AL BARKAH
DIA
Ustadz
H. Ma’ruf H. Zahran, S.Ag, M.Ag
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu
pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang
tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak
terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa
dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang
menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan
dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang
menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa
didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi
menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah
kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun
sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar
ilmu kesarjanaan telah semakin
menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak
berhingga, tidak bisa didekati dengan
ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia
yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala
yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan
sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang
lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya
bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia
maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti,
Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa
huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak
bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada
tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia
suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah,
karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa
hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan.
Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan
bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk
kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah
SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan
manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka
angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan
lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan
dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu
materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan
dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh
makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen
untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ?
Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan
rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan
monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian
maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk
menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas
dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri.
(Wallahu a’lam).

NAMA: Husna yayni
BalasHapusNIM. : 12201150
Klas 1E
Prodi PAI
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Nama: Nawalia Jasmine Putri Bandhyta
BalasHapusKelas :PAI 1 E
NIM:12201151
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan
Nama : Alya maisyarah
BalasHapusKelas : 1 E
Nim : 12201170
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun."La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. "Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. "Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran.
NAMA: Hairol pahmi
BalasHapusKELAS: 1E
NIM: 12201172
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, yang maha mulia, sifat Allah SWT adalah suci, suci yang tidak bisa di jangkau.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Nama:Cut Aisyah Indra
BalasHapusNim:12201122
Kelas1D Pai
Semester:1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia tidak bisa di jangkau oleh pandangan tapi ia bisa menjangkau semua hambanya tanpa batas.Sungguh tuhan semesta alam yang telah menciptakan dunia beserta isinya dengan penuh kenikmatan dan keindahan.dia bukan sifat karena sifat adalah makhluk. Akan tetapi ia mempunyai sifat 99 yaitu Asmaul Husna.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
Tanpa Al-Qur'an dan para utusan nabi dan rasul yang Allah turunkan maka manusia akan selalu berada di jalan kesesatan.
Hanya Allah lah tuhan semesta alam.
Nama : Hardianti
BalasHapusNim : 12201119
Kelas : 1D PAI
Semester 1
*Bismillahirrahmanirrahim*
Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah.Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau."La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi.
*"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Allah SWT tidak butuh untuk dijelaskan, karena dia sudah jelas. Ia kekal abadi hidup selamanya, ia berdiri sendiri.
Nama : Nela Nardianti
BalasHapusNim : 12201130
Kelas :1D
Prodi : PAI
Semester :1
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
nama:vira hudayanti
BalasHapusnim:12201116
kls :1D PAI
semester:1
keagunganya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.kemuliaanya yang tidak tersentuh dalam aksara ,gambaran,tulisan,bahkan dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.sebab dia tidak bisa di batasi oleh logika dan filsafat apapun,oleh dalil apapun.kebenaran keesaan tuhan dan dia yang maha esa tidak bisa di definisikan ,tidak bisa di karantina kedalam logika manusia apa lagi menumbuhkan varitas-varitas lain sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan-persekutuan bersamanya yang telah di rancang bangun sendiri dalam mimbar -mimbar ilmu pengetahuan dan dalam mimbar-mimbar khutbah.
dia bukan nama,jikan nama berarti dia di namai ,sebenarnya bukan dia yang di namaitetapi dia yang menamai sesuatu,dia bukan sifat ,sebab sifat adalah makhlik untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain,sifat juga gambaran untuk pengenalan ,sesuatu yang bisa di kenal apakah dia bisa di jangkau dan dia bisa di pantau.
''la yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara,wa huwallathiful khabir'' ayat tentang dzatnya ,dia maha mulia tetapi tidak bisa di muliakan karena dia bukan materi ,bisa saling memuliakan masih pada tataran yang di jangkau pandangan di level perbuatan,nama,sifat,dia maha suci tetapi bukan berati suci lawan dari kotor ,sucinya tidak bisa di jangkau ,bukan dia yang marah ,karena marah terbit dari kesal ,rasa kecewa rasa benci ,rasa dengki ,hina merupakan sifat-sifat kekurangan.
Nama: Nafsiah
BalasHapusNIM: 12201123
Kelas: 1D PAI
Allah SWT ialah Dzat yang Maha Kekal Abadi. BagiNya tidak ada permulaan dan tidak ada juga BagiNya pengakhiran. Dialah yang Maha Awal, Dialah yang Akhir, Dialah Dzahir, Dialah Bathin dan Dialah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
Manusia telah memahami (keberadaan) makhluk-makhluk Allah dengan indera dan akalnya. Dengan penginderaan terhadap makhluk-makhluk itulah maka manusia dapat memahami keberadaan Khaliq dengan pasti. Dengan demikian keberadaan (eksistensi) Khaliq merupakan sesuatu yang hakiki, karena eksistensiNya dapat dijangkau oleh manusia melalui inderanya. Dia bukanlah sekedar ide (khayalan) dalam benak manusia.
Ditinjau secara aqliy, Al-khaliq wajib bersifat kekal. Sebab, jika Dia tidak bersifat kekal tentulah membutuhkan kepada yang lain, bila demikian halnya berarti Dia makhluk. Oleh karena itu alam hakiki tidak bersifat kekal, sebab membutuhkan aturan dan keadaan tertentu yang tidak bisa lain kecuali harus selalu terikat pada aturan dan kondisi tersebut.
Begitu pula halnya dengan materi yang bersifat tidak kekal karena membutuhkan yang lain, tidak bisa berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain kecuali dengan proporsi dan aturan tertentu serta tidak bisa lain kecuali terikat pada aturan. Jadi materi itu bersifat membutuhkan kepada yang lain. Oleh karena itu, baik alam hakiki maupun materi bukanlah pencipta. Sebab, keduanya tidak bersifat kekal dan qadim (terdahulu). Maka, tidak ada kemungkinan pencipta yang lain, selain Allah ta`ala. Dengan kata lain Dialah yang bersifat kekal dan qadim.
Walhasil, Allah itu adalah Dzat yang hakiki, yang dapat dijangkau eksistensiNya oleh indera manusia melalui keberadaan makhluk-makhlukNya, Tatkala manusia takut kepada Allah, sebenarnya ia takut kepada Dzat yang benar-benar ada, yang dapat dijangkau eksistensiNya melalui indera. Dan ketika dia beribadah kepada Allah serta bertaqarrub kepadaNya, sebenarnya ia tengah beribadah kepada Dzat yang benar-benar ada, yang dapat dijangkau keberadaanNya oleh indera manusia. Begitu juga, ketika ia memohon keridlaan Allah, sesungguhnya ia tengah meminta keridlaan dari Dzat yang ada secara hakiki yang dapat dijangkau eksistensiNya oleh indera manusia. Oleh karena itu, tatkala manusia takut dan beribadah kepada Allah serta memohon keridlaanNya, semua itu dilakukannya dengan penuh keyakinan tanpa secuilpun keraguan.
Wallahu a'lam
Nama : ALFIRMANSAH
BalasHapusKls: 1D
Smester: 1
Allah Subhana wa ta'ala, ia lah tiada tuhan selai ia,(ALLAH)
YANG MANA maha esa Allah Subhana wa ta'ala. Tidak ada yang hak dan tidak ada yang besar selai Allah Subhana wa ta'ala. Yang mana ia maha sempurna dari segi apapun bahkan dari segi zat nya sungguh takda yang bisa melampaui nya, yang mana kita bisa mengetahui dari nikamat nya kita tdak dapat menghitung nikmat yang di berikan kepada kita, sungguh maha besar Allah Subhana wa ta'ala. Kita sbagai umat harus bersyukur atas karunia dan nikmat nya yang telah di berikan kepada kita
Dan sungguh tercela orang orang yang menyekutukan nya , smoga kita slalu dalam lindungan Allah Subhana wa ta'ala. Amin amin....
Nama:sutia suri
BalasHapusNim:12201134
Kelas:1D
Semester 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam."La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan."Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
Nama: Jumilah
BalasHapusNim:12201204
Kelas:1F Pai
Semester:1
Keagungan Allah SWT tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam.
Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
NAMA:IPAFAT IRMAWATI
BalasHapusNIM : 12201212
KELAS :1F PAI
SEMESTER:1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : Rifa Fadila Salsabila
BalasHapusNim : 12201185
Kelas : 1F
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaannya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, dia tidak bisa di batasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun bukan dalil menerangkan dia, tapi dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan tuhan, tapi Tuhan yang menjelaskan alam. Dia bukan nama, jika nama berarti dia dinamai, sebenarnya bukan dia yang di namai tetapi dia yang menamai sesuatu, segala bisa di sebut nama, pasti la makhluk, makhluk pasti musnah.
Nama : kurniati
BalasHapusNim: 12201128
Kelas: 1D
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga. "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama: Sucy Ramadani
BalasHapusNim: 12201161
Kelas: 1E
Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
Nama. : Ikhsan Aldri Adam
BalasHapusNim. :12201126
Kls. :1D
Semester. :1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Nama : Kholisin
BalasHapusNim : 12201129
kelas : 1D
semester : 1
Masyaallah tulisan bapak menambah wawasan saya serta memberitahu saya bahwasanya dia adalah tuhan atau Dzat yang satu,yang sempurna tiada terdandingi maupun menandingi, Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang dimiliki oleh manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, akan tetapi apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
sebagaimana dalam ayat yang berbunyi «Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Nama:wulan tari syahwana
BalasHapusKelas:1D
Nim:12201132
Msester:1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun.Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah.apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal."La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi,rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan."Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : Fatwa Muhammad Syahid
BalasHapusNIM : 12201141
Kelas : 1D PAI
Semester : 1
Keagungan Allah SWT tidak akan dapat dijangkau oleh manusia sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur umat manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga. Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, sebab segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk dan makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : Feby Lany Yuniar
BalasHapusNIM : 12201194
Kelas / Semester : 1 F / Semester 1
Kesimpulan saya : dia tak bisa dibatasi oleh akal dan filsafat apapun, sang dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan dia, tetapi dia yang mengambarkan dalil, bukan alam yang menyebutkan tuhan, tapi yang kuasa yang menunjukan alam. dosa yang teramat besar ialah kebangkitan komplotan - komplotan beserta Nya yang telah didesain bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan serta mimbar - mimbar khutbah. sebab dia bukan sesuatu, segala yg mampu dianggap nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. dia tidak mampu dijangkau pandangan, tetapi dia menjangkau semua pandangan, dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan dia tak mampu diteliti, dia tidak bisa dikenal.
Nama :Reza Kurniawan
BalasHapusNim :12201137
Kelas :1D
Semester :1
Dia Allahu Ta'ala Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah,sedangkan Dia Baqo kekal abadi.Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.Dia maha mulia dan Dia maha suci bukan bearti lawan dari kotor.Tetapi dialah yg memiliki kesucian.Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Karna dia tida butuh semua itu,sebab segala apa yg ia kehendaki mestilah tergantung padaNya.Wallaahua'lam bish-showaab.
NAMA:M.Handyka permana
BalasHapusnim:12201192
kelas :1F(PAI)
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain,Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun, artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
Nama : Hatami
BalasHapusNim : 12201216
Kelas : 1 F
Semester 1
Keagungan Allah SWT tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam.
Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
Nama : nur sinta
BalasHapusNim : 12201111
Kelas: 1 D
Keagungan nya tudak bisa di jangkau sejauh apapun capaiannya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia .mimbar ilmu keserhanaan telah semangkin jauhkan ereka dunianya kerena logika telah di dekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga. Dia bukan sifat sebab adalah mkhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain sifat juga adalah gambaran untuk mengenal, suatu yang bisa di kenal artinya bisa di jangkau, bisa di pantau, apakah dia bisa di pantau dan bisa di jangkau. Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun" artinya : dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui ialah bentuk kebodohan manusia, tapi dari manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tampa ilmu dan Tampa kitab menerangi. " huwa yuthi'mu wala yuth'am " artinya dia memberikan makan dan dia tidak di berikan makan. Salah kalau manusia beranggab bahwa tuhan butuh makan, minum buah_sayur, dan manusiapun membeei hidangam dan menu sesajen untuk tuhan, lalu kapan tuhan butuh pada cetering? Anggapan salah kepada tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat
Nama: Pebi herliana
BalasHapusNIM:12201206
Semester/Kelas: 1/F pendidikan agama islam
Kesimpulan nya:Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusiaBukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuiDia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Allah SWT tidak butuh untuk dijelaskan, karena dia sudah jelas. Ia kekal abadi hidup selamanya, ia berdiri sendiri
Nama : sawitri
BalasHapusNim : 12201202
Kelas : 1f Pai
Semester : 1
Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. ."La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah.
Nama: ikhsan kadri
BalasHapusNIM:12201115
Kelas:1d Pai
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri.
Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Nama : Bayu prasetio
BalasHapusNim :12201168
Kelas : 1 E (PAI) semester 1
Keagungan dan kemuliaan-Nya tidak dapat dijangkau dan di sentuh oleh ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Karena bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan lh yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa dipantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Nama: defi rohimah anggraini
BalasHapusNim:12201207
Prodi:PAI
Kelas:1F/semester:1
Keagungan tidak bisa dijangkau sejauh apapun pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.kemuliaannya yang tidak tersentuh dalam aksara,gambaran,lukisan bahkan itu sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan batin.sebab dia tidak bisa dibatasi dengan logika maupun filsafat dan dalil apapun.
Dia bukan nama,jika nama maka dia dinamai, sebenernya bukanlah dia yang dinamai melainkan dialah yang menamai sesuatu itu,dia juga bukan sifat sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan sifat yang satu dengan sifat yang lain.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikuhul abshara, wa huwallathiful khabir" ini adalah ayat mengenai dzat Nya,dia maha mulia tapi tidak bisa dimuliakan karena dia bukan materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta' lamun", artinya: dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia,dengan kebodohan itu manusia pun mampu menghina,mendebat tanpa ilmu dan kitab yang menerangi,dan memetakkan Allah SWT dalam zona-zona yang mereka angan-angan kan sendiri."naudzubillah" semoga kita terhindar dari kebodohan ilmu dan pemikiran yang sempit, aamiin
Nama: Dewi Safitri
BalasHapusKelas:1F
Nim:12201190
Semester 1
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kebesaran keesaan Tuhan dan dia Tuhan dan dia yang maha Esa tidak bisa didefinisikan.
Mimbar ilmu nya karena logika telah merinding (hijab) dia yang tak terhingga tidak bisa didekati dengan ilmu dan agama,ilmu, dan amal bersifat berhingga.
Anggaplah yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani,dunia dan akhirat
Afton Dwi putra
BalasHapusNim: 12201176
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kebesaran keesaan Tuhan dan dia Tuhan dan dia yang maha Esa tidak bisa didefinisikan.
Mimbar ilmu nya karena logika telah merinding (hijab) dia yang tak terhingga tidak bisa didekati dengan ilmu dan agama,ilmu, dan amal bersifat berhingga.
Anggaplah yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani,dunia dan akhirat
NAMA: Utiya Mutiah
BalasHapusNim:12201195
Kelas:1F
Semester:1
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kebesaran keesaan Tuhan dan dia Tuhan dan dia yang maha Esa tidak bisa didefinisikan.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekuranganWallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan tuhan akan berakibat kerusakan rohani,duniadan akhirat.
Nama: WULAN MEILANI PUTRI
BalasHapusKelas : 1E
Nim: 12201147
Semester 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia tidak bisa di jangkau oleh pandangan tapi ia bisa menjangkau semua hambanya tanpa batas.Sungguh tuhan semesta alam yang telah menciptakan dunia beserta isinya dengan penuh kenikmatan dan keindahan.dia bukan sifat karena sifat adalah makhluk. Akan tetapi ia mempunyai sifat 99 yaitu Asmaul Husna.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
Tanpa Al-Qur'an dan para utusan nabi dan rasul yang Allah turunkan maka manusia akan selalu berada di jalan kesesatan.
Nama :ire Annisa
BalasHapusNim :12201156
Kelas :PAi.1E
Allah SWT ialah Dzat yang Maha Kekal Abadi. BagiNya tidak ada permulaan dan tidak ada juga BagiNya pengakhiran. Dialah yang Maha Awal, Dialah yang Akhir, Dialah Dzahir, Dialah Bathin dan Dialah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan
Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).Tanpa Al-Qur'an dan para utusan nabi dan rasul yang Allah turunkan maka manusia akan selalu berada di jalan kesesatan.
Nama:Vivi Widyastuti
BalasHapusKelas:1F PAI
Nim:12201200
Keagungannya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaannya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan dia sama sekali tidak terbaik dalam benak hati kata dzuhur dan kata batin. Sebab, Dia tidak dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Seperti ayat"La Yudrikuhul abshara WA huwa Yudrikuhul abshara, WA huwallathiful khabir". Ayat yang menjelaskan tentang Dzatnya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang di jangkau pandangan di level perbuatan, nama, sifat,Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, sucinya tidak bisa di jangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, dengki, hina merupakan sifat-sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur rohani
Nama : wahyu Kurniawan
BalasHapusKelas :1e
Nim :12201152
Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alamKebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah
Nama:Laili
BalasHapusNim:12201153
Kelas:1E
Prodi Pai
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Nama:Siti Mashita
BalasHapusNim:12201189
Kelas:1f semester 1
Dalam surat Al-Ikhlas ayat 1-4, Allah berfirman,
“Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Nama :Murni Hasti Ningrum
BalasHapusKelas. : 1E
Prodi. : PAI
NIM. :12201165
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun
Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Allah SWT ialah Dzat yang Maha Kekal Abadi. BagiNya tidak ada permulaan dan tidak ada juga BagiNya pengakhiran. Dialah yang Maha Awal, Dialah yang Akhir, Dialah Dzahir, Dialah Bathin dan Dialah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
BalasHapusManusia telah memahami (keberadaan) makhluk-makhluk Allah dengan indera dan akalnya. Dengan penginderaan terhadap makhluk-makhluk itulah maka manusia dapat memahami keberadaan Khaliq dengan pasti. Dengan demikian keberadaan (eksistensi) Khaliq merupakan sesuatu yang hakiki, karena eksistensiNya dapat dijangkau oleh manusia melalui inderanya. Dia bukanlah sekedar ide (khayalan) dalam benak manusia.
Ditinjau secara aqliy, Al-khaliq wajib bersifat kekal. Sebab, jika Dia tidak bersifat kekal tentulah membutuhkan kepada yang lain, bila demikian halnya berarti Dia makhluk. Oleh karena itu alam hakiki tidak bersifat kekal, sebab membutuhkan aturan dan keadaan tertentu yang tidak bisa lain kecuali harus selalu terikat pada aturan dan kondisi tersebut.
Begitu pula halnya dengan materi yang bersifat tidak kekal karena membutuhkan yang lain, tidak bisa berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain kecuali dengan proporsi dan aturan tertentu serta tidak bisa lain kecuali terikat pada aturan. Jadi materi itu bersifat membutuhkan kepada yang lain. Oleh karena itu, baik alam hakiki maupun materi bukanlah pencipta. Sebab, keduanya tidak bersifat kekal dan qadim (terdahulu). Maka, tidak ada kemungkinan pencipta yang lain, selain Allah ta`ala. Dengan kata lain Dialah yang bersifat kekal dan qadim.
Nama : Muhammad Taufik Al-Farizi
BalasHapusNim : 12201174
Kelas : 1E
Prodi : Pendidikan Agama Islam
Semester : 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
Nama: ELVA NADILA
BalasHapusKelas:1D PAI
Nim:12201121
Semester 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun.Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah.La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina.Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau dan Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah.
BalasHapusDia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau. Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama. Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur. literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : M.Ridho Nasyirudin
BalasHapusNim : 12201177
Kelas : 1.E
Kesimpulan nya:Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusiaBukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuiDia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Allah SWT tidak butuh untuk dijelaskan, karena dia sudah jelas. Ia kekal abadi hidup selamanya, ia berdiri sendiri
Tahmid
HapusKelas 1F
NIM :12201208
Nama :sendi
BalasHapusKelas:1E
Nim:12201180
Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alamKebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah
BalasHapusNama : arumi samsudin
BalasHapusNim : 12201196
Kelas : 1f
Keagungannya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu kemuliaan nya tidak tersentuh dalam Aksara, gambaran maupun lukisan, dia sama sekali tidak terbetik dalam benak ati zahir maupun batin, dia tidak bisa di batasi dalam segala hal apapun, kebenaran ke Esa an Tuhan dan dia yang maha Esa tidak bisa di definisikan, sungguh dosa yang paling besar adalah syirik, dia bukan nama tetapi dia yang menamai karena dia bukan sesuatu, karna sesuatu pasti makhluk dan makhluk akan musnah.
Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk. Dia maha mulia tapi tidak bisa di mulia kan karena dia bukan materi, dia maha suci tetapi bukan karena dia suci lawan dari kotor. Sucinya tidak bisa di jangkau.
Wallahu yak kamu WA antum la ta'lamun artinya dan Allah Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui
Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, lalu kapan Tuhan butuh pada catering ? Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran.
BalasHapusNama: Zainal
BalasHapusKelas 1 D
Nim: 12201138
Nama : Abdul hadi
BalasHapusKelas:1D
Nim:12201135
Kesimpulan diatas menerangkan tentang Allah SWT.Yang mana Allah al Ahad yang artinya Allah maha esa tidak ada sekutu baginya. Dan Allah lah yang menciptakan sesuatu bukan di ciptai sesuatu, dan dialah pemberi hidayah sedangkan manusia hanya bisa memberi nasehat belum tentu bisa merubah karakter manusia hanya Allah SWT. Yang maha pencipta yang paling sempurna manusia menciptakan memiliki keterbatasan waktu maupun materi sedang kan Allah apa-apa yang telah ia ciptakan tidak ada batasan baik materi maupun waktu. Maka sesungguhnya Allah lah yang maha merajai atas segala semua kerajaan.
NAMA : sohid maualana
BalasHapusNim:12201136
Kelas:1D
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Sungguh sangat mulia ke agungan allah dan tidak ada yang bisa untuk menandinginya.
Nama : Khairunnisa
BalasHapusNIM : 12201110
Kelas : 1D PAI
Semeseter : Satu
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
Nama: Lailatul Mauslimah
BalasHapusKelas: 1D
NIM:12201117
Semester: 1
Prodi:PAI
Keagungan nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemulian beliau tidak tersentuk dalam aksara atau pun dalam bentuk gambar, bahkan dia tidak terbentik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, dia tidak dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Keesaan tuhan tidak dapat didefinisikan bahkan dikarantina dalam logika manusia, dosa yang teramat besar adalah mempersekutukan dengan rancang bangun mimbar sendiri.
Dia bukan nama jika ada nama berarti dia diberi nama ataupun dinamai,dia juga bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat lain nya. Dia tidak bisa dijangkau pandangan tetapi dia bisa menjangkau semua pandangan.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun" (Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui, tidak mengetahui itu lah kebodohan manusia,, tetapi diri manusia telah bodoh dan mampu menghina Allah SWT. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona-zona yang mereka angan-angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung tuhan dalam bacaan-bacaan dan perwataan tentangnya tetapi terbit dari hawa nafsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan-kebohongan tentang tuhan.
Nama : Muhammad Nabil
BalasHapusKelas : 1F
Nim : 12201182
Semester : 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia tidak bisa di jangkau oleh pandangan tapi ia bisa menjangkau semua hambanya tanpa batas.Sungguh tuhan semesta alam yang telah menciptakan dunia beserta isinya dengan penuh kenikmatan dan keindahan.dia bukan sifat karena sifat adalah makhluk. Akan tetapi ia mempunyai sifat 99 yaitu Asmaul Husna.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
Tanpa Al-Qur'an dan para utusan nabi dan rasul yang Allah turunkan maka manusia akan selalu berada di jalan kesesatan.
Nama : Maulia
BalasHapusKelas : 1F
Nim : 12201209
Semester : 1
Keagungannya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu kemuliaan nya tidak tersentuh dalam Aksara, gambaran maupun lukisan, dia sama sekali tidak terbetik dalam benak ati zahir maupun batin, dia tidak bisa di batasi dalam segala hal apapun, kebenaran ke Esa an Tuhan dan dia yang maha Esa tidak bisa di definisikan, sungguh dosa yang paling besar adalah syirik, dia bukan nama tetapi dia yang menamai karena dia bukan sesuatu, karna sesuatu pasti makhluk dan makhluk akan musnah.
Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk. Dia maha mulia tapi tidak bisa di mulia kan karena dia bukan materi, dia maha suci tetapi bukan karena dia suci lawan dari kotor. Sucinya tidak bisa di jangkau.
Nama:Zainal
BalasHapusKelas:1 D
Nim: 12201138
Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah kita lebih bisa mengenal Allah SWT sebagai rab kita yang di mana Allah SWT tidak pernah menjadi kan kita sebagai manusia lebih mengetahui Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun, dan yang lainnya menjadi kita lebih lagi mengagungkan Allah SWT sebagai Rab kita. Dan juga blogspot ini mengajarkan hal lebih yang dimana mengangung kan Allah SWT adalah hal yang paling penting diantaranya hal yang penting karena Allah SWT adalah penyebab dari segala hal ilmu manusia tumbuhan hewan dan seluruh makhluk hidup di dunia ini adalah Allah SWT yang menciptakan nya dan hal Yang bisa dikaitkan adalah dalam hal ini adalah umat Nabi Muhammad Saw yang ketika hari ini kita banyak lupa dengan keangungan Allah SWT tetapi masih Allah SWT berikan waktu untuk bertaubat dan ini hanya ada dan khusus untuk umat nabi Muhammad Saw. Karena berkat doa dari nabi Muhammad Saw Allah SWT menampak keangungan nya .
Nama : Gin Gin Hardiman
BalasHapusKls : 1D Pai
Semester 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.Bukan dalil yang menerangkan Dia, bukan alam yang menjelaskan Tuhan,Kebenaran keesaan,
Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan,Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : Amalia Alza Sholeha
BalasHapusNIM : 12201160
Kelas : PAI 1E
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan. "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri.
Nama: Yunda Acisa Haskil
BalasHapusNIM : 12201175
Kelas : 1E
Prodi : PAI
Matkul : tasawuf
DIA
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam.Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah.Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau.
Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
# "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir,"
ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau.
#" Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,"
artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi.
# "Huwa yuth'imu wala yuth'am,"
artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan,
Wagini
BalasHapusKelas 1E
Semester 1
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah.Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah.Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran.
Nama : aditiya prayoga
BalasHapusNim : 12201145
Kelas 1 E
Kesimpulan adalah dia tak bisa dibatasi oleh akal dan filsafat apapun, sang dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan dia, tetapi dia yang mengambarkan dalil, bukan alam yang menyebutkan tuhan, tapi yang kuasa yang menunjukan alam. dosa yang teramat besar ialah kebangkitan komplotan - komplotan beserta Nya yang telah didesain bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan serta mimbar - mimbar khutbah. sebab dia bukan sesuatu, segala yg mampu dianggap nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. dia tidak mampu dijangkau pandangan, tetapi dia menjangkau semua pandangan, dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan dia tak mampu diteliti, dia tidak bisa dikenal.
Nama: Haikal Azizi
BalasHapusKelas : pai 1E
Nim :12201171
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaannya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, dia tidak bisa di batasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun bukan dalil menerangkan dia, tapi dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan tuhan, tapi Tuhan yang menjelaskan alam. Dia bukan nama, jika nama berarti dia dinamai, sebenarnya bukan dia yang di namai tetapi dia yang menamai sesuatu, segala bisa di sebut nama, pasti la makhluk, makhluk pasti musnah.
Nama: Habib Al idris nasution
BalasHapusKelas : 1E
Nim : 12201173
Prodi : PAI
Semester : 1
Matkul : tasawuf
Keagungan Allah ta'ala tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah.Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, "Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, "Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan, Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran.
Nama : Kholilurrahman
BalasHapusKelas : 1F
Nim : 12201203
Keagungan nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.
Kemuliaan nya yang tidak tersentuh dalam aksara,gambaran,lukisan,bahkan dia sama sekali tidak terbetik didalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab,dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun,oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan dia tapi dia yang menerangkan dalil,bukan alam yang menjelaskan tuhan tapi Tuhan yang menerangkan alam kebenaran keesaan Tuhan dan dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan.
Sebenarnya bukan dia yang dinamai tetapi dia yang menamai sesuatu, karena dia bukan sesuatu segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk.
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara,wa huwallathiful khabir, "Ayat tentang dzat nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena dia bukan materi bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan nama,sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena dia suci lawan dari kotor,suci nya tidak bisa dijangkau bukan dia yang marah karena marah terbit dari rasa kesal,rasa kecewa,rasa benci,rasa dengki,rasa hina,kesal,kecewa,benci,dengki, Hina merupakan sifat sifat kekurangan padahal dia tidak berkurang dan bertambah apa yang berkurang dan apa yang bertambah adalah makhluk aspek jasmani unsur dan materi.
Nama : salwa salsabil
BalasHapusNim : 12201124
Kelas : 1D/ 1
Kesimpulan:
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah.
Nama : Muhammad adib azmi
BalasHapusKelas : 1E
Nim : 12201169
Assalamualaikum wr wb
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Wassalamu'alaikum wr WB
NAMA : Muhammad Wildan
BalasHapusNIM : 12201158
KELAS : 1 E
PRODI : PAI
kemuliaan dan keagungan sifat2 Allah SWT atau Asmaul husna adalah memiliki banyak arti didalam kehidupan manusia sehari-hari yang harus dipraktekkan didalam kehidupan sehari-hari.
Bagi seluruh umat Muslim tentu sudah mengetahui bahwa Allah SWT mempunyai nama-nama indah dan istimewa. Nama-nama ini mencerminkan sifat-sifat kesempurnaan Allah. Di mana hanya diri-Nya lah yang pantas memilikinya. Nama-nama indah yang menunjukkan kesempurnaan dan keagungan Allah ini tidak lain adalah Asmaul Husna.
Asmaul Husna terdiri dari 99 nama. Dimulai dari Ar-Rahman yang berarti Yang Maha Pengasih hingga As-Shabuur yang berarti Yang Maha Sabar. Nama-nama indah Allah ini perlu diketahui oleh setiap umat Muslim. Dengan mengetahui dan mempercayai kebenaran Asmaul Husna dan arti, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan iman kepada Allah.
Bukan hanya itu, nama-nama indah Asmaul Husna ini juga dapat diamalkan di setiap menunaikan ibadah sholat. Asmaul Husna dan arti dapat dibaca seusai melaksanakan sholat, bisa sesudah berdzikir dan sebelum memanjatkan doa permohonan.
Bukan hanya itu, nama-nama indah ini juga bisa diselipkan di setiap doa yang dipanjatkan. Ini sebagai salah satu bentuk komunikasi yang baik dan sopan dari manusia sebagai hamba dengan Sang Penciptanya.
Di samping itu, sifat-sifat keagungan Allah yang penuh dengan kebaikan juga bisa dijadikan tauladan dalam menjalani kehidupan di dunia. Seperti sifat Allah Yang Maha Pengampun, Yang Maha Sabar, dan Yang Maha Penyayang. Beberapa sifat baik tersebut dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nama: Febryan Raditya
BalasHapusKelas: 1E
Nim: 12201179
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
«Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun,» artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan
Nama : Shakila Febriyani
BalasHapusNim : 12201155
Kelas : 1E
Prodi : PAI
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin.
Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain, sifat juga gambaran untuk pengenalan, sesuatu yang bisa dikenal artinya bisa dijangkau, bisa pantau, apakah Dia bisa dijangkau dan Dia bisa dipantau. Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Padahal, Dia tidak berkurang dan tidak bertambah. Apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk, aspek jasmani unsur materi.
"Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT
Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan.
Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum, buah - sayur, lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk Tuhan.
Anggapan yang salah tentang Tuhan akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
NAMA : SEPTIYAH WAHYUNI
BalasHapusNIM : 12201213
KELAS : 1F/SEMESTER 1
Kesimpulan yang dapat saya ambil
Allah swt. Ialah dzat yang kekal dan abadi, Dia maha mulia tetapi tidak di muliakan malah Dia lah yang memulikan kita. Keagungannya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika manusia apalagi menumbuhkan varitas - varitas lain, sungguh dosa yang teramat besar adalah kebangkitan persekutuan - persekutuan bersama Nya yang telah dirancang bangun sendiri dalam mimbar - mimbar ilmu pengetahuan dan mimbar - mimbar khutbah. Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam). Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusNama : Zaki Ferdiansyah
BalasHapusNim : 12201164
Kelas :1 E
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Mimbar ilmu kesarjanaan telah semakin menjauhkan mereka dari Nya karena logika telah mendinding (hijab) Dia yang tak berhingga, tidak bisa didekati dengan ilmu dan amal, ilmu dan amal bersifat berhingga. "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi, bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan dilevel perbuatan, nama, sifat, Dia maha suci tetapi bukan karena Dia suci lawan dari kotor, suci Nya tidak bisa dijangkau, bukan Dia yang marah, karena marah terbit dari rasa kesal, rasa kecewa, rasa benci, rasa dengki, rasa hina. Kesal, kecewa, benci, dengki, hina merupakan sifat - sifat kekurangan. Kebodohan manusia telah menyuruh mereka memetakan Allah SWT dalam zona - zona yang mereka angan - angankan sendiri, dalam wilayah pikiran yang mereka kepung untuk Tuhan lalu mereka jual atas nama kebenaran (semu) agama, mereka telah mengurung Tuhan dalam bacaan - bacaan dan pewartaan tentang Nya tetapi terbit dari hawa napsu materi mereka, lalu mereka buat kebohongan - kebohongan tentang Tuhan. Demikian, literasi monoteisme murni, bukan monoteisme semu, Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama : Siti Aminah
BalasHapusNIM : 12201125
Kelas : 1D
Prodi : PAI
Semester : 1
Bahwa artikel diatas menjelaskan tentang keagungan-keagungan Allah. Keagungan-Nya tidak bisa dijangkau oleh ilmu dan pengetahuan manapun. Tidak bisa dibandingkan oleh akal manusia. Tidak pantas disamaratakan dengan makhluknya. Karena Allah maha sempurna, maha agung, maha segalanya diatas segalanya.
Nama: Abdul Ali Mubarok
BalasHapusKelas:1F
Nim:12201187
Prodi:PAI
Semester:1
bismillahirrahmanirrahim dapat saya ambil dari yang diatas.
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia.Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam. Kebenaran keesaan Tuhan dan Dia yang maha esa tidak bisa didefinisikan, tidak bisa dikarantina ke dalam logika.
Dia bukan nama, jika nama berarti Dia dinamai, sebenarnya bukan Dia yang dinamai tetapi Dia yang menamai sesuatu, karena Dia bukan sesuatu, segala yang bisa disebut nama, pasti lah makhluk, makhluk pasti musnah. Dia bukan sifat, sebab sifat adalah makhluk untuk membedakan satu sifat dengan sifat yang lain,Dia tidak bisa dijangkau pandangan, tetapi Dia menjangkau semua pandangan, Dia maha halus - maha meneliti - maha mengenal. Sedangkan Dia tidak bisa diteliti, Dia tidak bisa dikenal.
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun, artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan.
sekian dari saya terimakasih..
Nama:Gusti Rendra Agung Kusuma
BalasHapusKelas :1F
Nim :12201188
Prodi :PAI
Semester :1
Dari blogspot yg saya baca di atas,yaitu menjelaskan bagaimana keagungan Allah,bagaimana kekuasaan Allah,yg tidak bisa di saingi,di sama ratakan,di pikir melalui nalar manusia bahwa Allah itu adalah yg maha esa hanya 1 untuk selamanya dan yg mengatur kita sebagai hambanya yg hidup di dalam muka bumi ini melalu ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis supaya kita tau bagaimana cara kita mendekatkan diri kepadanya dan hanya bersujud menyembahnya.dan hadis di atas mengatakan "Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun"artinya:dan Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui.jasi sesungguhnya ayat di atas jika lah terkena musibah,jangan suudzon terhadap Allah karena Allah mengetahui apa yg terbaik untuk mu kedepanya,mungkin itu saja tanggapan saya dari blogspot di atas,dan terima kasih
NAMA:KUSNUL KHOTIMAH
BalasHapusNIM : 12201131
KELAS:1D
*Bismillahitohmanirohim*
Kemulian dan keagungan Nya yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,tidak bisa di batasi oleh logika dan filsafat Dialah Tuhan yang Esa Allah swt.yang memiliki 99 nama kemulian.La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir," ayat tentang Dzat Nya, Dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan karena Dia bukan materi.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Dia yang maha mengetahui segala sesuatu,Dia yang menetapkan atas apa yang terjadi di bumi,Manusia makhluk ciptaanNya yang memiliki batas pengetahuan sedangakan Allah maha mengetahui,menandakan bahwasanya Dia adalah tuhan yang satu yang wajib disembah.
"Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Manusia dengan segala nafsunya yang menginginkan segalanya termasuk semua jenis² makanan,manusia dengan sejuta keinginan mencicipi makanan di dunia lain halnya dengan Allah yang tidak mengiginkan dan tidak membutuhkan asupan berupa makanan karna Dia lah yang maha Agung dan Mulia,yang tidak memiliki nafsu belaka dia Tuhan semesta alam tuhan yang Esa Allah swt.
*Wallahu a’lam.....*
Nama: Anisatul Hasanah
BalasHapusNim: 12201211
Kelas: 1F
Keagungan-Nya tidak bisa di jangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi Sepanjang umur manusia. Kemuliaan-Nya yang tidak tersentuh dalam aksara,gambaran,lukisan,bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Seperti ayat "La Yudrikuhul Abshara WA Huwa Yudrikuhul Abshara WA Huwallathiful Khabir" ayat yang menjelaskan tentang Dzat-Nya,Dia Maha Mulia tetapi tidak bisa di mualiakan karena Dia bukan materi,bisa saling memuliakan masih pada tatanan yang di jangkau,bukan Dia yang marah,karena marah terbit dari rasa kesal,rasa kecewa,rasa benci,dengki,hina merupakan sifat-sifat kekurangannya. Padahal Dia tidak berkurang dan tidak bertambah.apa yang berkurang dan bertambah adalah makhluk,aspek jasmani dan rohani.
Nama:iqsan fiqih
BalasHapusKelas:1 d Pai
Nim:12201109
Keagungannya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi si sepanjang umur manusia,dia bukan nama,jika nama berarti dia dinamai, sebenarnya bukan dia yang dinamai tetapi dia yang menamai sesuatu, Karena dia bukan sesuatu ,segala yang bisa disebut nama,pastilah makhluk,makhluk pasti musnah.
La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara wa huwallathiful khabir,ayat tentang dzatnya,dia maha mulia tetapi tidak bisa dimulaikan karena dia bukan materi,bisa saling memuliakan masih pada tataran yang dijangkau pandangan di level perbuatan,nama,sifat,dia maha suci Allah tetapi bukan karena dia suci lawan dari kotor,sucinya tidak bisa di jangkau,bukan dia yang marah,karena marah terbit dari rasa kesal,rasa kecewa,rasa benci,rasa dengki,rasa hina,kesal,kecewa,benci,dengki,hina merupakan sifat-sifat kekurangan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:Dina Safitri
BalasHapusNIM:12201205
KELAS:1F
Semester:1
Dari blogspot yang bapak tulis dapat disimpulkan bahwa sifat Allah tidak bisa disamakan dg apapun.keagungannya tidak ada yg mampu menandingi nya sehingga sulit untuk dicerna oleh logika manusia sejauh manapun pemikiran manusia
Nama: Aulia Safitri
BalasHapusNIM: 12201191
KELAS: 1F
Semester: 1
Ilmu yang saya dapat adalah, Allah SWT. Ialah dzat yang kekal . Keagungan-Nya tidak dapat dijangkau oleh pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi oleh kehidupan manusia, dia bukanlah sebuah nama, jika sebuah nama berarti dia dipanggil, maka dia sebenarnya bukanlah apa yang disebut, tetapi dia disebut sesuatu. karena dia bukan apa-apa, tidak ada yang bisa disebut, tentu makhluk, makhluk harus dihancurkan. Tidak ada yang bisa menandingi keagungan-Nya sehingga logika manusia sulit mencerna bahkan pikiran manusia "La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara, wa huwallathiful khabir", sebuah ayat tentang keberadaan-Nya, Dia Maha Mulia, tetapi Dia tidak terpuji. karena dia bukan materi, Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun', yang artinya: Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Nama:Desi Ratna Sari
BalasHapusNim"12201198
Kelas:1f
Semester 1
Keagungan nya tidak bisa dijangkau dan kemuliaan nya tidak bisa tersentuh dalam aksara, gambaran dan lukisan. Sebab dia tidak dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan dia tetapi dia yang menerangkan dalil.Dia bukan nama, jika ia nama berarti dia dinamai, sebenarnya bukan dia yang dinamai tetapi dia yang menamai sesuatu.
"La yudrikuhul abshara wa huwa yudrikul abshara wa huwallathiful khabir " ayat tersebut tentang dzat nya,dia maha mulia tetapi tidak bisa dimuliakan dan karena dia bukan materi.
"Wallahu ya Lamu wa antum la tak lamun" artinya: Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah tanpa ilmu, dan tanpa kitab menerangi.
"Huwa yuth' imu wala yuth'am artinya: Dia memberi makan dan dia tidak diberi makan. Salah kalau manusia beranggapan bahwa Tuhan butuh makan, minum,buah dan sayuran,lalu manusia pun memberi hidangan dan menu sesajen untuk tuhan lalu kapan tuhan butuh catering? Anggapan yang salah tentang Tuhan, akan berakibat kerusakan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Nama : Syarifah Alya Nurlail
BalasHapusNIM : 12201143
Kelas : 1D PAI
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. "Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun," artinya : Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Tidak mengetahui itulah bentuk kebodohan manusia, tetapi diri manusia yang bodoh telah mampu menghina Allah SWT, mendebat Allah SWT tanpa ilmu, dan tanpa kitab yang menerangi."Huwa yuth'imu wala yuth'am," artinya : Dia memberi makan dan Dia tidak diberi makan. Dia suci tanpa ikutan kajian makhluk baik dalam pengajian maupun pengajaran. Menegakkan Dia, tapi Dia tidak butuh ditegakkan, untuk menjelaskan Dia, tetapi Dia tidak butuh untuk dijelaskan, sebab Dia telah jelas dengan diri Nya, bahwa Dia hidup kekal abadi, selama Nya berdiri sendiri. (Wallahu a’lam).
Nama: Syahdi
BalasHapusKelas: 1F PAI
Nim: 12201181
Keagungan Nya tidak bisa dijangkau sejauh apapun capaian ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sepanjang umur manusia. Kemuliaan Nya yang tidak tersentuh dalam aksara, gambaran, lukisan, bahkan Dia sama sekali tidak terbetik dalam benak hati kata dzahir dan kata batin. Sebab, Dia tidak bisa dibatasi oleh logika dan filsafat apapun, oleh dalil apapun. Bukan dalil yang menerangkan Dia, tetapi Dia yang menerangkan dalil, bukan alam yang menjelaskan Tuhan, akan tetapi Tuhan yang menerangkan alam.