejati tanpa mahkota. Seorang sufi dari Mesir, Zunnun Al-Misri berkata: "Aku tidak memiliki dan tidak dimiliki....

KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR

Gambar
KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran Keutamaan pertama zikir bagi penzikir laki-laki dan penzikir perempuan di antaranya Allah SWT meminjam wadah hatinya untuk menghidupkan, menumbuhkan, dan menyuburkan kalimat Allah SWT. Meskipun sumber zikir sebenarnya berasal dari Allah dan untuk Allah, namun karena nama dan sifat-Nya yang selalu banyak berterima kasih (Asy-Syakur), maka Dia nisbahkan dan pertautkan sumber zikir adalah lisan dan kehadiran hati hamba yang diberi hidayah dari-Nya. Zikir dapat diartikan semua perbuatan taat kepada Allah. Berbahagialah ketika Allah SWT menuntun hati hamba-Nya untuk selalu berzikir. Artinya, hati yang mengingat Allah lalu terdorong beribadah dan beramal saleh. Hati mengingat Allah lalu terhindar dari perbuatan dosa dan durhaka. Dari makna zikir yang diperluas, Allah SWT tidak hanya meminjam hati hamba-Nya. Dia juga meminjam tangan, kaki, lisan, ilmu, harta, keluarga, jabatan, dan pekerjaan si hamba. Bagaimanakah cara tangan berzikir? ...

MENGENAL LEBIH DEKAT ABDURACHMAN ABROR (Ilmuwan Berintegritas)

Gambar
  MENGENAL LEBIH DEKAT ABDURACHMAN ABROR (Ilmuwan Berintegritas) Oleh Ma'ruf Zahran Sabran ABDURACHMAN, kelahiran Banjar Negara, Jawa Tengah, 25 Desember 1939. Ketika Kalimantan Barat masih kekurangan guru, beliau datang mengabdikan diri sejak Januari, 1971. Tidak ada niat hengkang dari bumi Khatulistiwa atau pindah tugas (mutasi) ke Jakarta dan tanah kelahiran, telah menjadi prinsip hidupnya. "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung."   Beliau juga mengabdi sebagai guru PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Pontianak. Tugas utama beliau ialah dosen IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Jakarta di Pontianak sampai purna tugas. Mengingat ketika itu, jumlah dosen di Pontianak, masih sangat sedikit. Sayap pengabdian beliau mengajar diperluas ke banyak tempat,   UNTAN, UPB, APDN dengan mengampu mata kuliah Agama Islam. Sekitar tahun 1972-1985, beliau aktif sebagai penceramah dan pembina rohani Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pontianak. Dimana penghuninya kebanyakan tahanan pol...

K.H. MAS'UDI, GURU INSPIRASIKU

Gambar
  K.H. MAS'UDI, GURU INSPIRASIKU Oleh Ma'ruf Zahran Sabran PESANTREN mudah dikenali dengan pembelajaran Bahasa Arab. Sudahkah diketahui, ketika Kyai Haji Mas'udi sosok guru Bahasa Arab dan sekaligus Bahasa Rohani. Tulisan ini diangkat dari pengalamanku sebagai santri kalong (antonim dari istilah santri mukim). Ketika Mbah Kyai tinggal di Gang Dua. Jadual nyantri setiap selesai salat wajib lima waktu. Menjadi kewajibanku pula untuk membuka kitab dasar pembelajaran Bahasa Arab. Metode menyimak, lalu mengikuti ucapan Mbah Kyai. Kemudian menyebutkan kedudukan (wazan) dari setiap kata yang diucap. Tradisi pesantren menyebutnya "i'raf." Awal pertemuan dengan Mbah Kyai ketika bersama dalam satu majelis Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW. Ketika saya diundang untuk berceramah sewaktu masih kuliah di IAIN Pontianak. Mbah Kyai juga diundang sebagai penceramah utama. Sungai Pinang Dalam, tepatnya di Desa Rasau Jaya belok kiri. Ada penyeberang...