MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR

 


MENELADANI AKHLAK ALLAH DALAM NAMA ASY-SYAKUR DAN ASH-SHABUR

Oleh

Ma'ruf Zahran Sabran

DUALITAS nama-Nya sering ditemukan dalam Asmaul-husna (nama-nama yang baik), seperti An-Nafi' (pemberi manfaat) dan Adh-Dhar (pemberi mudharat). Asy-Syakur (sangat bersyukur), Ash-Shabur (sangat bersabar), dua nama yang selalu beriring-bersama. Allah sangat senang, apabila hamba meminta dengan bersandar kepada seluruh nama-Nya, sesuai permohonan hajat hamba. Misal, ketika hamba memohon curah-tambahan ilmu, mengadulah dengan nama-Nya, ya 'Alim, wahai yang maha berilmu. Tatkala meminta kesehatan yang prima dan kesembuhan dari sakit. Panggillah nama-Nya, ya Syafi, wahai yang maha menyembuhkan. Sewaktu berhajat kepada-Nya untuk kekayaan dunia-akhirat, dengan wajah memelas di hadirat kasih-Nya, dengan tutur kalam lirih di peluk dan dekapan sayang-Nya, ya Rahman, ya Rahim, ya Halim, ya Ra'uf, ya Ghani, ya Mughni (wahai sang pengasih, penyayang, penyantun, pemurah, maha kaya lagi mengayakan).

Allah Asy-Syakur sangat berterimakasih kepada hamba yang meminjamkan jiwa dan hartanya di jalan-Nya. Bukan berarti Dia tidak sanggup berbuat atau lemah bertindak. Bukankah jiwa dan harta semesta milik-Nya. Namun yang maha berterimakasih sedang mengajar balaslah kebaikan dengan cara yang lebih baik atau setara. Membuktikan Tuhan sangat royal terhadap pahala, ampunan, pemurah dalam anugerah. Membuktikan Tuhan sangat cepat dalam mensyukuri amal ibadah hamba yang tulus. Meskipun sebenarnya niat baik berasal dari-Nya, tindakan taat bersumber dari-Nya. Dan kepada-Nya kembali semua taat dan puji-puja untuk-Nya semata. Kecuali itu, Dia tidak pernah lupa berterimakasih kepada hamba-Nya. Namun Dia menunda hukuman kepada hamba yang berdosa. Dalam rangka bersabar menunggu tobat mereka.

Allah Ash-Shabur sangat penyabar dalam melihat, mendengar dan menyaksikan kedurhakaan hamba-Nya. Tanpa buru-buru merespon dosa mereka dengan siksa. Di tengah dosa manusia yang melanda, Ash-Shabur menyediakan pintu ampunan yang luas dan payung perlindungan yang lebar. Berharap dengan kasih-sayang Tuhan dan kesabaran, manusia tergerak hati untuk kembali ke pangkuan-Nya. Disamping Tuhan selalu memberikan bimbingan, arahan, petunjuk dan pendampingan melalui suara hati terdalam para pendosa. Kendatipun suara Tuhan sering diabaikan. Tapi Dia tidak pernah bosan melalui berbagai cara, Dia menarik tangan hamba-Nya yang terperosok ke jurang lumpur. Dia halangi hamba-Nya berbuat dosa melalui rasa malu. Dan melalui akibat dosa yang akan mereka tanggung. Seperti kerusakan raga dan jiwa, rasa bersalah, rekam jejak yang kelam, dihukum oleh masyarakat dan negara, sampai kehilangan kepercayaan publik.

Meneladani akhlak Allah dalam nama-Nya Asy-Syakur dan Ash-Shabur menjadikan seseorang tahu diri. Ketika datang kenikmatan dari-Nya, limpahan karunia dengan kelemah-lembutan pemberian pelayanan. Pasti respon hamba ialah bersyukur kepada yang memberi nikmat.

Bersyukur kepada Allah dengan mengarus-utamakan tiga spektrum syukur. Syukur dengan hati, syukur dengan lisan, syukur dengan perbuatan.

Syukur secara hati artinya meyakini bahwa Allah yang menetapkan rezeki, mengantar dan memberi rasa riang-gembira bagi para penerima, sehingga memantik rasa terimakasih kepada Allah dan kepada manusia yang Dia tunjuk sebagai penyampai nikmat dari-Nya. Sebab siapa yang bersyukur kepada manusia, esensinya bersyukur kepada Allah Ta'ala. Hati yang diliputi rasa syukur akan selalu menghargai pemberian Tuhan, meski sedikit. "Dan ingatlah ketika Tuhanmu telah menyerukan kepada siapa yang bersyukur, pasti Allah tambah nikmat-Nya. Dan siapa yang kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7)."

Syukur secara lisan bermakna mengucap puji kepada Tuhan atas segala pemberian yang tidak terbatas dan tidak sanggup terbalas. Hamdalah yaitu ucapan segala puji bagi Allah. Alhamdulillah ketika menerima nikmat dan Alhamdulillah ketika terhindar dari bala' (derita). Alhamdulillah sesudah makan, sesudah minum, bangun tidur atau setiap kali selesai menunaikan aktivitas.

Syukur secara perbuatan artinya menggunakan seluruh jasmani dan rohani sesuai dengan kehendak Tuhan pemberi rezeki. Seluruh anggota tubuh bersyukur bermakna menggunakan mata, telinga, mulut, tangan, kaki, otak dan hati untuk menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Meneladani akhlak Allah dalam nama-Nya Ash-Shabur menjadikan seseorang tahan uji dengan bersandar kepada-Nya di dalam kesabaran. Sabar dalam menunaikan perintah, sabar dalam meninggalkan larangan, sabar dalam menghadapi musibah derita. Sungguh pahala orang yang sabar tidak akan putus-putusnya. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar. Wallahu a'lamu bish-shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHLAK 1- HAK DAN KEWAJIBAN TETANGGA

PEMBELAJARAN PAI-SKI

AL BARKAH