SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

 




SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

Oleh

Ma'ruf Zahran Sabran

MASYARAKAT Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan sekitarnya, tentu pernah mendengar nama Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Bukan sebatas nama, tapi perjuangan beliau yang tak kalah penting dalam ikut merebut dan mengisi kemerdekaan. Terutama kiprah di bidang pendidikan Islam, sosial dan dakwah santun, harmoni saling asah, asih dan asuh.

Jejak ulama Guru Haji Ibrahim yang akrab dipanggil Guru Braem tidak terlepas dari peran utama Guru Haji Ismail Mundu bin Daeng Haji Abdul Karim. Seakan kedua nama mereka tidak terpisah. Bukan sebatas hubungan guru-murid. Namun lebih daripada itu, hubungan orang tua dengan anak yang paling disayangi. Guru Ibrahim inilah yang terus melanjutkan cita-cita Guru Haji Ismail Mundu di kawasan yang pernah dirintis. Dalam rangka menyebarkan ajaran dan mengembangkan sayap dakwah. Membuka lahan dakwah baru wilayah Sungai Ambawang dan sekitar, tepatnya di Desa Durian. Mengikuti jejak guru dalam pemikiran, perjuangan dan kiprahnya. Kesatuan tiga ajaran yang tak terpisah, tauhid, fikih dan tasawuf. Tauhid mengajarkan keesaan Allah, fikih memuat hukum dan tasawuf mengedepankan adab dan akhlak. Akhlak kepada Allah, manusia dan alam semesta. Beliau juga mengajar Alquran di semua elemen masyarakat.

Peringatan satu abad Masjid Miftahurridha wilayah Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang menjadi saksi bisu perjuangan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, dirangkai dengan acara maulid dan haul Tuan Guru. Kita juga bisa menyaksikan, selain peninggalan bersejarah dari beliau berupa karya tulis, rumah dan madrasah. Keluarga, keturunan dan murid beliau merupakan saksi hidup yang bisa menjelaskan kiprah perjuangan berbasis adab, kasih sayang dan cinta tulus yang sanggup menembus sekat dan melintas batas agama, suku, ras dan antar golongan. Padang Tikar, Teluk Pakedai, sepanjang tepian Sungai Ambawang merupakan rute dakwah beliau, disamping sebagai narasumber yang sering diundang untuk memberi jalan keluar atas persoalan umat dan masyarakat. Beliau selalu menggunakan bahasa adab, cinta dan pendekatan kearifan lokal dalam bicara. Nasehat yang santun tanpa menyakiti. Kesadaran yang tumbuh karena kekuatan sandaran spiritual beliau kepada Allah SWT. Sehingga setiap nasehat darinya adalah sentuhan batin yang sanggup menyejukkan hati dan menyirami jiwa yang lagi remuk dirundung-lara. Multi talenta yang dianugerahkan Tuhan padanya, membuat umat semakin cinta kepada sang Guru sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Ibarat beliau menjadi bahu untuk bersandar, menjadi sahabat setia di kala lapang dan sempit.  Mendahulukan kepentingan umat daripada kepentingan pribadi dan golongan. Demikian selayaknya akhlak ulama yang telah beliau contohkan.

Dari beberapa sumber terpercaya, beliau juga sering mengobati orang sakit. Tatkala dokter dan tenaga medis masih sangat langka untuk dijumpai. Mengingat masa hidup Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (lahir: Medan Sri, Padang Tikar, 1902, wafat: Pontianak, 1988), masa dimana guru, dokter dan profesi lain masih langka di Indonesia, terlebih di Pontianak dan sekitar. Sehingga kehadiran beliau sangat dinanti masyarakat, sebagai guru dan dokter.

Banyak petuah bestari yang hingga detik ini, masih hidup di hati keluarga, para murid, muhibbin, sejarawan, pemerhati dan peneliti, untuk selalu diamalkan. Seperti manaqib yang dibacakan oleh Dr. Lukmanul Hakim, M.S.I yang bersumber dari puteri tunggal Guru Haji Ibrahim, Umi Hajjah Halbani.

Diantara petuah ujaran berhikmah beliau adalah: "Berilah minum orang yang datang ketika aku masih hidup atau yang berziarah ke kuburku ketika aku telah wafat. Apabila sampai waktu makan, berilah mereka makan. Karena mereka adalah tamuku." Sifat kasih sayang sangat menonjol pada diri Guru Haji Ibrahim. Terbukti dalam keterangan manaqib, beliau menyediakan 10 kg beras setiap hari beserta menu lauk-pauk beragam. Tanpa membedakan latar belakang, setiap tamu tidak akan keluar dari rumah Tuan Guru kecuali dalam keadaan kenyang.

Sifat peduli, ramah, pemurah, pengasih lagi penyayang, ikhlas memberi tanpa ungkitan. Faktanya, rumah Tuan Guru selain sebagai madrasah tempat belajar-mengajar. Tempat menerima tamu, menjadi rumah singgah musafir, majelis taklim dengan menyediakan ruang dan waktu bagi ulama yang baru datang ke Pontianak untuk menyampaikan ceramah agama, seperti Habib Ridha bin Yahya dari Surabaya, Syekh Ramadan dari Sudan. Beliau juga menerima sebanyak 60 jiwa yang harus diselamatkan sebagai anak asuh, terbanyak dari anak Tionghoa. Tuan Guru adalah orang tua asuh bagi keluarga miskin, bayi terlantar, anak terbuang, berstatus yatim-piatu. Tuan Guru telah meyakini, menghidupkan satu jiwa manusia, sama dengan menghidupkan semua manusia. Akhirnya setiap hari, Tuhan jadikan rumah Tuan Guru selalu dikunjungi oleh pejabat dan rakyat, orang kaya dan orang miskin. Mereka bertandang meminta nasehat dari sang Maestro.

Kepribadian mulia dari beliau ialah tidak pernah meminta upah atas ilmu yang diberikan, beliau tidak meminta jasa atas layanan dan konsultasi. Meskipun orang-orang jauh datang untuk belajar dan berobat tetap beliau layani, membuat namanya gilang-gemilang . Tidak sedikit yang bermalam di rumah beliau. Beliau sediakan jaminan makanan dan minuman gratis, serta tempat istirahat yang nyaman. Gurunda ibarat sang surya menyinari dunia. Hanya memberi tak harap kembali. Sifat pemurah tersebut terinspirasi dari kitab pertama yang beliau ajarkan kepada semua murid. Kitab yang bernama: "Adabul- Insan" (Adab kepada Manusia). Guru mengajarkan, baguskan adabmu kepada manusia. Niscaya Allah Ta'ala akan mencukupimu. Bersyukurlah kepada manusia, pasti Allah Ta'ala akan bersyukur kepadamu. Sayangi apa yang ada di bumi, niscaya yang di langit pasti menyayangimu. Cinta tulus dan kasih Tuhan Allah akan selalu tercurah bagi jiwa pengasih dan penyayang. Sebaliknya, orang yang tidak menyayangi, pasti tidak disayangi. Rasulullah panutan sang Guru pernah bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (Hadis Riwayat Muslim)."

Peringatan Satu Abad Masjid Miftahurridha sudah dilaksanakan, Sungai Ambawang, Ahad, 30 Agustus 2026. Ucapan tahniah dan selamat kepada panitia beserta segenap jajaran. Apresiasi yang setinggi-tingginya, salam hormat dihaturkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya yang telah menghadiri acara Satu Abad Peringatan Masjid Miftahurridha yang telah didirikan oleh Guru Haji Ibrahim beserta ayahnda Guru Haji Basir bin Haji Tahir di tahun 1925. Selanjutnya, PEMDA KKR mendaulat Masjid Miftahurridha sebagai cagar budaya sejak tahun 2022. Suasana asri di tepian sungai Ambawang, terdapat tempat ibadah dan pusara sang-Mursyid, dapat dijadikan destinasi wisata religi lokal dan mancanegara. Semoga generasi milenial mampu mensuri-tauladani nilai-nilai kebaikan universal dari putera terbaik bangsa, Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir yang melegenda di hati umat dan menginspirasi karena kemurahan, kasih, sayang, damai dan ajaran agama tentang cinta. Kepedulian tulus, sejahtera dan pemberian tanpa pamrih yang beliau titipkan. Menjadi pesan moral berharga kepada semua lapisan masyarakat dari generasi ke generasi.

Komentar

  1. Nama: Riska Novalita Putri
    NIM: 261031069
    Kelas: 1A
    Program Studi: D3 Gizi

    Tulisan tentang satu abad Masjid Miftahurridha ini sangat menarik dan informatif. Artikel tersebut tidak hanya menceritakan sejarah masjid, tetapi juga menunjukkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan peran masjid dalam kehidupan masyarakat. Semoga Masjid Miftahurridha terus menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

    BalasHapus
  2. Salma najwa
    Nim261031058
    Sungguh kisah yang penuh keteladanan. Perjuangan Guru Haji Ibrahim dalam berdakwah dan mengajarkan tauhid, fikih, tasawuf, serta akhlak menjadi warisan berharga yang patut kita jaga dan teruskan. Semoga perjuangan dan ilmu beliau senantiasa menjadi amal jariyah. 🤲

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Nama : Anggun Citra lestari
    NIM : 261031004
    Kelas : 1B
    Prodi : D3 Gizi
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tulisan yang sangat menarik, oleh bapak Ma'ruf Zahran Sabran. Pemaparan mengenai usia masjid Miftahurridha di Kalimantan barat yang sudah mencapai satu abad serta peran Tuan Guru Haji Ibrahim Basir yang memberikan wawasan baru bagi kami mengenai jejak perjuangan ulama lokal dalam menyiarkan Islam. Penulisan sejarah lokal seperti ini sangat penting agar kami generasi muda tidak lupa pada akar dakwah di daerah kita. Sebagai catatan atau pertanyaan diskusi: apakah penulis menemukan tantangan atau arsip langka tertentu saat melacak sejarah awal pendirian masjid ini oleh sang Tuan Guru? Terima kasih atas inspirasi dari tulisannya.

    BalasHapus
  5. Nama: Anisa
    Kelas:1A
    Nim: 261031005
    Sebagai seorang mahasiswa, menurut saya tulisan ini sangat menarik dan memberikan banyak pelajaran, terutama tentang bagaimana seorang ulama tidak hanya berperan dalam mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim Basir menunjukkan bahwa ilmu yang dimiliki seharusnya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk membantu dan memberikan manfaat kepada orang lain.
    Saya juga sangat tertarik dengan sikap beliau yang tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang, suku, maupun status sosial. Menurut saya, nilai kasih sayang, kepedulian, keikhlasan, dan sikap membantu sesama seperti inilah yang sangat penting untuk diterapkan oleh generasi muda saat ini.

    BalasHapus
  6. Nama:Kenia Ardiayanti
    NIM:261031035
    Kelas:1A
    Program Studi:D3Gizi

    Cerita ini sangat menarik dan menginspirasi karena menggambarkan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan ilmu agama serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial, beliau juga menunjukkan sikap ikhlas, dermawan, penyayang, dan tidak membeda-bedakan orang, namun yang paling penting dari cerita ini adalah bagaimana perjuangan dan nilai-nilai kebaikan tersebut tetap dijaga melalui Masjid Miftahurridha, sehingga kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pelajaran bagi generasi sekarang untuk menghargai jasa ulama, peduli terhadap sesama, serta meneruskan semangat pengabdian dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  7. Nama:Hafidzah putri
    NIM:261031029
    Kelas:1A
    Program Studi:D3Gizi

    Pembahasan ini sangat menarik karena mengangkat perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial. Sikap beliau yang dermawan, rendah hati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat patut dijadikan contoh bagi generasi muda. Selain itu, Masjid Miftahurridha menjadi bukti nyata warisan perjuangan beliau yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

    BalasHapus
  8. Nama: Della Permata Sari
    NIM: 261031014
    Kelas: 1 (B)
    Prodi: D3 Gizi
    Artikel yang sangat inspiratif. Dari kisah Tuan Guru Haji Ibrahim, kita dapat belajar bahwa ilmu akan lebih berarti ketika disertai dengan adab, kasih sayang, dan kepedulian kepada masyarakat.

    BalasHapus
  9. Nama : Desta Harfa Liana
    Nim : 261031015
    Kelas : 1A
    Program studi : D3 Gizi

    Menurut saya Artikel ini sangat menarik untuk dibaca karena mengangkat sejarah panjang Masjid Miftahurridha yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat selama satu abad. Tulisan ini memberikan gambaran bahwa sebuah masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah, sosial, dan kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

    BalasHapus
  10. nama : Serly Rahmadani
    nim : 261031059
    kelas : 1B
    prodi D3 Gizi

    Keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir menunjukkan bahwa ilmu agama bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang adab, kasih sayang, kepedulian, dan keikhlasan dalam melayani sesama. Semoga perjuangan dan nilai-nilai kebaikan beliau terus dikenang serta menjadi teladan bagi generasi muda. Semoga Masjid Miftahurridha senantiasa menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kebaikan bagi masyarakat.

    BalasHapus
  11. Nama : Ksatrianda Sahid Al Farrasi
    NIM : 261041047
    Kelas : 1A
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan yang sangat inspiratif dan sarat makna sejarah! Artikel ini tidak hanya mengenalkan kita pada sejarah 100 tahun Masjid Miftahurridha, tetapi juga membuka mata kita akan besarnya keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir—mulai dari kedermawanannya, dakwah yang santun, hingga kepedulian sosialnya tanpa membeda-bedakan golongan. Terima kasih kepada penulis yang sudah mendokumentasikan jejak perjuangan ulama lokal ini. Semoga nilai-nilai kebaikan dan keberadaan masjid ini terus terjaga bagi generasi muda.

    BalasHapus
  12. Nama: Dewi aprilya nurshyta sari
    Nim: 261041018
    Kelas: 1B
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika
    Menurut saya, tulisan ini sangat menarik karena menceritakan sejarah Masjid Miftahurridha dan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan ilmu agama. Kisah ini juga mengajarkan kita untuk menghargai jasa ulama dan menjaga warisan sejarah serta keagamaan bagi generasi berikutnya.

    BalasHapus
  13. NAMA:SYIFA RESTU KHALILAH
    NIM:261041072 KELAS:B
    PRODI:D4 GIZI DAN DIETETIKA Menurut saya, artikel ini cukup menarik karena membahas sejarah Masjid Miftahurridha yang sudah berdiri selama satu abad. Dari artikel ini kita bisa mengetahui bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Menurut saya, sejarah seperti ini penting untuk diketahui dan dilestarikan oleh generasi muda.

    BalasHapus
  14. Tulisan ini sangat menarik dan memberikan wawasan tentang perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan kemanusiaan. Nilai keteladanan beliau, terutama dalam hal kasih sayang, kepedulian, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat, sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda saat ini. Semoga perjuangan dan nilai-nilai kebaikan beliau dapat terus dikenang dan diteladani.

    Nama: Siti Keyla Cinta Zahra
    NIM: 261041070
    Kelas: 1B
    Program Studi: D4 Gizi dan Dietetika

    BalasHapus
  15. Nama:sandy yudha apriadi
    nim:261011012
    prodi:d3 sanitasi
    menurut saya ,Artikelnya sangat menarik dan menambah wawasan tentang sejarah Masjid Miftahurridha. Penyampaiannya juga mudah dipahami. Semoga sejarah dan nilai-nilai yang ada di dalamnya tetap terjaga untuk generasi selanjutnya.

    BalasHapus
  16. Nama: Vidra Fanelia
    Nim:261041078
    Kelas:1B
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika
    Assalamualaikum wr wb Menurut saya, kisah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir bukan hanya menceritakan perjuangan seorang ulama, tetapi juga menunjukkan bagaimana ilmu bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Hal yang paling menarik bagi saya adalah sikap beliau yang tetap melayani dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sebagai mahasiswa, kisah ini mengingatkan saya bahwa ilmu yang kita pelajari sebaiknya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa digunakan untuk membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain sekian terima kasih🙏

    BalasHapus
  17. NAMA :AZAHRA KHAIRUL
    KELAS :1B
    PRODI : D4 Gizi dan Dietetika
    Menurut saya, artikel ini sangat bagus dan menginspirasi karena menggambarkan sosok Guru Haji Ibrahim yang penuh kasih sayang, peduli, dan ikhlas dalam membantu sesama. Artikelnya juga menyampaikan nilai-nilai agama dengan cara yang sederhana, sehingga saya sebagai mahasiswa bisa mengambil keteladanannya untuk lebih peduli dan bermanfaat bagi orang lain.

    BalasHapus
  18. Nama : Kaesa Faiha Aqila
    NIM : 261041041
    Kelas : 1A
    Prodi : D4 Gizi & Dietetika

    Menurut saya, tulisan Bapak Ma’ruf Zahran Sabran sangat menarik dan inspiratif karena menceritakan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Dari tulisan ini, saya tidak hanya mendapat wawasan tentang sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga belajar tentang pentingnya adab, keikhlasan, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Menurut saya, nilai-nilai keteladanan beliau masih sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat bahwa ilmu akan lebih berarti jika bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

    BalasHapus
  19. Nim : 261041034
    prodi : D4 Gizi
    Menurut saya, tulisan ini cukup menarik karena membahas sejarah Masjid Miftahurridha yang sudah berusia satu abad. Hal yang paling menarik adalah bagaimana keberadaan masjid tersebut tidak hanya dilihat sebagai tempat ibadah, tetapi juga bagian dari perjalanan masyarakat. Namun, menurut saya akan lebih bagus jika beberapa bagian dilengkapi dengan sumber atau bukti sejarah yang lebih jelas, sehingga pembaca bisa lebih memahami perubahan dan peran masjid tersebut dari dulu sampai sekarang.

    BalasHapus
  20. nama : nazila hikmah
    nim 261041059
    kelas:a
    progam studi:d4 gizi dan dietetika


    Tulisan yang sangat informatif dan penuh narasi sejarah yang kuat. Artikel ini berhasil membuka wawasan kita tentang pentingnya menghargai jasa para ulama lokal seperti Tuan Guru Haji Ibrahim Basir yang telah berjuang demi kemerdekaan dan pendidikan di Kalimantan Barat."

    BalasHapus
  21. Nama : Keisha Farras Raihanah
    NIM : 261041044
    Kelas : 1B
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan ini sangat menginspirasi karena berhasil menggambarkan sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga pahlawan kemanusiaan yang menebarkan kasih sayang, kedermawanan, dan toleransi tanpa pandang bulu. Keteladanan beliau dalam memuliakan tamu, merawat anak asuh, serta menyebarkan dakwah berbasis adab menjadi warisan moral dan sejarah yang sangat berharga untuk diteladani generasi muda saat ini.

    BalasHapus
  22. Nama: Ai Cahyati
    Nim : 261041001
    Kelas: 1A
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan ini sungguh menyentuh hati dan penuh keteladanan yang sangat berharga. Tuan Guru Haji Ibrahim bukan sekadar pendidik atau pengobat, melainkan sosok pelita yang menerangi kehidupan banyak orang dengan kasih sayang, kemurahan hati, dan ketulusan yang tiada tara.

    Sikapnya yang menyambut setiap tamu tanpa membedakan asal-usul, menyediakan kebutuhan mereka, mengasuh puluhan anak yatim—termasuk anak-anak keturunan Tionghoa—serta melayani ilmu dan pengobatan tanpa pernah meminta imbalan, adalah cerminan nyata ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin. Beliau benar-benar menghidupkan makna: "menghidupkan satu jiwa, seakan menghidupkan seluruh manusia", serta menjadikan adab dan kasih sesama makhluk sebagai inti ajaran utama.

    BalasHapus
  23. Nama: Firdha Luna Azzahra
    NIM: 261041030
    Kelas: 1B
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan yang sangat inspiratif, menggambarkan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim dalam ilmu, dakwah, kasih sayang, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga nilai-nilai perjuangan beliau terus diwariskan kepada generasi muda. 🙏✨

    BalasHapus
  24. NAMA : AZAHRA KHAIRUL
    NIM : 261041008
    KELAS :1B
    PRODI :D4 Gizi dan Dietetika
    Menurut saya, artikel ini sangat bagus dan menginspirasi karena menggambarkan sosok Guru Haji Ibrahim yang penuh kasih sayang, peduli, dan ikhlas dalam membantu sesama.Artikelnya juga menyampaikan nilai-nilai agama dengan cara yang sederhana, sehingga saya sebagai mahasiswa bisa mengambil keteladanan untuk lebih peduli dan bermanfaat bagi orang lain.

    BalasHapus
  25. Nama: Ai Cahyati
    Nim : 261041001
    Kelas:1A
    Ptodi :D4 Gizi dan Dietetika
    Tulisan ini sungguh menyentuh hati dan penuh keteladanan yang sangat berharga. Tuan Guru Haji Ibrahim bukan sekadar pendidik atau pengobat, melainkan sosok pelita yang menerangi kehidupan banyak orang dengan kasih sayang, kemurahan hati, dan ketulusan yang tiada tara.

    Sikapnya yang menyambut setiap tamu tanpa membedakan asal-usul, menyediakan kebutuhan mereka, mengasuh puluhan anak yatim—termasuk anak-anak keturunan Tionghoa—serta melayani ilmu dan pengobatan tanpa pernah meminta imbalan, adalah cerminan nyata ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin. Beliau benar-benar menghidupkan makna: "menghidupkan satu jiwa, seakan menghidupkan seluruh manusia", serta menjadikan adab dan kasih sesama makhluk sebagai inti ajaran utama.

    BalasHapus
  26. Nama : Balqis Aurelisabillah
    NIM : 261031010
    Kelas : 1B
    Program studi: D3 Gizi

    Menurut saya, tulisan ini menarik karena Masjid Miftahurridha tidak hanya digambarkan sebagai bangunan bersejarah, tetapi sebagai saksi perjalanan kehidupan dan perkembangan masyarakat di sekitarnya. Nilai sejarah tersebut membuat keberadaan masjid ini terasa lebih bermakna untuk dikenalkan kepada generasi sekarang.

    BalasHapus
  27. Nama: Wirda Nuril Afifah
    Nim: 261031066
    Kelas: 1A
    Prodi: D3 Gizi


    MasyaAllah, tulisan yang sangat menyentuh dan penuh makna. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim memberikan teladan bahwa ilmu, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama adalah warisan yang nilainya tidak akan pernah hilang oleh waktu. Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mempraktikkan langsung arti kemanusiaan melalui ketulusan dalam membantu, melayani, dan menyayangi siapa pun tanpa membedakan latar belakang. Semoga kisah dan nilai-nilai kebaikan beliau terus hidup, menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang berilmu, beradab, peduli, serta ikhlas dalam berbuat baik. Satu abad Masjid Miftahurridha bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, tetapi juga pengingat akan jejak kebaikan yang patut terus dilanjutkan.

    BalasHapus
  28. Menurut saya. Ceramah ini sangat menarik dan penuh nilai keteladanan. Isi ceramah menjelaskan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dalam mengembangkan pendidikan Islam, dakwah, serta kehidupan sosial masyarakat. Kisah beliau juga menunjukkan pentingnya hubungan guru dan murid serta meneruskan perjuangan para ulama terdahulu. Menurut saya, ceramah ini memberikan pelajaran agar generasi muda dapat menghargai jasa ulama, menjaga akhlak, memperdalam ilmu agama, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: M. Vickram Al-Ghazali
      Nim :261041048
      Prodi: D4 gizi
      Kelas: b

      Hapus
  29. Nama : Diara Tri Adisti
    NIM : 261031016
    Kelas : 1B
    Prodi : D3 Gizi
    Saya sangat terharu dengan sifat Tuan Guru Haji Ibrahim yang tidak pernah meminta upah, peduli pada anak yatim, dan menjadikan rumahnya sebagai madrasah dan rumah singgah. Semoga masjid ini bisa menjadi wisata religi dan generasi muda bisa meneladani akhlak beliau.
    MasyaAllah tabarakallah.

    BalasHapus
  30. Nama: Maharani Zahra Djiani
    NIM: 261041049
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika
    Kelas: 1A

    Blog ini menarik karena membahas sejarah dan perjalanan panjang Masjid Miftahurridha yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan bagi masyarakat. Penyajiannya menambah wawasan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan tempat ibadah sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya.

    BalasHapus
  31. Nama: Revani Rajwani
    Nim: 261041066
    Kelas: 1 B
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika

    Menurut saya, Perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir bukan hanya meninggalkan jejak dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam kepedulian sosial, kasih sayang, dan pengabdian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Semoga peringatan satu abad Masjid Miftahurridha menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan warisan perjuangan para ulama terdahulu. Semoga Allah SWT merahmati Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dan menjadikan seluruh amal baktinya sebagai jariyah yang terus mengalir. Aamiin.

    BalasHapus
  32. Nama: Nazeta Aufa Putra
    NIM: 261041058
    Kelas: 1B
    Prodi: D4 Gizi Dan Dietetika

    Saya awalnya kira ini cuma cerita tentang sejarah masjid, ternyata isinya lebih luas. Yang paling saya tangkap justru bagaimana Tuan Guru Haji Ibrahim Basir berperan di masyarakat, bukan hanya lewat dakwah tapi juga pendidikan dan kegiatan sosial. Bahasanya juga mudah diikuti, jadi saya betah baca sampai selesai. Menurut saya tulisan seperti ini penting karena banyak sejarah daerah yang jarang dibahas, padahal nilainya masih relevan sampai sekarang.

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Nama:Nurul Dian Safitri
    Nim:261011009
    Prodi:D3 sanitasi

    Peringatan satu abad Masjid Miftahurridha menjadi bukti nyata perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir yang mendirikan masjid ini sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial sejak 1925, di mana beliau dikenal sebagai ulama yang santun, pemurah, dan ikhlas dalam membimbing umat, mengasuh anak yatim, serta memberikan pelayanan kesehatan rakyat, sehingga warisan berupa masjid, madrasah, karya tulis, dan nilai akhlak mulia yang beliau tinggalkan kini ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi simbol penting bagi generasi muda untuk meneladani sikap ikhlas, kasih sayang, serta kepedulian sosial dalam menjaga harmoni lintas agama, suku, dan golongan.

    BalasHapus
  35. Nama: Amiratuzakia Alnisa
    NIM: 261031003
    Prodi: D3 Gizi

    Saya seorang mahasiswa sangat mengapresiasi tulisan ini karena mampu menghadirkan kembali kisah dan nilai perjuangan yang terkandung di balik keberadaan masjid tersebut. Semoga dokumentasi sejarah seperti ini terus dilestarikan agar generasi mendatang dapat mengenal, menghargai, dan mengambil pelajaran dari perjalanan panjang Masjid Miftahurridha.

    BalasHapus
  36. Nama:Hanifa Nailul Huda
    Nim: 261031031
    Prodi:D3 Gizi
    Kelas:A
    Artikel yang sangat inspiratif. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir menunjukkan bahwa perjuangan ulama bukan hanya melalui ilmu dan dakwah, tetapi juga melalui kepedulian, kasih sayang, dan keikhlasan dalam membantu sesama. Semoga keteladanan beliau terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.

    BalasHapus
  37. nim: 261041083
    prodi: D4 gizi dan dietetika

    Tulisan tersebut sangat menarik karena mengangkat kisah perjuangan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (Guru Braem) dalam mengembangkan pendidikan Islam, dakwah, dan kehidupan sosial di wilayah Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, dan sekitarnya. Isi tulisan juga menunjukkan bahwa perjuangan beliau tidak terlepas dari pengaruh dan teladan gurunya, Guru Haji Ismail Mundu.

    Hal yang paling menarik adalah penekanan pada hubungan guru dan murid yang bukan hanya sebatas hubungan dalam pendidikan, tetapi diibaratkan seperti hubungan orang tua dan anak. Guru Ibrahim meneruskan cita-cita gurunya melalui penyebaran dakwah dan pembukaan wilayah dakwah baru di Sungai Ambawang, khususnya Desa Durian.

    BalasHapus
  38. nama:khaira sabira
    kelas:1A
    Nim:261031036

    Tulisan ini mengisahkan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (Guru Braem), ulama Kalimantan Barat yang meneladankan kedermawanan luar biasa mulai dari menyediakan makanan gratis setiap hari bagi para tamunya, mengobati orang sakit, hingga mengasuh puluhan anak dari berbagai latar belakang suku dan agama tanpa membeda-bedakan. Kiprah beliau menjadi bukti nyata dakwah Islam yang santun, penuh kasih sayang, dan berlandaskan akhlak mulia bagi sesama.

    BalasHapus
  39. Nama: Farsha Azka Almadani
    NIM: 261041028
    Kelas: 1B
    Prodi: D4-Gizi dan Dietetika
    Kisah kehidupannya yang luar biasa ini memberikan gambaran yang sangat menyentuh hati. Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir adalah representasi nyata dari dakwah yang berbasis cinta, adab, dan kemanusiaan tanpa batas.

    BalasHapus
  40. Nama:Audya cahya wulandari
    NIM:261041005
    Kelas:1A
    Program studi: D4 Gizi dan dietetika Sarjana terapan

    Menurut saya Artikel ini sangat menarik dan sangat inspiratif karna mengangkat perjuangan tuan guru haji ibrahim di bidang pendidikan dakwah dan beliau juga memiliki sikap yang dermawan, pelajaran yang dapat di ambil yaitu khususnya bagi generasi sakarang adalah untuk menghargai jasa ulama serta meneruskan semangat pengabdian dan kebaikan dalam kehidupan sehari hari

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. NAMA:DY SITI UMMY HIKMAH
    NIM:261031018
    Ilmu Tanpa Adab Ibarat Pohon Tanpa Buah
    Guru Braem sangat menekankan adab di atas segalanya. Beliau tidak hanya mengajarkan ayat, tapi mencontohkan akhlak dalam keseharian.
    Saya belajar bahwa kecerdasan akademik tidak ada artinya jika tidak dibungkus dengan kerendahan hati, kesopanan, dan penghormatan kepada guru serta sesama.

    BalasHapus
  43. Nama : julia sekar sari
    Nim : 261031034
    Kelas : 1B
    Prodi : D3 gizi
    "Tulisan ini memberi inspirasi bahwa perjuangan ulama bukan hanya soal agama, tetapi juga soal kemanusiaan. mengingatkan kita pada jejak perjuangan ulama yang tidak hanya membangun masjid, tetapi juga membangun akhlak umat.

    BalasHapus
  44. Nama:Rizi aprizal
    NIM:261011011
    prodi:D3 sanitasi
    menurut saya ini Artikel yang sangat inspiratif. Dari kisah Tuan Guru Haji Ibrahim, kita dapat belajar bahwa ilmu akan lebih berarti ketika disertai dengan adab, kasih sayang, dan kepedulian kepada masyarakat.

    BalasHapus
  45. nim :261041080
    prodi : D4Gizi
    artikel ini sangat menarik dan penuh makna. Dari kisah Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, kita dapat melihat bahwa perjuangan dalam memajukan pendidikan Islam, dakwah, dan kehidupan sosial tidak hanya memberikan manfaat pada zamannya, tetapi juga menjadi warisan yang berharga bagi generasi berikutnya. Semoga jejak perjuangan dan keteladanan para ulama terdahulu dapat terus dikenang, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Yusuf Nur Rahman
      NIM : 261031067
      Kelas : 1A
      Program studi : D3 Gizi

      Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir iyalah sosok yang dikenang bukan karena kekuasaan, melainkan kemurahan hati, kasih sayang, kedamaian, dan ajaran cinta. Hidup yang memberi tanpa pamrih, peduli tulus, dan mengupayakan kesejahteraan sesama adalah warisan paling berharga. Tugas kita terutama generasi milenial, adalah meneladani dan meneruskan nilai kebaikan universal ini agar tetap hidup dan bermanfaat dari generasi ke generasi.

      Hapus
  47. Nama : Jelita Arina Putri
    NIM : 261041039
    Kelas : 1A
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
    Tulisan ini sangat menarik dan memberikan informasi yang bermanfaat mengenai sejarah serta perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam mengembangkan pendidikan dan kehidupan keagamaan di masyarakat. Kisah beliau menunjukkan bahwa perjuangan seorang ulama tidak hanya melalui ilmu agama, tetapi juga melalui keteladanan, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan seperti ini, generasi muda dapat lebih mengenal dan menghargai jasa para ulama serta ikut menjaga warisan sejarah dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditinggalkan.

    BalasHapus
  48. NIM : 261031057
    Kelas : B
    Prodi : D3 gizi
    Tulisan ini sangat menarik, karena masjid miftahurridha merupakan salah satu masjid bersejarah yang telah berusia sekitar satu abad dan menjadi bagian penting dari perjalanan dakwah islam di kabupaten kubu raya. Masjid ini berkaitan erat dengan perjuangan tuan guru haji ibrahim bin H. Basyir, seorang ulama yang meninggalkan warisan keagamaan bagi masyarakat.

    BalasHapus
  49. Nama: Erika Dinda Meisy
    Nim: 261031019
    Kelas: A
    Prodi: D3 Gizi

    Menurut saya, Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim sungguh teladan dan mulia. Seperti rumah terbuka untuk semua, merawat anak asuh tanpa membeda-bedakan, memberi ilmu dan pertolongan tanpa pamrih. Ajaran beliau: perbaiki adab kepada sesama, sayangi makhluk di bumi, niscaya disayangi Tuhan. Semoga nilai kasih, toleransi, dan kebaikan ini terus diwarisi generasi penerus.
    Semoga kita semua dapat meneladani kemurahan hati, kasih sayang, dan kerendahan hati beliau selalu berbuat baik tanpa pamrih, menyatukan hati tanpa membeda-bedakan, dan menjadikan akhlak mulia sebagai cermin iman sejati.

    BalasHapus
  50. prodi:D4 gizi dan dietetika
    kelas:1B
    Tulisan yang sangat inspiratif dan sarat nilai keteladanan. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir tidak hanya dikenang sebagai ulama, tetapi juga sebagai figur yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga jejak perjuangan dan akhlak beliau terus menjadi teladan bagi generasi penerus.

    BalasHapus
  51. NAMA : Huda Athifah
    NIM : 261041038
    KELAS : B
    PRODI : D4 Gizi dan Dietetika
    Tulisan yang sangat informatif dan inspiratif dari Bapak Ma'ruf Zahran Sabran. Artikel ini tidak hanya membuka wawasan mengenai sejarah panjang Masjid Miftahurridha yang telah mencapai usia satu abad, tetapi juga mengenalkan kita pada sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Nilai-nilai kemanusiaan, kedermawanan, serta dakwah berbasis adab yang beliau contohkan sangat relevan dan patut menjadi teladan bagi generasi muda saat ini. Terima kasih telah mendokumentasikan sejarah lokal yang sangat berharga ini.

    BalasHapus
  52. Nama : gina maharani
    NIM : 261031027
    Kelas : 1A
    Prodi : D3 Gizi

    hebat banget ya kisah Tuan Guru Ibrahim, Rumahnya seru banget pasti, bisa jadi tempat belajar, tempat menginap, terus siapapun yang datang disiapin makan 10 kg beras sehari sampai kenyang. Aku aja kalau ada tamu di rumah suka malu keluar kamar 😅 Tapi beliau baik banget, mau merawat banyak anak asuh juga tanpa beda-bedain. Keren banget, semoga kita semua bisa niru kebaikan beliau. Aamiin

    BalasHapus
  53. Nama : Suci Hilda Rachmania
    Nim : 261021046
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan
    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Menurut saya, kisah ini sangat menarik karena menunjukkan perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dalam pendidikan, dakwah, dan membantu masyarakat. Beliau mengajarkan pentingnya adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian tanpa membeda-bedakan orang. Kisah beliau dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.

    BalasHapus
  54. Nama: Nazwa wisya nawawi
    Nim: 261041060
    Kelas: B
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan yang sangat menarik dan penuh makna, Membaca tulisan ini membuat saya semakin menyadari bahwa perjuangan para ulama bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang keteladanan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir menunjukkan bahwa perjuangan dapat terus hidup dan diwariskan melalui ilmu serta kontribusi nyata. Terima kasih, Pak, sudah menghadirkan kisah perjuangan ini dengan begitu bermakna. Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghargai sejarah dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama. 🙏

    BalasHapus
  55. Nama: Nadya herfina yudanty
    NIM: 261031043
    Kelas: 1A
    program studi: D3 GIZI
    Menurut saya, artikel tersebut membahas **perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam berdakwah, mengajarkan agama, dan membantu masyarakat**. Beliau merupakan sosok yang **dermawan, penyayang, ikhlas, dan peduli**, sehingga perjuangannya dapat menjadi teladan bagi generasi sekarang.

    BalasHapus
  56. Nama: Nala Wisesa Pranilanti
    Nim: 261041056
    Prodi: D4 Gizi dan Dietika
    Kelas: B

    Kadang yang membuat sebuah tempat bersejarah bukan cuma usianya, tapi jejak orang-orang yang pernah tumbuh dan hidup di dalamnya. Kisah Masjid Miftahurridha selama satu abad terasa seperti melihat sejarah dari sudut yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

    BalasHapus
  57. Nama: Chintya Tri Amanda
    Nim:261041014
    Program studi: D4 Gizi dan Dietetika

    MasyaAllah, artikel ini benar-benar membuka mata. Tuan Guru Haji Ibrahim Basir atau Guru Braem adalah teladan dakwah lewat akhlak. Beliau mengajarkan Tauhid, Fikih, Tasawuf, mendidik masyarakat, mengasuh 60 anak, dan selalu memberi makan tamu tanpa pamrih. Kalimat beliau "Menghidupkan satu jiwa sama dengan menghidupkan semua manusia" sangat dalam maknanya.
    Selamat 1 Abad Masjid Miftahurridha yang kini sudah jadi cagar budaya. Semoga semangat kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian beliau terus hidup di hati kami generasi muda. Al-Fatihah untuk beliau. Aamiin.

    BalasHapus
  58. Restu agung Pasha
    261031052
    D-III Gizi

    Tulisan yang sangat menarik dan penuh makna, bahwa perjuangan para ulama bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang keteladanan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir. Beliau mengajarkan pentingnya adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian tanpa membeda-bedakan orang. Kisah beliau dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.

    BalasHapus
  59. nama: keysa putri gunarsih
    prodi: D4 keselamatan dan kesehatan kerja.
    nim: 261161030

    Tulisan yang sangat indah dan menyentuh hati. Mengenang jejak perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir bukan sekadar sejarah, melainkan teladan luhur tentang ilmu, kasih sayang, dan keikhlasan tanpa batas. Semoga nilai-nilai mulia beliau terus hidup dan menjadi pelita bagi kita semua. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan untuk beliau serta seluruh keluarga dan keturunannya. 🤲🤍

    BalasHapus
  60. Nama : Tri putri pebiyanti
    Nim : 261041075
    menurut saya kisah “Satu Abad Masjid Miftahurridha Bukti Jejak Perjuangan Ulama, Tuan Guru Haji Ibrahim Basir” merupakan sebuah kisah yang sangat inspiratif dan penuh nilai sejarah. Kisah ini tidak hanya menceritakan perjalanan sebuah masjid yang telah berdiri selama satu abad, tetapi juga menggambarkan perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian seorang ulama dalam menyebarkan ajaran Islam serta membangun kehidupan masyarakat.

    BalasHapus
  61. Nama : Kaila Luna Windara
    NIM : 261041042
    Kelas : B
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan tersebut sangat menarik dan memberikan informasi yang bermanfaat tentang perjuangan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Nilai keteladanan beliau dalam pendidikan, dakwah, kasih sayang, dan kepedulian terhadap masyarakat patut dicontoh oleh generasi sekarang. Dan mengingatkan kita pentingnya menjaga dan meneruskan perjuangan para ulama.

    BalasHapus
  62. Nama : Suci Rahma dani
    Produk D3 Gizi 1B
    NIM : 261031061
    Tulisan yang sangat menarik dan informatif. Kisah satu abad Masjid Miftahurridha tidak hanya menceritakan sejarah, tetapi juga menunjukkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga warisan budaya serta keagamaan. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan menginspirasi pembaca untuk lebih menghargai sejarah lokal.

    BalasHapus
  63. Nama: Annisa fikri
    Nim:261161004
    Prodi: D4 K3

    Tulisan yang sangat inspiratif dan sarat nilai keteladanan. kisah perjuangan, kasih sayang, dan kepedulian guru haji Ibrahim disampaikan dengan kuat, sehingga pembaca tidak hanya mengenal sosok beliau, tetapi juga dapat mengambil nilai-nilai kebaikan yang masih relevan hingga saat ini.”

    BalasHapus
  64. Nama : Sonny Wijaya
    Nim : 261161057
    Prodi : D4 K3

    Apresiasi tinggi untuk Pak Ma'ruf atas tulisannya yang sangat menginspirasi ini. Pembahasannya tidak hanya kaya akan histori dakwah lokal dan Cagar Budaya Kubu Raya, tetapi juga memberikan sudut pandang yang sangat humanis mengenai nilai toleransi dan adab. Sangat bermanfaat dan membuka wawasan.

    BalasHapus
  65. Nama : Geisha My Herindra
    NIM : 261041031
    Prodi : D4 GIZI DAN DIETETIKA

    artikel yang sangat menarik dan informatif karena disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Ceritanya juga menggambarkan sejarah dan perjuangan ulama dengan baik, sehingga kita dapat lebih mengenal nilai sejarah dari Masjid Miftahurridha.



    BalasHapus
  66. Nama : DINI NURUL HIDAYAH
    NIM : 261031017
    Kelas : A
    Prodi : D3 GIZI

    Tulisan ini memberikan gambaran yang sangat komprehensif mengenai integrasi ideal antara ilmu, amalan, dan kepedulian sosial dalam tradisi keilmuan Islam nusantara. Peringatan satu abad Masjid Miftahurridha bukan sekadar selebrasi historis, melainkan pengingat atas warisan dakwah berbasis kearifan lokal (urf) yang autentik. Karya Ma'ruf Zahran Sabran ini berhasil menyajikan keteladanan seorang ulama besar secara ilmiah sekaligus menyentuh batin, yang sangat relevan untuk dijadikan role model kepemimpinan spiritual masyarakat modern saat ini.



    BalasHapus
  67. Nama : Annisa Fajarwati
    NIM : 261031006
    Prodi : D3 Gizi

    Tulisan ini sangat menarik dan informatif karena mengangkat sejarah Masjid Miftahurridha yang telah berusia satu abad. Kisahnya menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Semoga keberadaan dan nilai sejarah masjid ini terus dijaga oleh generasi berikutnya.

    BalasHapus
  68. NAMA: ulfi ramadhani
    NIM: (261041076)
    KELAS: B
    PRODI: D4 GIZI DAN DIETETIKA
    Sebabagai mahasisawa menurut saya, karya tulis ini sangat luar biasa karena berhasil mendokumentasikan tentang sejarah PERJUANGAN ULAMA LOKAL secara mendalam dengan gaya bahasa yang menyentuh dan mudah dipahami

    BalasHapus
  69. Tulisan yang sangat menarik dan informatif. Saya jadi lebih mengetahui sejarah dan perjalanan Masjid Miftahurridha. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.

    Nama: VICKA CAESA RACHMA
    NIM: 261031064
    Kelas: 1A
    Program Studi: D3 GIZI

    BalasHapus
  70. NAMA:GIA NABILLA
    NIM:261031026
    KELAS:1B
    Prodi: D3-GIZI
    Tulisan tentang Satu Abad Masjid Miftahurridha ini sangat menarik. Artikel ini tidak hanya mengisahkan sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali teladan perjuangan, adab, dan kasih sayang Tuan Guru Haji Ibrahim Basir.

    BalasHapus
  71. Nama: Ridho Adinda Septia Syahbani
    Nim: 261031053
    Prodi: D3 Gizi 1B

    Tulisan yang sangat menarik dan informatif. Semoga sejarah dan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang.

    BalasHapus
  72. Nama : Oktarisa Dwi Putri
    Nim : 261161047
    Jurusan : Kesehatan Lingkungan
    Prodi : D4-Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Blog Bapak Ma’ruf Zahran Sabran sangat menarik dan penuh inspirasi. Tulisan ini mengangkat sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, seorang ulama yang dikenal karena perjuangan dalam pendidikan agama, dakwah, serta kepeduliannya terhadap masyarakat.

    Menurut saya, keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir sangat luar biasa, terutama dalam hal keikhlasan, kemurahan hati, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama tanpa membedakan latar belakang. Beliau tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membantu orang yang membutuhkan dan menjadi tempat masyarakat mencari nasihat. Kisah perjuangan beliau juga menunjukkan bahwa ilmu seharusnya memberikan manfaat bagi banyak orang.

    Tulisan ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak hanya mengenal sejarah perjuangan para ulama, tetapi juga meneladani akhlak, kepedulian, dan semangat beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semoga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

    BalasHapus
  73. Nama: Nashila Akivioni
    NIM: 261031044
    Prodi: D3 Gizi

    MasyaAllah, sebuah kisah yang sangat penuh hikmah dan keteladanan. Tulisan ini mengingatkan kita bahwa kemuliaan seorang ulama bukan hanya dilihat dari luasnya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari akhlak, keikhlasan, kasih sayang, dan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada umat. Perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan ilmu agama, membantu sesama, serta mengajarkan pentingnya adab menjadi teladan yang sangat berharga bagi generasi sekarang. Semoga Allah SWT merahmati beliau, menerima seluruh amal ibadah dan perjuangannya, serta menjadikan ilmu dan kebaikan yang beliau wariskan sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga kita semua dapat mengambil ibrah dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  74. NAMA: RISHA ANDRIYATI
    NIM : 261041067
    PRODI :D4
    JURUSAN : GIZI DAN DIETETIKA PROGRAM SARJANA TERAPAN

    Tulisan tersebut sangat menarik karena mengangkat kisah perjuangan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (Guru Braem) dalam mengembangkan pendidikan Islam, dakwah, dan kehidupan sosial di wilayah Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, dan sekitarnya. Isi tulisan juga menunjukkan bahwa perjuangan beliau tidak terlepas dari pengaruh dan teladan gurunya, Guru Haji Ismail Mundu.

    Hal yang paling menarik adalah penekanan pada hubungan guru dan murid yang bukan hanya sebatas hubungan dalam pendidikan, tetapi diibaratkan seperti hubungan orang tua dan anak. Guru Ibrahim meneruskan cita-cita gurunya melalui penyebaran dakwah dan pembukaan wilayah dakwah baru di Sungai Ambawang, khususnya Desa Durian.

    BalasHapus
  75. Nama: Nazrul Ryandi Putra
    NIM:261031045
    Kelas:1B
    Prodi:D3-Gizi

    menurut saya,perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir patut di hargai dan dikenang oleh generasi sekarang. Nilai yang dapat kita ambil adalah pentingnya menjaga ilmu agama,menghormati jasa para ulama,serta meneruskan kegiatan positif yang telah dibangun oleh generasi terdahulu.
    خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
    Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
    (HR. ath-Thabrani, dalam Al-Mu'jam Al-Awsath)

    مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
    Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

    BalasHapus
  76. Nama : Annisa Fitria Ramadhani
    NIM : 261161005
    Prodi : D4 K3

    MasyaAllah, ulasan sejarah yang sangat menarik dan sarat akan makna pak. Perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir serta sejarah Masjid Miftahurridha ini benar-benar memberikan sudut pandang baru tentang pentingnya adab dan kasih sayang dalam berdakwah. Terima kasih banyak atas ilmu dan wawasan lokal yang dibagikan lewat tulisan ini pak🙌🏻🤍

    BalasHapus
  77. Nama : Firli Tedja Pratiwi
    Nim : 261031023
    Prodi : D3-Gizi
    Kelas : A
    Menurut saya, kisah Guru Haji Ibrahim sangat menginspirasi. Beliau menunjukkan keteladanan dalam berbagi, menyayangi sesama, ikhlas membantu tanpa mengharap imbalan, serta mengutamakan adab dan kepedulian kepada manusia. Sikap beliau patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  78. Nama: Granela Fitri J'ans
    NIM:261161019
    Prodi: Keselamatan dan kesehatan kerja

    Menurut saya, artikel ini memberikan pesan moral yang kuat, khususnya kepada generasi muda, agar tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama serta mampu menerapkan nilai kasih sayang, keikhlasan, dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.Artikel ini sangat menarik dan inspiratif karena menggambarkan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dalam mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian, dan keikhlasan. Beliau tidak hanya berperan sebagai guru agama, tetapi juga sebagai orang tua asuh, tempat meminta nasihat, serta sosok yang peduli terhadap masyarakat tanpa membedakan latar belakang.Pentingnya berbuat baik kepada sesama tanpa mengharapkan imbalan. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa ilmu agama tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Kisah beliau dalam membantu anak yatim, anak terlantar, dan masyarakat yang membutuhkan menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain.

    BalasHapus
  79. Nama: Athaya nur hamidah kuswoyo
    NIM: 261031008
    Kelas: 1B
    prodi: D-lll GIZI

    Tulisan yang sangat menyentuh dan penuh makna. Dari kisah Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, kita belajar bahwa menjadi seorang ulama bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang bagaimana hadir, peduli, dan memberi manfaat bagi orang lain dengan tulus. Nilai adab, kasih sayang, dan kepedulian yang beliau ajarkan rasanya semakin penting untuk kita teladani di zaman sekarang. Semoga jejak perjuangan beliau tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi setelah kita.

    BalasHapus
  80. Nama: Vashti Aura Carissa
    NIM: 261161060
    Prodi: D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Menurut saya dari bacaan tentang Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir memberikan banyak pelajaran tentang arti perjuangan, keteladanan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Beliau tidak hanya dikenal sebagai ulama yang mengajarkan ilmu agama, tetapi juga sebagai sosok yang banyak memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Hal yang paling menarik bagi saya adalah sikap beliau yang selalu membantu tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang. Rumah beliau menjadi tempat belajar, menerima tamu, meminta nasihat, bahkan menjadi tempat bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
    Selain itu, keberadaan Masjid Miftahurridha menjadi bukti bahwa perjuangan dan dakwah beliau masih meninggalkan jejak hingga sekarang. Menurut saya, sejarah seperti ini penting untuk dikenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai yang diwariskan tidak hilang. Dari bacaan ini, saya belajar bahwa ilmu tidak cukup hanya untuk dipahami, tetapi juga harus diamalkan melalui sikap peduli, ikhlas, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

    BalasHapus
  81. Nama :Zaskia Dwi Fitriani
    Nim :261031068
    Kelas :1B
    Prodi :D3 GIZI
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Kisah beliau menunjukkan bahwa seorang ulama tidak hanya berperan dalam mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Sikap beliau yang ramah, dermawan, ikhlas, serta selalu mengutamakan kepentingan umat patut menjadi teladan bagi generasi muda. Menurut saya, nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang yang beliau ajarkan perlu terus dilestarikan agar tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat di masa sekarang maupun generasi yang akan datang.

    BalasHapus
  82. NAMA: ELDA SHEPTIA NINDI
    NIM :261041022
    KELAS :B
    PRODI :D4 Gizi dan Dietetika

    Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir benar-benar teladan yang luar biasa. Beliau tidak hanya mendakwahkan ilmu, tapi juga menghidupkan Islam yang penuh kasih sayang, keadilan, dan kebersamaan tanpa membedakan siapa pun. Warisan nilai-nilai luhur beliau sungguh menginspirasi, terutama di masa kini. Semoga semangat kebaikan beliau terus hidup dan menjadi teladan bagi kita semua 🤲.

    BalasHapus
  83. Nama: marhatus
    Nim :261021032
    Prodi:D4 sanitasi lingkugan Menurut saya, kisah ini sangat inspiratif. Dari Perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir bahwa seorang ulama tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga harus memiliki kepedulian, kasih sayang, dan keikhlasan dalam membantu masyarakat. Semoga nilai-nilai keteladanan beliau dapat diterapkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
    Tidak hanya menceritakan sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir berdakwah, mendidik, dan membantu masyarakat. Beliau mengajarkan bahwa ilmu akan lebih bermakna apabila disertai adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Kisah perjuangan beliau juga mengingatkan kita sebagai generasi muda untuk menghargai jasa ulama serta menjaga dan melestarikan warisan sejarah agar tetap bermanfaat bagi generasi berikutnya.

    BalasHapus
  84. Membaca sejarahnya membuat kita sadar bahwa warisan terbesar seorang ulama bukanlah bangunan fisiknya semata, melainkan semangat keilmuan, keikhlasan, dan persatuan umat yang terus mengalir melintasi zaman.

    BalasHapus
  85. wahh kisah ini sangat bermakna karena tidak hanya mengenang sosok Tuan Guru Haji Ibrahim Basir sebagai ulama, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, kasih sayang, dan pengabdian kepada masyarakat yang beliau teladankan. Pesan terpenting yang dapat kita ambil adalah bahwa ilmu akan menjadi lebih mulia ketika diwujudkan dalam akhlak dan pelayanan kepada sesama. Semoga peringatan satu abad Masjid Miftahurridha tidak berhenti sebagai kegiatan mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum bagi generasi sekarang untuk meneruskan dakwah yang santun, peduli, dan penuh kasih sebagaimana yang dicontohkan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir

    BalasHapus
  86. Nama: Syakeyla Fabia Salsabila
    NIM: 261011016
    Prodi: D3 Sanitasi

    Artikel yang sangat menarik. Kisah Masjid Miftahurridha dan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir memberikan banyak pelajaran tentang ilmu, dakwah, dan kepedulian kepada masyarakat. Semoga nilai-nilai tersebut terus menjadi teladan bagi generasi muda.

    BalasHapus
  87. nama:riva relsye putri
    nim:261031056
    kelas:1A

    *Teladan Akhlak dan Kepedulian Sosial*: Beliau dikenal dengan dakwah santun, kasih sayang, dan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan golongan. Rumahnya dijadikan madrasah, tempat singgah musafir, dan panti asuh bagi ±60 anak termasuk anak yatim-piatu dan terlantar. Setiap hari beliau menyediakan makanan untuk tamu dan menyediakan layanan mengajar serta pengobatan secara gratis.

    BalasHapus
  88. NAMA:PUTRI APRILIAYANI
    NIM:261031051
    PRODI:D3 GIZI

    Menurut saya sebagai mahasiswa, artikel ini cukup menarik dan menambah wawasan tentang sejarah Masjid Miftahurridha serta perjuangan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan. Dari artikel ini, kita juga bisa belajar untuk menghargai jasa para ulama dan menjaga warisan sejarah serta budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.

    BalasHapus
  89. Nama: Kayla salima zahra
    Nim: 261041043
    kelas: Sater 1A
    prodi: D4 gizi dan dietetika

    Luar biasa! Satu abad Masjid Miftahurridha berdiri kokoh. Ini bukti kalau ketika satu kampung punya niat yang sama, Allah mudahkan jalannya. Dari sejarah awal pembangunan sampai kegiatan sekarang, semuanya menginspirasi. Semoga di abad kedua ini masjid makin ramai makmur, programnya makin banyak, dan manfaatnya makin luas. Sukses terus untuk seluruh pengurus dan jamaah. Kita doakan bareng-bareng ya!

    BalasHapus
  90. Nama : Nurul Hidayah Hanum
    Nim :2610410663
    Kelas : 1 A
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

    Menurut saya,tulisan yang luar biasa hangat dan menginspirasi Penulis,menggambarkan sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dengan sangat hidup dan menyentuh hati

    BalasHapus
  91. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. tulisan yang sangat menarik dan jelas untuk dibaca,sebagai mahasiswa menurut saya tulisan dari bapak ma'ruf zahran sabran. mengenai sejarah masjid miftahurridha yang telah berusia satu abad, dan kisah guru haji ibrahim yang sangat menginspirasi dalam menunjukkan keteladanan dalam berbagi, saling menyayangi sesama, membantu dengan ikhlas tanpa imbalan, dan adab kepedulian sesama manusia, dari beliau kita dapat berlajar dan menjadikan contoh sebagai generasi muda agar lebih bisa menjaga sikap dan saling membantu sesma,juga agar keberadapan dan nilai sejarah masjid ini terus dijaga dan diingat oleh generasi seterusnya.

    BalasHapus
  92. Nama : Eka Della Safitri
    Nim : 261041021
    Kelas : A
    Program Studi : D4 GIZI dan DIETETIKA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. tulisan yang sangat menarik dan jelas untuk dibaca,sebagai mahasiswa menurut saya tulisan dari bapak ma'ruf zahran sabran. mengenai sejarah masjid miftahurridha yang telah berusia satu abad, dan kisah guru haji ibrahim yang sangat menginspirasi dalam menunjukkan keteladanan dalam berbagi, saling menyayangi sesama, membantu dengan ikhlas tanpa imbalan, dan adab kepedulian sesama manusia, dari beliau kita dapat berlajar dan menjadikan contoh sebagai generasi muda agar lebih bisa menjaga sikap dan saling membantu sesma,juga agar keberadapan dan nilai sejarah masjid ini terus dijaga dan diingat oleh generasi seterusnya.

      Hapus
  93. Nama : Sheira putri ryzkia
    Nim : 261041068
    Kelas : 1B
    Prodi : D4 Gizi dan dietetika

    Tulisan yang sangat menginspirasi! Masjid Miftahurridha bukan sekadar bangunan bersejarah, tapi bukti nyata bagaimana spirit gotong royong dan keteguhan iman umat Islam di Ranah Minang terus terjaga selama satu abad. Terima kasih sudah berbagi ulasan sejarah yang sarat makna ini.

    BalasHapus
  94. NAMA: Muhamad Shendy Maulana
    NIM :261041054
    KELAS :B
    PRODI :D4 Gizi dan Dietika

    Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

    MasyaAllah bapak,Artikel yang sangat luar biasa dan mempunyai makna tersirat.Setelah Artikel bapak yang saya baca ini membuat saya mengetahu literasi sejarah lokal yang sangat berharga dalam mengenang perjuangan dakwah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir serta perjalanan panjang satu abad Masjid Miftahurridha di Kubu Raya.oh ya pak,Dari pandangan saya terkait dengan artikel atau pun sejarah yang bapak buat ini,membuat saya sebagai mahasiswa tersadarkan bahwa kita harus selalu menjaga warisan cagar budaya agar tidak hilang dan punah.Jadi,terima kasih ya pak sudah mengingatkan saya.Sedikit saran dari saya untuk artikel di blog Bapak ini yang bisa semakin menarik dan nyaman dibaca ole orang lain iyalah dengan dilengkapi dengan beberapa foto dokumentasi pendukung.Itu saja sih dari saya Bapak Ma'ruf,Sekali lagi terima kasih banyak Ya Bapak. Semoga sehat selalu dan terus konsisten melahirkan karya-karya tulisan sejarah lokal lainnya..aamiin

    Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

    BalasHapus
  95. Nama : Muhammad Haikal Kencana
    Nim : 261161037
    Prodi : D4 K3


    Tulisan yang sangat informatif dan penuh narasi sejarah yang kuat. Artikel ini berhasil membuka wawasan kita tentang pentingnya menghargai jasa para ulama lokal seperti Tuan Guru Haji Ibrahim Basir yang telah berjuang demi kemerdekaan dan pendidikan di Kalimantan Barat."

    BalasHapus
  96. Nim:261041056
    Kelas:A
    Prodi:D4 Gizi
    Satu abad Masjid Miftahurridha = satu abad bukti Islam di Kalbar tumbuh lewat adab dan kasih sayang.

    Dari Guru Ibrahim, kita belajar: dakwah itu memberi makan, mengobati, mengasuh, tanpa membeda-bedakan. Rumah jadi madrasah, masjid jadi rumah semua orang.

    BalasHapus
  97. Nama : Nurul Asyiqin
    Nim: 261011008
    Jurusan : D3-Sanitasi

    “Satu abad Masjid Miftahurridha bukan hanya menandai usia sebuah bangunan, tetapi juga menjadi saksi sejarah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menegakkan dakwah, pendidikan, dan persatuan umat. Masjid ini berdiri sebagai pusat spiritual sekaligus sosial, tempat masyarakat belajar nilai agama, musyawarah, dan kebersamaan. Jejak perjuangan beliau menunjukkan bahwa ulama tidak hanya berperan dalam membimbing ibadah, tetapi juga dalam membangun peradaban dan menjaga harmoni di tengah keberagaman. Semoga semangat pengabdian Tuan Guru Haji Ibrahim Basir terus hidup dalam generasi muda, menginspirasi kita untuk menjaga masjid sebagai pusat ilmu, dakwah, dan persaudaraan. Satu abad bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan beliau.

    BalasHapus
  98. Nama: Hesty Diana Azizah
    Nim: 261041037

    Menurut saya, tulisan tentang satu abad Masjid Miftahurridha ini sangat menarik dan inspiratif. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir mengajarkan pentingnya ilmu, adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus diteladani oleh generasi muda dan Masjid Miftahurridha tetap menjadi bagian penting dari sejarah serta kehidupan masyarakat.

    BalasHapus
  99. Nama: Citra Kartika Al Zahra
    NIM: 261041015
    Kelas : A
    Prodi: D4- Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan

    MasyaAllah, tulisan yang luar biasa. Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari sosok Tuan Guru Haji Ibrahim Basir, terutama sifat beliau yang begitu pemurah, mengedepankan adab (Adabul-Insan), dan mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan tanpa pamrih. Pembahasan dalam artikel ini memberikan wawasan sejarah lokal yang amat kaya sekaligus menjadi pengingat bagi kami para mahasiswa untuk senantiasa meneladani akhlakul karimah beliau. Terima kasih telah berbagi ilmu dan sejarah ini, Bapak Maruf🙏🏻

    BalasHapus
  100. Nama: Shintia Nadira
    NIM: 261041069
    Kelas: 1 A
    Prodi: D4 Gizi dan Dietetika

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Menurut saya, kisah Guru Haji Ibrahim merupakan cerita yang sangat menginspirasi, karna sikap beliau yang rendah hati, santun dalam menyampaikan nasihat, peduli terhadap masyarakat, serta mengutamakan kepentingan umat menjadi teladan yang sangat relevan di zaman sekarang. Saya juga merasa kisah ini mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa besar ilmu dan kebaikan yang dapat kita berikan kepada lingkungan sekitar

    BalasHapus
  101. ​Nama: Muhammad Raihan
    Nim: 261161040
    Prodi: D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    "Tulisan ini sangat inspiratif dan banyak akan makna". Artikel ini dengan apik merangkum rekam jejak perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir, seorang ulama besar yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi tokoh sosial yang luar biasa bagi masyarakat Kalimantan Barat.
    ​Nilai-nilai universal yang diangkat dari sosok beliau seperti kedermawanan, adab, toleransi tanpa membedakan suku atau agama, serta keikhlasan merawat anak asuh—memberikan pesan moral yang sangat relevan untuk masa kini. Selain itu, peringatan satu abad Masjid Miftahurridha dan statusnya sebagai cagar budaya menjadi penutup yang menyadarkan kita akan pentingnya merawat warisan sejarah. Tulisan ini sangat layak dibaca, terutama oleh generasi muda, agar dapat meneladani akhlak dan cinta kasih tanpa pamrih yang dicontohkan oleh Tuan Guru."

    BalasHapus
  102. NAMA:Aira pratiwi k
    NIM. :261041004
    KELAS:1b
    PRODI :d4 gizi dan dietetika
    “MasyaAllah, tulisan yang sangat inspiratif dan penuh nilai sejarah. Keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam berdakwah, mendidik, serta mengabdi kepada masyarakat menjadi warisan berharga bagi generasi saat ini. Semoga nilai kasih sayang, keikhlasan, kepedulian, dan adab yang beliau ajarkan dapat terus dilestarikan. Selamat atas peringatan Satu Abad Masjid Miftahurridha, semoga menjadi momentum untuk mengenang dan meneruskan perjuangan para ulama terdahulu.”

    BalasHapus
  103. Nama:Amirudin
    Nim:261011001
    Prodi:D3 Sanitasi
    "Menurut saya kisah dari Satu abad Masjid Miftahurridha bukan hanya menandai usia sebuah bangunan, tetapi juga menjadi saksi sejarah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menegakkan dakwah, pendidikan, dan persatuan umat. Masjid ini berdiri sebagai pusat spiritual sekaligus sosial, tempat masyarakat belajar nilai agama, musyawarah, dan kebersamaan. Jejak perjuangan beliau menunjukkan bahwa ulama tidak hanya berperan dalam membimbing ibadah, tetapi juga dalam membangun peradaban dan menjaga harmoni di tengah keberagaman. Semoga semangat pengabdian Tuan Guru Haji Ibrahim Basir terus hidup dalam generasi muda, menginspirasi kita untuk menjaga masjid sebagai pusat ilmu, dakwah, dan persaudaraan. Satu abad bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan dan peran beliau sangat memotifasi kita semua"

    BalasHapus
  104. Nama: Syahria Aqeela Putri
    NIM: 261031062
    Kelas: 1A
    Prodi: D3-Gizi

    MasyaAllah, materi tentang satu abad Masjid Miftahurridha ini keren banget dan sangat menarik untuk dibaca! 🤩 Saya jadi lebih tahu tentang sejarah Masjid Miftahurridha dan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim yang ternyata memiliki peran besar dalam pendidikan, dakwah, dan kehidupan masyarakat. Yang paling membuat saya kagum adalah keteladanan beliau yang begitu luar biasa, terutama sikapnya yang ikhlas, peduli, dan selalu berusaha memberikan manfaat bagi orang lain.
    Materi ini juga tidak hanya membahas sejarah, tetapi banyak nilai positif yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai generasi muda. Menurut saya, kisah seperti ini penting banget untuk dikenalkan agar sejarah dan perjuangan para tokoh terdahulu tidak hilang begitu saja. Penyampaiannya juga menarik dan membuat saya semakin menghargai keberadaan Masjid Miftahurridha sebagai bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat. Sungguh inspiratif sekali, semoga kisah dan nilai-nilai baik dari beliau bisa terus dikenang dan menjadi motivasi bagi kita semua! 🙏✨

    BalasHapus
  105. Nama : Raisya Ramadani
    NIM : 261161053
    Prodi : D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    Menurut saya, video dan pembahasan tentang satu abad Masjid Miftahurridha ini sangat menarik, inspiratif, dan sarat dengan nilai sejarah serta keteladanan. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir menunjukkan bahwa perjuangan seorang ulama tidak hanya melalui dakwah dan pendidikan agama, tetapi juga melalui kepedulian, kasih sayang, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat.
    Hal yang paling menarik adalah bagaimana Masjid Miftahurridha bukan sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat selama satu abad. Keteladanan beliau dalam membantu sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini.
    Menurut saya, kisah seperti ini penting untuk terus diperkenalkan agar generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Semoga Masjid Miftahurridha tetap terjaga sebagai warisan sejarah dan pusat kebaikan, serta semangat perjuangan dan akhlak mulia Tuan Guru Haji Ibrahim dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. Satu abad bukan hanya tentang lamanya waktu, tetapi tentang jejak kebaikan yang tetap hidup dan memberikan inspirasi hingga hari ini.

    BalasHapus
  106. Nama: Fikri Arya Dzulfa
    NIM : 261161016
    Program Studi: D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Tulisan mengenai satu abad Masjid Miftahurridha ini sangat inspiratif dan sarat makna. Artikel ini membuka wawasan mengenai rekam jejak perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir yang tidak hanya berdakwah melalui lisan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan, ketulusan merawat anak asuh, dan pengabdian tanpa pamrih. Nilai-nilai luhur seperti adab, kasih sayang lintas batas, dan kepedulian sosial ini menjadi teladan moral yang sangat berharga bagi generasi muda masa kini. Semoga Masjid Miftahurridha dan warisan kebaikan beliau terus terjaga serta memberi berkah bagi masyarakat luas.

    BalasHapus
  107. Nama:Muhammad Jico Yudhata
    NIM :261161038
    Prodi :D4 keselamatan dan kesehatan kerja
    Menurut saya, tulisan ini cukup menarik karena membahas sejarah Masjid Miftahurridha yang sudah berusia satu abad. Hal yang paling menarik adalah bagaimana keberadaan masjid tersebut tidak hanya dilihat sebagai tempat ibadah, tetapi juga bagian dari perjalanan masyarakat. Namun, menurut saya akan lebih bagus jika beberapa bagian dilengkapi dengan sumber atau bukti sejarah yang lebih jelas, sehingga pembaca bisa lebih memahami perubahan dan peran masjid tersebut dari dulu sampai sekarang

    BalasHapus
  108. Tulisan yang sangat menarik dan penuh inspirasi. Kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir menunjukkan keteladanan dalam pendidikan, dakwah, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Nilai keikhlasan dan kebaikan beliau sangat patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
    Nama:TIARA DWI CAHYANI
    NIM: 261 041074
    Kelas: 1B
    Program Studi:D4 GIZI DAN DIETETIKA PROGRAM SARJANA TERAPAN

    BalasHapus
  109. Nama : Fanaysa Nur Aadillah
    Nim : 261031022
    Kelas : 1B
    Program studi : D 3 gizi
    MasyaAllah, satu abad bukan waktu yang sebentar. Masjid Miftahurridha benar-benar bukti nyata perjuangan dakwah dan kebersamaan masyarakat. Semoga terus menjadi pusat ibadah dan syiar Islam untuk generasi selanjutnya. Terima kasih sudah berbagi sejarahnya 🙏

    BalasHapus
  110. Nama: Khaira Faiza
    Nim: 261041046
    Prodi: Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
    Kelas: B
    Artikel ini sangat menarik karena mengangkat sejarah Masjid Miftahurridha yang telah berusia satu abad. Tulisan ini tidak hanya memberikan informasi tentang perjalanan masjid, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga sejarah, nilai keagamaan, dan warisan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Semoga Masjid Miftahurridha terus menjadi tempat ibadah, pendidikan, dan pusat kegiatan masyarakat untuk generasi yang akan datang.dan

    BalasHapus
  111. Nama : Adirya Nawang Wulan
    Nim : 261031001
    Kelas: 1 A
    Program Studi :D-3 Gizi

    saya sangat mengapresiasi peringatan satu abad Masjid Miftahurridho karena ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata pelestarian sejarah dan identitas keislaman lokal yang perlu diteladani. Acara seperti haul, pembacaan manaqib, dan pameran benda peninggalan Guru Braem menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya dijaga fisiknya, tetapi juga “dihidupkan” melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Semoga masjid-masjid bersejarah lain di Indonesia mendapat perhatian serupa agar generasi muda seperti saya tetap terhubung dengan akar sejarah dan tradisi keulamaan di Nusantara

    BalasHapus
  112. nama:handayani
    nim :261031030
    kelas:1b
    program studi:d3 gizi
    beliau adalah sosok ulama legendaris yang meninggalkan warisan nilai kebaikan, toleransi, dan kemanusiaan yang terus diteladani antar-generasi.

    BalasHapus
  113. nama : vira agusti al zahra
    nim : 261031026
    kelas: 1B
    Menurut saya, tulisan ini sangat menarik karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga memperlihatkan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam mengajarkan ilmu, adab, kasih sayang, dan kepedulian kepada masyarakat. Hal yang paling saya kagumi adalah keikhlasan beliau dalam membantu siapa pun tanpa membeda-bedakan. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita sebagai generasi muda bahwa ilmu akan lebih berarti jika dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Semoga nilai-nilai kebaikan beliau terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus

  114. Nama:Nadiva marta kirana
    Kelas:A
    Prodi:D4 gizi
    Nim:261041055
    Tulisan yang begitu bermakna dan menyentuh. Keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir menunjukkan bahwa ilmu, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama mampu meninggalkan jejak yang tak pernah lekang oleh zaman. Semoga perjuangan beliau terus menjadi inspirasi bagi kita semua. 🤲🏻✨

    BalasHapus
  115. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  116. Nama: Jenyfer
    NIM: 261031033
    Kelas: 1 A
    Program Studi : D3 Gizi
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Menurut saya, tulisan yang disampaikan sangat menarik, bermanfaat, dan mudah dipahami. Isi tulisan ini memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan kepada saya mengenai materi yang dibahas. Selain itu, penjelasannya juga dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran. Semoga ke depannya semakin banyak tulisan dan materi yang bermanfaat seperti ini agar dapat menambah pengetahuan serta pemahaman kami sebagai mahasiswa.
    Terima kasih atas ilmu dan informasi yang telah diberikan.

    BalasHapus
  117. Nama: Jaytun Oktapianti
    NIM: 261031032
    Kelas: 1B
    Prodi: D3 Gizi

    Tulisan yang sangat inspiratif. Semoga keteladanan dan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. 🙏

    BalasHapus
  118. Nama : Nafisah Athiyyah
    NIM : 261161043
    Prodi : D4 Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

    Tulisan ini sangat menarik dan inspiratif karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga mengangkat keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam berdakwah dan membantu masyarakat. Kisah ini mengajarkan pentingnya ilmu, adab, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga tulisan seperti ini dapat terus melestarikan sejarah dan menginspirasi generasi muda.

    BalasHapus
  119. Nama : Aura Nandita Salsabilla
    NIM : 261161007
    Prodi : D4-Keselamatan dan Kesehatan kerja
    “Tulisannya menarik banget, ternyata Masjid Miftahurridha punya sejarah yang panjang dan banyak cerita di balik keberadaannya. Selain jadi tempat ibadah, masjid ini juga punya peran penting bagi masyarakat dari dulu sampai sekarang. Semoga tetap terjaga dan terus bermanfaat bagi masyarakat dan generasi berikutnya”

    BalasHapus
  120. nama muhammad rafi al rasyid
    NIM : 261161039
    prodi : D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim sangat menginspirasi karena beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan contoh nyata melalui kepedulian, kasih sayang, keikhlasan, dan suka membantu sesama. Semoga keteladanan beliau dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk selalu peduli dan berbagi tanpa mengharapkan imbalan.

    BalasHapus
  121. nama : Riski pasha hardika
    nim :261161055
    prodi: d4 k3
    menurut saya ,Artikelnya sangat menarik dan menambah wawasan tentang sejarah Masjid Miftahurridha. Penyampaiannya juga mudah dipahami. Semoga sejarah dan nilai-nilai yang ada di dalamnya tetap terjaga untuk generasi selanjutnya.

    BalasHapus
  122. NAMA : Dwika Destiara Dewi
    NIM : 261042007
    KELAS : RPL
    Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
    Tulisan ini sangat baik dan menarik sebagai catatan sejarah lokal sekaligus refleksi keteladanan seorang ulama. Hal yang paling berharga bukan hanya kisah tentang satu abad Masjid Miftahurridha, tetapi pesan bahwa ilmu akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam adab, kasih sayang, pelayanan kepada sesama, dan pengabdian kepada masyarakat.

    BalasHapus
  123. Nama : Ismaulidya
    Nim : 261042013
    Prodi : RPL D4 Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika


    Menurut saya, artikel ini sangat menarik, saat saya membacanya saya cukup terkesan dengan kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, khususnya keteladanan beliau dalam mengamalkan ilmu melalui adab, kasih sayang, dan kepedulian kepada masyarakat. Yang paling kuat adalah bagaimana nilai-nilai keteladanan tersebut dikaitkan dengan sejarah Masjid Miftahurridha dan kehidupan masyarakat Sungai Ambawang.

    Namun, menurut saya akan lebih baik jika beberapa bagian dilengkapi dengan sumber data atau bukti sejarah yang lebih jelas, sehingga pembaca bisa lebih mudah memahaminya

    Semoga artikel seperti ini terus menjadi sarana menjaga ingatan sejarah lokal sekaligus menginspirasi generasi muda untuk meneruskan nilai perjuangan beliau🙏🏼

    BalasHapus
  124. Nama : Mutia Anisa Karomah
    NIM : 261042014
    Kelas : RPL D4 Gizi
    Prodi studi : D4 gizi dan dietetika

    Artikel ini sangat menarik dan informatif karena mengangkat sejarah Masjid Miftahurridha serta perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Kisah tersebut memberikan keteladanan bagi generasi muda untuk menghargai sejarah dan menerapkan nilai kepedulian terhadap sesama.

    BalasHapus
  125. Nama:Keisya Nazwa Adelia
    Nim:261041045
    Kelas:1A
    Prodi:D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan yang sangat bermanfaat untuk merawat ingatan sejarah lokal. Perjuangan dakwah dan pendidikan Islam yang humanis (saling asah, asih, asuh) dari beliau patut kita teladani bersama di era modern ini.

    BalasHapus
  126. Nama:Eltriq Khosiq Caisar Mahardika
    NIM:261021015
    Prodi:D4 sanitasi lingkungan
    Artikel yang sangat luar biasa, Pak. Mengetahui eksistensi Masjid Miftahurridho yang sudah berdiri selama 1 abad memberikan perspektif baru tentang kuatnya perjuangan dakwah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir di masa lampau. Dokumentasi sejarah seperti ini sangat penting agar nilai cagar budaya di Kabupaten Kubu Raya tetap lestari dan dikenal generasi mendatang.

    BalasHapus
  127. Nama : Ghiska Firsyatul Jannah
    NIM : 261161018
    Prodi : D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Artikel karya Bapak Ma’ruf Zahran Sabran sungguh menarik dan sarat edukasi. Ulasannya tidak hanya membuka wawasan mengenai sejarah berdirinya Masjid Miftahurridha, tetapi juga mengangkat gigihnya perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Nilai-nilai keikhlasan, adab, serta kepedulian yang dicontohkan beliau sangat patut diteladani oleh generasi muda agar ilmu yang kita miliki dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  128. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  129. Nama: Ibnu Kadavi
    NIM:261161025
    Prodi: D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Menurut saya sebagai mahasiswa cerita ini sangat menarik dan menginspirasi karena menggambarkan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan ilmu agama serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial, beliau juga menunjukkan sikap ikhlas, dermawan, penyayang, dan tidak membeda-bedakan orang, namun yang paling penting dari cerita ini adalah bagaimana perjuangan dan nilai-nilai kebaikan tersebut tetap dijaga melalui Masjid Miftahurridha,Semoga perjuangan dan ilmu beliau senantiasa menjadi amal jariyah🤲🏻.

    BalasHapus
  130. Nama : Aurora Oktavia Rahmadina
    NIM : 261041007
    Prodi : D4 Gizi dan dietetika
    Menurut saya, artikel ini menarik karena menunjukkan bahwa Masjid Miftahurridha bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan menjadi saksi perjuangan ulama serta perkembangan masyarakat. Menurut saya, yang penting bukan hanya menjaga bangunannya, tetapi juga meneruskan nilai kepedulian, toleransi, dan pengabdian yang diajarkan Tuan Guru Haji Ibrahim kepada generasi muda.

    BalasHapus
  131. Nama : putri Nadhirah Balqis
    Nim. : 261161048
    Prodi. : D4 k3

    Menurut saya, tulisan ini sangat menarik dan inspiratif karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga mengajarkan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam berdakwah, berbagi ilmu, dan peduli kepada sesama. Nilai kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian dalam tulisan ini sangat baik untuk diterapkan oleh generasi muda.

    BalasHapus
  132. Nama: Muhammad Fadhil
    Prodi: D4 Sanitasi Lingkungan
    Nim: 261021036

    Dari cerita di atas Tuan Guru H. Ibrahim adalah sosok yang dikenal dengan sifatnya yang tawadhu dan murah hati. Disaat beliau melakukan dakwah ataupun mengajar beliau tidak pernah meminta upah sedikitpun. Itu merupakan sebuah bukti atas keikhlasan ilmu dan taat kepada allah Swt

    BalasHapus
  133. Nama : Putri Nur Masithoh
    NIM : 261042015
    Kelas : RPL
    Prodi : Gizi Dan Dietetika Prodi Sarjana Terapan

    Cerita tentang Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (Guru Braem) sangat menginspirasi karena menggambarkan sosok ulama yang tidak hanya berdakwah dan mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sikap beliau yang penuh kasih sayang, dermawan, santun, serta tidak membeda-bedakan siapa pun menjadi teladan penting bagi generasi saat ini. Nilai utama yang dapat dipetik adalah pentingnya mengamalkan ilmu dengan adab, cinta, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

    BalasHapus
  134. Nama: IBNU DIAZ HANAFIAH
    NIM : 261161024
    PRODI : D4 K3

    Menurut pendapat saya, sangat kuat dari segi narasi sejarah dan nilai emosional. Profil Guru Haji Ibrahim tergambar dengan jelas, hangat, dan inspiratif. Penyampaian nilai-nilai adab, toleransi, dan kearifan lokalnya sangat terasa.

    BalasHapus
  135. Nama: Dwi Ramadhani
    NIM: 261161012
    Prodi: D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Menurut saya, tulisan tentang satu abad Masjid Miftahurridha ini sangat menarik dan inspiratif. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim Basir mengajarkan pentingnya ilmu, adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

    BalasHapus
  136. Nama : Hafedzah
    NIM : 261021026
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan

    MasyaAllah, kisah yang sangat menyentuh. Saya baru tahu kalau di balik Masjid Miftahurridha ada sosok ulama sehebat Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Yang paling membuat saya kagum, rumahnya bukan cuma tempat ngaji, tapi juga rumah singgah, dapur umum, bahkan panti asuhan. Beliau benar-benar menghidupkan ajaran cinta tanpa pamrih. Semoga kita bisa meneladani keikhlasan dan kasih sayang beliau. Terima kasih sudah menuliskan sejarah berharga ini, Pak Ma'ruf.

    BalasHapus
  137. Nama:Asrulia wardhani
    Nim :261021009
    Prodi:D4 sanitasi lingkungan
    Menurut saya cerita ini sangat baik dan menarik.memberikan gambaran yang sangat berharga mengenai exsistensi mesjid miftahurridho yang telah berusia satu abad,dan merupakan aset sejarah budaya yang sangat penting bagi masyarakat kalimantan barat.

    BalasHapus
  138. Nama : ERNIWATI
    NIM : 261042008
    Kelas : RPL
    Prodi : Gizi Dan Dietetika Prodi Sarjana Terapan

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Menurut saya dari bacaan tentang “Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir” yang di tulis oleh "bapak ma'ruf zahran sabran “ sangat menarik dan inspiratif karena menceritakan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir, mengenai sejarah masjid miftahurridha yang telah berusia satu abad, dan kisah guru haji ibrahim yang sangat menginspirasi dalam menunjukkan keteladanan dalam berbagi, saling menyayangi sesama, membantu dengan ikhlas tanpa imbalan, dan adab kepedulian sesama manusia. Beliau juga tidak hanya dikenal sebagai ulama yang mengajarkan ilmu agama, tetapi juga sebagai sosok yang banyak memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Hal yang paling menarik bagi saya adalah sikap beliau yang selalu membantu tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang. Rumah beliau menjadi tempat belajar, menerima tamu, meminta nasihat, bahkan menjadi tempat bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
    Selain itu, keberadaan Masjid Miftahurridha menjadi bukti bahwa perjuangan dan dakwah beliau masih meninggalkan jejak hingga sekarang. Menurut saya, sejarah seperti ini penting untuk dikenalkan kepada generasi muda , dan nilai-nilai keteladanan beliau masih sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat bahwa ilmu akan lebih berarti jika bisa memberikan manfaat bagi orang lain

    BalasHapus
  139. Nama : Tria indriani
    Nim : 261042021
    Prodi : D4 gizi dan dietetika RPL
    artikel ini sangat menarik karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha yang telah berusia satu abad, tetapi juga menggambarkan perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim dalam memberikan ilmu dan manfaat kepada masyarakat. Sebagai mahasiswa, saya melihat bahwa keteladanan beliau tentang kepedulian, keikhlasan, dan menghargai sesama masih sangat relevan untuk diterapkan di kehidupan sekarang. Semoga generasi muda dapat terus menjaga sejarah Masjid Miftahurridha dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.

    BalasHapus
  140. Nama: Muzyah Maulida
    Nim:261021037
    Prodi: D4 Sanitasi Lingkungan
    artikel ini sangat menarik karena tidak hanya membahas tentang sejarah masjid Miftahurridha yang telah berusia 1 abad, tetapi juga menggambarkan perjuangan tuan guru haji Ibrahim dalam memberikan ilmu dan manfaat kepada masyarakat.Sehingga kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pelajaran bagi generasi sekarang untuk menghargai jasa ulama, peduli terhadap sesama, serta meneruskan semangat pengabdian dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari

    BalasHapus
  141. Nama: Balqis Ananda Rista
    Nim: 261161009
    Prodi: Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    Menurut saya buku ini memberikan gambaran yang menarik mengenai sejarah dan perkembangan Masjid Miftahurridha serta peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat. Kisah yang disampaikan juga mengandung nilai-nilai keteladanan, terutama dalam hal keikhlasan, pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial. Secara keseluruhan, buku ini bermanfaat sebagai sumber pengetahuan sekaligus refleksi tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dalam masyarakat.

    BalasHapus
  142. Nama : Zahwa Putri Rusadi
    NIM : 261161063
    Prodi : D4-K3
    Menurut saya, tulisan bapak sangat berkesan. Bukan hanya sejarah yang dituliskan, tetapi juga “jiwa” di balik sejarah tersebut berhasil dihidupkan melalui kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir. Cara penulis merangkai sejarah, dakwah, dan nilai kemanusiaan membuat artikel ini terasa lebih dari sekadar tulisan, seolah mengajak pembaca ikut menyusuri jejak kebaikan yang telah berusia satu abad.

    BalasHapus
  143. NAMA: Nazwa Salsabil Hiwaidah
    NIM: 261161045
    PRODI: D4-K3

    Menurut saya, tulisan Bapak sangat menarik dan bermanfaat. Saya mendapat pengetahuan tentang sejarah Masjid Miftahurridha yang sudah berdiri selama satu abad. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat belajar, berdakwah, dan mempererat kebersamaan masyarakat. Perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim juga mengajarkan pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan semangat dalam menyebarkan kebaikan.

    BalasHapus
  144. Nama : Ade Rizky
    Nim : 261042001
    Kelas : RPL
    Prodi : D4 - Program Gizi dan Dietetika Sarjana Terapan

    Assalamualaikum. Menurut saya, artikel yang ditulis oleh Bapak Ma'ruf Zahran Sabran benar-benar membuka mata tentang arti sejatinya seorang pendidik dan pemimpin masyarakat. Nilai kepedulian Tuan Guru Haji Ibrahim yang tidak pernah membeda-bedakan latar belakang tamu, mengasuh anak-anak tanpa memandang etnis, hingga menggratiskan ilmu menunjukkan bahwa adab dan kasih sayang adalah fondasi utama dalam bermasyarakat. Di era globalisasi yang sering kali serba komersial dan individualistis, keteladanan Beliau menjadi tauladan sekaligus inspirasi bagi generasi muda seperti kita untuk belajar memberi tanpa pamrih dan terus merawat keberagaman.

    BalasHapus
  145. Nama : Khansa Luthfiyah
    NIM : 261161031
    Prodi : D4 K3

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tulisan yang sangat inspiratif dan sarat nilai sejarah. Kisah Tuan Guru Ibrahim bin Haji Basir mengajarkan bahwa perjuangan seorang ulama tidak hanya tentang ilmu agama, tetapi juga tentang adab, kasih sayang, dan pengabdian kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Semoga Masjid Miftahurridha terus menjadi pusat ibadah dan kebaikan bagi generasi mendatang.

    BalasHapus
  146. Nama: Fahesti Rahmadhani
    NIM: 261021017
    Kelas: Sanitasi lingkungan
    Program Studi: D4 Sanitasi Lingkungan

    MasyaAllah, tulisan ini sangat menarik dan penuh dengan nilai sejarah serta keteladanan. Kisah perjalanan satu abad Masjid Miftahurridha mengingatkan kami akan pentingnya menjaga tempat ibadah dan meneruskan perjuangan para ulama dalam menyebarkan ilmu serta kebaikan. Semoga Masjid Miftahurridha senantiasa menjadi tempat yang penuh keberkahan, terus memberikan manfaat bagi masyarakat, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

    BalasHapus
  147. Nama : Mutia Zalfa
    Nim : 261161041
    Prodi : D4 K3

    Menurut saya tulisan ini sangat bagus dan menarik, karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha yang sudah berusia satu abad. Tulisan ini juga menceritakan perjuangan dan teladan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir. Dari tulisan ini saya belajar bahwa ilmu akan lebih bermanfaat jika disertai kepedulian, keikhlasan, dan saling membantu sesama.

    BalasHapus
  148. Nama: Arif maulana
    NIM: 261021008
    Prodi: D4 Sanling

    Komentar: Menurut saya, kisah Tuan Guru Haji Ibrahim sangat menginspirasi. Bukan hanya karena perjuangannya dalam berdakwah dan pendidikan, tetapi juga karena kepeduliannya kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan. Nilai kasih sayang, keikhlasan, dan adab yang beliau ajarkan masih sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi sekarang.

    BalasHapus
  149. Nama: Erliana
    NIM: 261021016
    Prodi: D4 Sanitasi Lingkungan

    Menurut saya, tulisan ini bukan hanya menceritakan sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebaikan seseorang bisa terus dikenang bahkan setelah beliau wafat. Bagian tentang Guru Haji Ibrahim yang selalu menerima dan membantu siapa pun tanpa membeda-bedakan menurut saya sangat menyentuh. Nilai kepedulian dan keikhlasan seperti ini rasanya penting untuk dicontoh di kehidupan sekarang.

    BalasHapus
  150. Nama : Rahma Azzuhra
    NIM : 261161050
    Prodi : D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Menurut saya, materi ini menarik banget karena membahas sesuatu yang sebenarnya dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu bagaimana kita bisa tetap hidup rukun di tengah perbedaan. Kadang kita terlalu fokus pada perbedaan sampai lupa bahwa setiap orang punya latar belakang, pemikiran, dan cara pandang yang berbeda. Padahal, perbedaan itu bukan alasan untuk saling menjauh atau menjatuhkan. Justru dari perbedaan kita bisa belajar memahami orang lain, menghargai pendapat, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Apalagi di zaman sekarang, hal-hal kecil seperti saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi menurut saya sangat penting. Semoga apa yang disampaikan dalam materi ini bukan hanya dipahami, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena menjaga kerukunan sebenarnya dimulai dari sikap kita sendiri.

    BalasHapus
  151. Nama : Marsya Maulidia
    NIM : 261161033
    Prodi : Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja – K3


    MasyaAllah, tulisan yang sangat menyentuh dan penuh makna. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim memberikan teladan bahwa ilmu, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama adalah warisan yang nilainya tidak akan pernah hilang oleh waktu. Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mempraktikkan langsung arti kemanusiaan melalui ketulusan dalam membantu, melayani, dan menyayangi siapa pun tanpa membedakan latar belakang. Semoga kisah dan nilai-nilai kebaikan beliau terus hidup, menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang berilmu, beradab, peduli, serta ikhlas dalam berbuat baik. Satu abad Masjid Miftahurridha bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, tetapi juga pengingat akan jejak kebaikan yang patut terus dilanjutkan.

    BalasHapus
  152. Nama: Dhini Tri Masithah
    NIM: 261161011
    Prodi: Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Tulisan yang bagus dan informatif. Pendokumentasian sejarah tokoh ulama lokal seperti Guru Haji Ibrahim Basir ini penting sekali biar generasi muda gak kehilangan obor sejarah. Apalagi rute dakwah beliau sampai ke pelosok-pelosok, luar biasa perjuangannya. Salam takzim buat penulis. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim sangat menginspirasi. Bukan hanya karena perjuangannya dalam berdakwah dan pendidikan, tetapi juga karena kepeduliannya kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan.

    BalasHapus
  153. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  154. Nama: Rahmania Aulia Nizmah
    NIM: 261161051
    Prodi: Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Menurut saya, bagian yang paling berkesan dari tulisan ini adalah bahwa jejak seorang ulama ternyata tidak hanya dapat diwariskan melalui bangunan atau cerita sejarah, tetapi juga melalui cara beliau memperlakukan manusia. Satu abad Masjid Miftahurridha seolah menjadi bukti bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus dapat meninggalkan pengaruh jauh lebih lama daripada usia seseorang.

    BalasHapus
  155. NAMA: Fahira Amelia
    NIM:261161015
    PRODI: D4 K3


    Tulisan ini sangat bagus dan penting. Bukan sekadar memberitakan peringatan masjid, melainkan mengangkat kembali teladan langka: seorang ulama yang hidup bukan untuk dipuja, melainkan untuk memberi, merawat, menyatukan, dan mencintai tanpa pamrih. Di tengah zaman yang sering terpecah belah, sosok Tuan Guru Haji Ibrahim menjadi pengingat: dakwah paling kuat bukan dari lisan semata, melainkan dari kasih sayang yang nyata kepada sesama manusia. Semoga tulisan ini dibaca banyak orang dan jejak kebaikannya terus hidup.

    BalasHapus
  156. Nama: Brenda Nacita
    NIM: 261021011
    Prodi: D4 Sanitasi Lingkungan
    MasyaAllah menurut saya,tulisannya sangat inspiratif dan sarat nilai sejarah, keteladanan, serta perjuangan ulama. Kisah Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir mengajarkan bahwa dakwah bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang adab, kasih sayang, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga jejak perjuangan beliau dan sejarah Masjid Miftahurridha terus dikenang serta menjadi teladan bagi generasi penerus AMIN🤲🏻🤲🏻🤲🏻

    BalasHapus
  157. Nama: Gusti muhammad ibadur rahman
    NIM:261161021
    prodi:D4-keselamatan dan kesehatan kerja
    Keren banget kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim. Beliau bukan cuma pintar dalam ilmu agama, tapi juga dikenal baik, peduli, dan suka membantu orang. Semoga perjuangan dan kebaikan beliau bisa terus dikenang dan dicontoh generasi sekarang.

    BalasHapus
  158. Tulisan ini sangat menarik dan memberikan banyak pelajaran tentang perjuangan serta keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir. Nilai-nilai kepedulian, kasih sayang, keikhlasan, dan pengabdian beliau kepada masyarakat sangat menginspirasi kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Nama: Sukriadi
    NIM: 261011015
    Program Studi: D3 Sanitasi

    BalasHapus
  159. nama:vizi shariyar ghany
    NIM:(261161061)
    Prodi:D4-K3

    Sungguh menginspirasi kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir, seorang ulama besar yang tak hanya cerdas dan berilmu tinggi, tetapi juga memancarkan kemuliaan akhlak, ketulusan, serta kasih sayang tanpa batas kepada sesama tanpa memandang perbedaan.

    BalasHapus
  160. Nama: fathiyyah ali hinduan
    NIM: 261021018 Prodi: d4 sanling Komentar: Menurut saya, tulisan ini sangat menarik dan menambah wawasan tentang sejarah Masjid Miftahurridha serta perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir. Nilai keteladanan beliau dalam pendidikan, dakwah, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat sangat baik untuk diterapkan oleh generasi muda

    BalasHapus
  161. Nama:Firzi Ziaurrahim
    Nim:261161017
    Prodi:D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    menurut saya artikel ini sangat menarik dan menambah wawasan.sangat baik untuk di terapkan oleh generasi muda.

    BalasHapus
  162. Nama: Aliffia Nuraini
    Nim: 261021006
    Jurusan: kesehatan lingkungan
    Prodi: D4 sanitasi lingkungan

    Tulisan ini sangat menarik dan informatif karena menceritakan sejarah Masjid Miftahurridha serta keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial. Kisah ini mengajarkan pentingnya adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama yang patut diteladani generasi muda.

    BalasHapus
  163. Nama : Dita Ramadani
    Nim : 261021014
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan

    Menurut saya, tulisan ini sangat menarik dan inspiratif karena tidak hanya membahas sejarah satu abad Masjid Miftahurridha, tetapi juga menceritakan perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam pendidikan, dakwah, serta kepedulian kepada masyarakat. Nilai kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian yang beliau contohkan sangat baik untuk diterapkan oleh generasi muda

    BalasHapus
  164. Nama: Raisa Billa
    Nim:261161052
    Prodi: D4 keselamatan dan kesehatan kerja

    Menurut saya, artikel tentang Satu Abad Masjid Miftahurridha: Bukti Jejak Perjuangan Ulama Tuan Guru Haji Ibrahim Basir sangat menarik karena menceritakan sejarah masjid sekaligus perjuangan seorang ulama dalam menyebarkan ilmu agama kepada masyarakat. Buku ini memberikan wawasan tentang pentingnya peran ulama dalam kehidupan masyarakat.

    Buku ini juga mengajarkan kita untuk menghargai sejarah dan jasa para ulama terdahulu. Menurut saya, buku ini sangat bermanfaat bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerah serta mengambil nilai-nilai perjuangan dan keteladanan dari Tuan Guru Haji Ibrahim Basir.

    BalasHapus
  165. Nama : Ika piki nuari
    Nim : 261021029
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan

    Cerita ini sangat menarik dan cukup menginspirasi, dari kisah Guru Haji Ibrahim kita dapat belajar penting nya kepedulian, keikhlasan, dan membantu sesama. Saya juga kagum dengan sifat beliau yang dermawan dan peduli kepada siapa saja, sikap beliau juga bisa menjadi contoh yang baik untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  166. NAMA : ZAHRA ANNA MAULIDANI
    NIM : 261021052
    PRODI : D4 SANITASI LINGKUNGAN

    Menurut saya, tulisan ini sangat menarik dan inspiratif karena tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga mengajarkan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam berdakwah. Kisah ini mengajarkan pentingnya adab, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama yang patut diteladani generasi muda.

    BalasHapus
  167. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  168. Nama : Rikky Hermawan
    Nim : 261161054
    Jurusan : Kesehatan Lingkungan
    prodi : D4-K3

    artikel ini sangat menarik, Tuan Guru Haji Ibrahim Basir tidak hanya berperan sebagai pilar agama, tetapi juga sebagai pilar sosial dan kemanusiaan di Kalimantan Barat. Konsep Adabul Insan dan aksi nyata beliau mengasuh puluhan anak dari berbagai latar belakang adalah warisan karakter yang sangat mahal harganya untuk kita pelajari saat ini.

    BalasHapus
  169. Nama : FACHRY AJI HABIBI
    NIM : 261161014
    Prodi : D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Tulisan ini sungguh menyentuh hati dan penuh keteladanan yang sangat berharga. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim memberikan teladan bahwa ilmu, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama adalah warisan yang nilainya tidak akan pernah hilang oleh waktu. Kisah beliau juga menunjukkan pentingnya hubungan guru dan murid serta meneruskan perjuangan para ulama terdahulu. Menurut saya, ceramah ini memberikan pelajaran agar generasi muda dapat menghargai jasa ulama, menjaga akhlak, memperdalam ilmu agama, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  170. Nama : Viola Natasya Rahmanda
    NIM : 261021050
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan

    Tulisan ini sangat menarik dan informatif karena memberikan wawasan mengenai sejarah serta perjalanan Masjid Miftahurridha yang telah berdiri selama satu abad. Menurut saya, keberadaan masjid selama 100 tahun menunjukkan bahwa masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan masyarakat. Dari tulisan ini, kita juga dapat belajar pentingnya menjaga dan menghargai peninggalan sejarah serta nilai-nilai keagamaan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Semoga Masjid Miftahurridha dapat terus menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan nilai-nilai baiknya dapat terus dilestarikan oleh generasi muda.

    BalasHapus
  171. Nama: Shieffa Shalsabillah
    NIM: 261021045
    Prodi: D4 Sanitasi lingkungan
    Tulisan yang sangat informatif dan bermanfaat, Pak. Artikel ini berhasil membuka wawasan kami mengenai sejarah panjang Masjid Miftahurridha sebagai cagar budaya di Kubu Raya. Penjelasan mengenai rekam jejak perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir juga sangat menginspirasi kami sebagai generasi muda untuk lebih menghargai warisan perjuangan para ulama terdahulu. Terima kasih atas materinya.

    BalasHapus
  172. Nama: Suci nurvianti
    Nim: 261011014
    Prodi: d3 sanitasi

    Menurut saya dalam teks tersebut tekandung Nilai historis yang kuat
    Peringatan 1 Abad Masjid Miftahurridho ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tapi juga penanda pelestarian cagar budaya Kabupaten Kubu Raya. Usia satu abad menunjukkan masjid ini menjadi saksi panjang perjalanan Islam di wilayah Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.
    Jejak sanad keilmuan
    Bagian yang cukup menarik adalah penekanan pada hubungan Guru Haji Ibrahim (Guru Braem) dengan gurunya, Guru Haji Ismail Mundu bin Daeng Haji Abdul Karim — digambarkan bukan sekadar relasi guru-murid, melainkan seperti orang tua-anak. Ini mencerminkan pola pendidikan Islam tradisional Nusantara, di mana ikatan keilmuan dibangun dengan kedekatan personal dan keteladanan, bukan cuma transfer pengetahuan formal.
    Kontribusi ulama pada kemerdekaan
    Artikel ini menyoroti peran ulama dalam "merebut dan mengisi kemerdekaan" lewat jalur pendidikan Islam, sosial, dan dakwah — sebuah narasi yang penting untuk diangkat karena kontribusi ulama lokal/daerah sering kurang terekspos dibanding tokoh-tokoh nasional yang lebih dikenal luas.
    Semangat penulisan
    Gaya bahasanya cukup khidmat dan menghormati (menyebut "Tuan Guru", "beliau"), cocok untuk konteks memorial/undangan peringatan.

    BalasHapus
  173. Nama : Divia Althafunnisa
    NIM : 261011006
    Prodi : D3 Sanitasi

    Prinsip Adabul-Insan yang diajarkan Tuan Guru memberikan perspektif baru bagi perjalanan akademis saya. Di kampus, kita kerap dituntut untuk mengejar kecerdasan intelektual, namun kisah beliau mengingatkan bahwa keilmuan tanpa adab dan kasih sayang hanya akan menghasilkan kepintaran yang dingin dan egosentris. Catatan sejarah ini menginspirasi saya untuk tidak sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengasah sensitivitas sosial dan kerendahan hati dalam berinteraksi dengan sesama.

    BalasHapus
  174. Nama : Syarifah
    NIM : 261042019
    Prodi D4 Gizi & Dietetika Program Sarjana Terapan

    Menurut Saya, Sungguh tulisan yang sangat luar biasa dan penuh makna. Kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir memberikan gambaran bahwa seorang ulama sejati tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menebarkan kasih sayang, kepedulian, pendidikan, dan kemanusiaan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.
    Satu Abad Masjid Miftahurridha menjadi momentum penting untuk mengenang dan melestarikan jejak perjuangan beliau. Nilai-nilai ketulusan, kemurahan hati, kepedulian terhadap sesama, serta dakwah yang santun dan penuh cinta sangat relevan untuk diwariskan kepada generasi masa kini dan masa depan.
    Semoga kisah dan keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir terus hidup dalam hati masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun kehidupan yang lebih beradab, damai, penuh kasih sayang, dan bermanfaat bagi sesama. Terima kasih kepada penulis yang telah mengabadikan jejak perjuangan ulama besar ini melalui tulisan yang begitu menyentuh dan bernilai sejarah.

    BalasHapus
  175. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Nama: Arifa Eka Syaren
    NIM: 261011003
    Prodi: D3 Sanitasi
    Tulisan yang ditulis oleh bapak Ma'ruf Zahran Sabran sangat inspiratif dari sini kami dapat mengetahui bahwasanya satu abad Masjid Miftahurridha bukan hanya sekadar perayaan usia bangunan, tapi pengingat bahwa masjid ini dulu berfungsi sebagai pusat pendidikan, pengobatan, dan bantuan sosial. Sosok Tuan Guru Haji Ibrahim Basir menunjukkan bahwa ulama tidak hanya mengajar agama, tetapi juga melayani masyarakat secara nyata: memberi makan tamu setiap hari, mengasuh 60 anak (banyak dari keluarga Tionghoa), dan mengobati orang sakit di masa minim tenaga medis. Yang paling berkesan, beliau tidak pernah meminta imbalan dan mengajarkan kitab “Adabul-Insan” sambil mempraktikkannya langsung. Semoga nilai keikhlasan dan kepedulian ini terus hidup, bukan hanya dikenang saat acara.

    BalasHapus
  176. Nama: Nur Fitrianingsih
    NIM: 261041062
    prodi: D4 gizi dan dietetika

    Menurut saya, artikel ini sangat menarik dan informatif karena mengangkat topik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasannya memberikan wawasan baru bagi pembaca serta mengingatkan pentingnya memahami dan menerapkan informasi yang disampaikan. Penyampaian artikelnya juga cukup jelas sehingga mudah dipahami. Namun, artikel ini akan menjadi lebih kuat apabila dilengkapi dengan data atau contoh nyata sebagai pendukung. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat dan layak untuk dibaca.

    BalasHapus
  177. Nama : Azzuhri Fadhillah
    Nim : 261161008
    Prod : K3

    Menurut saya, artikel ini sangat menarik dan memberikan banyak wawasan tentang sejarah perjuangan ulama, khususnya Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Artikel ini tidak hanya membahas sejarah Masjid Miftahurridha, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai keteladanan seperti kepedulian, keikhlasan, kasih sayang, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
    Saya juga melihat bahwa kisah perjuangan beliau relevan bagi generasi muda saat ini. Nilai yang paling saya dapat adalah pentingnya menggunakan ilmu bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk membantu dan memberikan manfaat kepada orang lain. Artikel ini menjadi pengingat bahwa pendidikan seharusnya dapat membentuk karakter dan kepedulian sosial, bukan hanya mengejar prestasi akademik. Menurut saya, artikel seperti ini penting untuk terus diperkenalkan agar sejarah dan keteladanan tokoh lokal tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

    BalasHapus
  178. Nama : Siti Nur Fadila
    NIM : 261042018
    Kelas : RPL Gizi
    Prodi : Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika

    Tulisan ini menyingkap sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir sebagai teladan kemanusiaan: ulama yang tak hanya mengajar ilmu agama, tetapi juga merawat jiwa, merangkul semua lapisan masyarakat, dan membuka hati lewat kasih tanpa batas. Warisan masjid, madrasah, serta tradisi adab dan pelayanan sosialnya bukan sekadar sejarah—melainkan undangan hidup bagi generasi sekarang untuk meneladani sikap rendah hati, kepedulian, dan cinta yang melintasi suku, agama, dan waktu. Salam hormat untuk penyelenggara peringatan satu abad Masjid Miftahurridha; semoga kisah ini terus menginspirasi dan menjadikan tepian Sungai Ambawang sebagai titik cahaya religi dan kemanusiaan.

    BalasHapus
  179. Nama: [Baruna geobama lasiran]
    NIM: [261021010]
    Prodi: [D4 sanitasi lingkungan]

    ​Assalamu'alaikum Pak/Bapak Ma'ruf. Tulisan ini menarik sekali dan membuka wawasan baru. Dari artikel ini saya jadi makin paham sejarah Masjid Miftahurridha dan peran besar Tuan Guru Haji Ibrahim Basir, terutama soal bagaimana beliau berdakwah lewat adab dan kepedulian sosial ke masyarakat. Keteladanan beliau memang patut ditiru sama generasi muda sekarang. Terima kasih Pak atas ilmu dan penugasannya.

    BalasHapus
  180. Nama : Rini Fitriani
    NIM : 261021043
    D4 Sanitasi Lingkungan
    Komentar : Artikel ini memberikan wawasan tentang sejarah keislaman di masyarakat Kubu Raya dan pentingnya menjaga warisan perjuangan ulama

    BalasHapus
  181. Nama: Adiba Tsabita Ramadhanty
    NIM: 261161002
    Prodi : D4 - K3

    Dari tulisan ini, kabar baik yang kita dapatkan adalah Kalimantan Barat ternyata memiliki harta berupa pahlawan kemerdekaan yang juga memperjuangkan agama, seperti yang kita tau kebanyakan dari ulama-ulama dan tokoh agama berasal dari pulau jawa, namun tanpa pernah kita sadari di Kubu Raya tepatnya desa durian telah berdiri selama satu abad masjid miftahurrida yang merupakan hasil perjuangan dari Tuan Guru Haji Ibrahim. Semoga kelak kita semua yang tinggal di tanah yang sama dengan beliau juga dapat membantu dan memperjuangkan agama seperti beliau.

    BalasHapus
  182. NAMA: AISYAH AORORA
    NIM : 261021004
    PRODI: D4 SANITASI LINGKUNGAN
    Asaalamualaikum pak, Tulisan ini sangat menyentuh dan bermakna. Mengangkat sosok Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir (Guru Braem) bukan sekadar mengenang ulama besar, melainkan meneladani jejak dakwah yang santun, penuh kasih, dan merangkul semua kalangan tanpa sekat agama atau suku.
    Warna perjuangannya menyatukan tauhid, fikih, dan tasawuf serta pendekatan dakwah yang lembut namun menyentuh hati, menjadi teladan nyata bahwa ilmu dan akhlak adalah kekuatan terbesar untuk menyatukan umat. Peninggalan dan jejak perjuangannya di Sungai Ambawang adalah bukti nyata betapa berharganya sosok yang membawa kedamaian dan harmoni di tengah keberagaman. Semoga generasi masa kini bisa meneladani semangat beliau: teguh pada prinsip namun tetap lembut dan merangkul sesama.

    BalasHapus
  183. NAMA : MOZZA PUTRI AULIA
    NIM : 261021034
    PRODI : D4 SANITASI LINGKUNGAN
    Assalamualaikum wr wb pak, tulisan ini sangat bagus dan menarik. Saya baru tahu kalau Masjid Miftahurridha ini sudah satu abad. Cerita tentang Tuan Guru Haji Ibrahim Basir cukup menginspirasi, terutama karena beliau tidak hanya mengajar tapi juga merawat anak-anak yatim dan membantu orang sakit. Rumahnya selalu terbuka buat siapa saja. Nilai-nilai seperti ini yang seharusnya kita jaga. Semoga tulisan seperti ini terus ada supaya sejarah tidak hilang.

    BalasHapus
  184. Nama : Meisya Refani Zaskia Putri
    Nim : 261021033
    Prodi : D4 Sanitasi Lingkungan
    Assalamualaikum pak,Menurut saya tulisannya menarik sekali karena tidak cuma membahas sejarah dakwah Tuan Guru Haji Ibrahim, tapi juga menonjolkan sisi kedermawanan beliau. Keren sekali bagaimana beliau mempraktikkan toleransi dan rasa peduli sesama tanpa beda-bedakan suku atau agama, sampai merawat puluhan anak asuh. Penetapan Masjid Miftahurridha sebagai cagar budaya di Kubu Raya juga mempertegas betapa pentingnya warisan sejarah yang beliau tinggalkan.

    BalasHapus
  185. Nama : Fariati
    Nim : 261042011
    Kelas : RPL Gizi
    Prodi : Sarjana Terapan Gizi dan Dietetik
    Menurut sy tulisan ini memberikan wawasan baru tentang Islam di Kalbar, megenalnfigur Tuan Guru H. Ibrahim bin H. Basir bukan sekadar ulama, melainkan simbol kearifan lokal yg menggabungkan tiga pilar tak terpisahkan yakni Tauhid, Fikih dan Tasawuf, dengan Akhlak sebagai ujung tombaknya. Yg paling menarik adalah bagaimana dakwah beliau dibungkus dalam bahasa cinta, kasih sayang dan pendekatan budaya setempat, sehingga menembus batas agama, suku dan golongan. Fakta beliau menerima 60 anak asuh, terbanyak dari keluarga TiongHoa, sekaligus menunjukkan bahwa Islam yg beliau bawa adalah Islam Lil 'Alamin.

    BalasHapus
  186. Nama: Adel nur agustina
    Nim: 261021001
    Prodi: D4 sanitasi lingkungan
    assalamualaikum wr wb bapak, menurut saya tulisan ini sangat menarik dan bermakna karena Kisah yang sangat menginspirasi. Keteladanan Tuan Guru Haji Ibrahim menunjukkan bahwa ilmu, kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Semoga nilai-nilai perjuangan dan akhlak beliau terus menjadi teladan bagi generasi penerus.

    BalasHapus
  187. Nama: Vita Sari
    Nim:261021051
    prodi:D4 sanitasi lingkungan
    assalammualaikum wr.wb bapak, menurut saya tulisan ini sangat menarik perhatian saya sebagai untuk terinspirasi bahwa keteladan seorang tuan guru Haji ibrahim menunjukan bahwa ilmu, keikhlasan, dan kasih sayng yg dapt memberikan manfaat bagi untuk kita semua.

    BalasHapus
  188. Nama : Davina Islami
    Nim : 261031013
    Kelas : 1A
    Program Studi : D3 Gizi

    Menurut saya teks ini berhasil menggambarkan sosok ulama yang tidak hanya fokus pada ilmu agama (tauhid, fikih, tasawuf), tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang luar biasa, mulai dari mengobati orang sakit hingga memberikan makanan gratis bagi siapa saja yang bertamu ke rumahnya.

    Memberikan gambaran geografis yang kuat tentang penyebaran dakwah di sepanjang tepian Sungai Ambawang dan Desa Durian, menjadikannya catatan sejarah lokal yang sangat berharga bagi generasi muda di Kalimantan Barat, sebagai pengingat sejarah sekaligus sumber inspirasi moral tentang pentingnya ketulusan, toleransi, dan pengabdian tanpa pamrih kepada masyarakat.

    BalasHapus
  189. Nama: Chamisya Rahmadani
    NIM: 261041037
    Kelas: B
    Program Studi: D4 Gizi dan Dietetika

    Tulisan ini sangat menarik karena memberikan gambaran tentang sejarah Masjid Miftahurridha serta perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim Basir dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keagamaan. Menurut saya, tulisan ini juga mengingatkan kita pentingnya menjaga sejarah dan perjuangan ulama agar tetap dikenal oleh generasi muda.

    BalasHapus
  190. Nama : Alghifari Trynanda Arsa Jusaim
    NIM : 261161003
    Prodi : D4 K3
    MasyaAllah, kisah beliau sungguh menyentuh hati. Sifat dermawan Guru Haji Ibrahim yang menyediakan makanan gratis setiap hari, mengasuh puluhan anak asuh dari berbagai latar belakang, serta mengobati dan mengajar tanpa pernah meminta imbalan, menjadi teladan luar biasa tentang keikhlasan. Terima kasih Bapak Ma'ruf sudah mendokumentasikan sejarah lokal yang berharga ini.

    BalasHapus
  191. Nama: Nadya Khairunisa
    NIM: 261161042
    Prodi: Keselamatan dan kesehatan kerja

    Artikel yang sangat inspiratif dan penuh nilai sejarah. Kisah perjuangan Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir menunjukkan bahwa seorang ulama tidak hanya berperan dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial, kasih sayang, serta keharmonisan di tengah masyarakat. Nilai adab, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama yang beliau teladankan patut terus diwariskan kepada generasi muda. Semoga Masjid Miftahurridha senantiasa menjadi saksi sejarah dan pusat pendidikan, dakwah, serta kebaikan bagi masyarakat dari generasi ke generasi. Barakallah, semoga perjuangan dan keteladanan beliau terus menginspirasi

    BalasHapus
  192. Nama: Mufidha Nayla Bahira
    NIM: 261161036
    Program Studi: K3

    Tulisan ini sangat menarik karena memperlihatkan bahwa Masjid Miftahurridha bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki sejarah dan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dari perjalanan satu abadnya, kita dapat melihat bagaimana masjid tetap menjadi bagian dari kehidupan dan kebersamaan umat. Semoga Masjid Miftahurridha terus terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi-generasi selanjutnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHLAK 1- HAK DAN KEWAJIBAN TETANGGA

PEMBELAJARAN PAI-SKI