MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA
MENINGGALKAN PERBUATAN YANG SIA-SIA
Oleh
Ma'ruf Zahran Sabran
IBADAH yang besar pahalanya adalah meninggalkan perbuatan yang
sia-sia lagi dibenci (makruh), lebih-labih dari perbuatan terkutuk yang
dilarang (haram). Berzina hukumnya haram, mendekat kepada perbuatan zina sangat
dibenci Allah SWT. Berbuat mubazir, berlebihan adalah haram. Sedang perbuatan
yang mendekati pemborosan dihukum makruh seperti merokok. Sebagian ulama
mengatakan haram.
Meninggalkan perbuatan makruh seperti merokok, artinya seseorang lebih
dekat kepada Allah SWT. Maksudnya, menunaikan apa yang diperintah dan menjauhi
apa yang dilarang adalah pengertian takwa. Takwa merupakan kunci surga dan
kebahagiaan dunia-akhirat. Orang-orang yang takwa, doanya mudah dikabulkan
Allah SWT. Salah satunya karena dia tidak merokok. Sebab bagaimana doa bisa
dikabulkan, sekira setiap hari kita berbuat sesuatu yang makruh, yaitu
perbuatan yang dibenci Allah SWT. Berbuat baiklah kepada Allah dengan cara
menyayangi diri sendiri untuk berhenti
merokok. Seruan sayang dari Pencipta telah Dia sampaikan: "Wa-anfiqu fi
sabilillah, wala tulqu bi-aidikum ilattahlukati wa ahsinu, innallaha yuhibbul
muhsinin." (Albaqarah:195). Berinfaklah (belanjakan) harta di jalan Allah.
Dan janganlah engkau binasakan dirimu ke lembah kebinasaan. Berbuat baiklah
kepada dirimu sendiri (dengan berhenti merokok). Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang berbuat kebaikan.
Ayat tersebut mengandung tiga pesan moral tentang kebahagiaan,
larangan melacurkan diri ke lembah kehinaan dan kebinasaan, seruan menuju
kesehatan dan keselamatan. Pertama, ajakan kebahagiaan dengan cara banyak
berbagi. Pemantik kebahagiaan diantara faktornya ialah keseringan menerima.
Menerima, jangan lupa untuk mengasih (filosofi terima-kasih). Penting, ialah
sikap keseringan memberi. Orang yang sering memberi, pasti akan menuai
kebahagiaan yang kekal. Kemestian yang menjadi hukum Allah yang tertulis di
semesta. Ikatlah rezeki dengan cara banyak memberi cinta, kasih, sayang dan
perhatian. Perbanyak rezeki dengan cara sedekah. Sungguh, Allah menghancurkan
riba dan menyuburkan sedekah (baca: Albaqarah:276).
Orang yang gemar berbagi, pertanda di hatinya penuh cinta kepada
sesama. Pemberian di sini tidak sebatas materi, uang. Juga mencakup seluruh
yang berguna lagi bermanfaat. Dalam konteks "celaka bagi orang-orang yang
salat." Indikatornya adalah mereka yang lalai dalam salat, selain waktu,
syarat dan rukun. Lalai pula pada komitmen salat yaitu penganjur kebaikan
terutama memberi makan orang-orang miskin. Lalai juga diartikan mereka yang
menghardik anak yatim. Mereka yang riya' dengan amal salat, dan enggan membantu
sesama berupa barang-barang yang
berguna.
Pesan moral kedua, jangan lacurkan dirimu ke jurang kebinasaan.
Tujuan syariat dihadirkan untuk menjaga diri, jiwa, keluarga, keturunan. Jangan
merusak diri dan keluarga dengan merokok. Peringatan tegas telah ditulis di
bungkus rokok: Merokok dapat menyebabkan impoten, kemandulan, jantung dan paru.
Intinya merusak kesehatan. Sedang kesehatan adalah modal (capital) dan investasi
paling berharga. Selain itu, asap rokok bisa merusak janin dan menurunkan
kecerdasan anak hingga 15% bahkan lebih.
Dibutuhkan kesadaran untuk berhenti merokok. Tekad yang kuat dari
para perokok untuk berhenti sebelum fatal merupakan pilihan orang pintar.
Sayangilah orang-orang disekitar kita. Bukti sayang ialah anda tidak merokok.
Dengan tidak merokok, anda telah menjaga kesehatan paru diri anda, orang-orang
terkasih dan sanitasi lingkungan. Tidak ada yang lebih memenjara dalam hidup
ini, kecuali ketergantungan dan kecanduan terhadap sesuatu. Sehingga pepatah
Arab mengatakan: "Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja."
Ketika fatwa mengatakan rokok makruh bahkan haram. Meninggalkan
rokok termasuk perbuatan terpuji dari orang-orang baik. Ketika mereka mendapat
hidayah untuk berhenti merokok, Allah menyatakan: Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang berbuat kebaikan. Maksudnya, kehadiran anda yang tidak
merokok, akan sangat banyak memberi manfaat dan membuang mudarat. Tidak sekadar
hemat belanja dapur, tapi sebagai seorang ayah, tanda telah banyak
menyelamatkan generasi untuk menjalani hidup secara sehat nantinya. Bebaskan
keluarga dan masyarakat dari bahaya asap rokok. Songsong masa depan generasi
muda yang sehat, cerdas, beriman, berakhlak dan berkarya.
Jangan kotori udara dengan asap rokok, jangan cemari air sungai
dengan penambang emas liar. Marilah membangun bumi sebagai warisan paling
bernilai untuk generasi-z. Jangan sampai setelah generasi tua tiada, mereka
mewarisi hutan yang gundul akibat dibabat. Sehingga bicara mereka tentang
banjir dan banjir. Bumi yang tidak lagi ramah menyapa penghuninya.
Mewariskan sungai dan danau yang kotor. Atau mewariskan bumi yang
panas (global warming) sebagai efek rumah kaca dan gas emisi yang berdampak
terhadap lapisan ozon yang semakin menipis. Kekurangan pangan berdampak tingkat
kriminalitas untuk sekadar mempertahankan kehidupan dan keluarga. Isu-isu
kontemporer yang akan dihadapi gen-z. Haruskah realita kepedihan ini
diwariskan?
Pesan moral yang ketiga ialah senantiasa berbuat baik. Allah sangat
mencintai orang-orang yang berbuat baik, dan Dia sangat dekat kepada mereka.
Karena Dia adalah maha baik (Albar), Dia tidak menyakiti. Bila keinginan
manusia terasa tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Percayalah, Dia sedang
menyiapkan hikmah terbesar dalam hidupmu. Tidaklah Dia akan menarik sesuatu,
kecuali Dia telah menyediakan ganti terbaik. Minimal untuk memasukkanmu ke
dalam surga melalui jalan sabar yang ditempuh saat menghadapi kehilangan.
Wallahualam.
Komentar
Posting Komentar