GIAT MAULID PASAR TERATAI MENYUBURKAN BENIH KECINTAAN, MENGHADIRKAN KEDAMAIAN SELAWAT, MENELADANI AKHLAK, MENGUNDANG SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW
GIAT MAULID PASAR TERATAI MENYUBURKAN BENIH KECINTAAN, MENGHADIRKAN
KEDAMAIAN SELAWAT, MENELADANI AKHLAK, MENGUNDANG SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW
Oleh
Ma'ruf Zahran Sabran
GIAT Maulid bisa berlangsung empat bulan, yaitu bulan Rabi'ul Awal,
Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir. Masyarakat Melayu Pontianak
menyebutnya empat senama. Nanti disusul bulan Rajab, Rajab disebut bulan Isra'
dan Mi'raj.
Bahkan pembacaan sejarah Maulid bisa dibaca setiap waktu, umumnya
di rumah dan di masjid. Tapi kali ini, untuk kedua kalinya, warga pasar tidak
mau ketinggalan guna mengenang perjuangan Rasulullah SAW yang diagendakan dalam
Peringatan Maulid Nabi Besar SAW tahun 1448 Hijrah. Berlokasi di pasar Teratai
kecamatan Pontianak Barat Kalimantan Barat. Sebagai ungkapan rasa puji syukur
kepada Allah SWT akan nikmat rezeki yang dianugerahkan Allah dalam bentuk
sirkulasi jual-beli yang aman dan amanah.
Sah-sah saja, ketika warga pasar Teratai (Jeruju) meluapkan
kegembiraan saat mengenang kembali tiga peristiwa sekaligus yaitu maulid,
hijrah dan wafat Rasulullah yang mereka cintai. Terlebih profesi pedagang yang
mendapat perhatian serius dari Rasulullah SAW. Ketika seorang sahabat bertanya:
"Wahai Rasulullah, amal apakah yang sangat utama? Rasulullah menjawab:
Jual-beli yang benar (albayi' almabrur). (Hadis riwayat Muslim)."
Di mata dunia, Nabi Muhammad bukan hanya milik umat muslim. Beliau
pahlawan keadilan semesta yang melawan penindasan, tirani, kezaliman. Beliau
pahlawan kemanusiaan universal yang membebaskan perbudakan dan mengajarkan
persamaan derajat manusia di hadapan Tuhan. Beliau pahlawan untuk kaum
perempuan yang tertindas, ketika bayi perempuan dibunuh hidup-hidup. Digali
sumur padang pasir, lalu ditanam dan dikubur anak perempuan mereka. Hanya
terdengar suara tangisan bayi atau jeritan puteri kecil mereka
"abi-abi-abi, umi-umi-umi." Suara lemah dan hilang dalam urukan pasir
yang semakin tebal. Gundukan pasir menutupi tubuh mungil puteri mereka. Tubuh
yang tidak berdaya melawan tradisi dan adat-istiadat yang berlaku sepanjang
tahun, lama berabad-abad. Masa jahiliyah ketika Rasul belum dilahirkan, belum
diutus, dan agama Islam belum disebar-luaskan. Peristiwa membunuh anak
perempuan hidup-hidup dengan cara dibuang ke dalam sumur yang sengaja dibuat.
Perbuatan keji tanpa rasa kemanusiaan itu, pernah dilakukan oleh Umar bin
Khattab sebelum beliau memeluk Islam. Kenangan pahit yang membuat air mata Umar
menitik deras tak terbendung.
Dengan peringatan Maulidin-Nabi Muhammad SAW, akan semakin banyak
orang yang tertarik untuk membaca selawat sebanyak-banyaknya. Sebab melihat
betapa agung akhlak baginda. Apalah artinya pujian hamba yang ringkih,
sementara Allah SWT sejak masa azali telah memuji keluhuran akhlak Rasulullah
dalam surah Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya Engkau (Muhammad)
benar-benar berada dalam akhlak yang agung." Selamat memperingati Maulid
Nabi Muhammad SAW untuk warga pasar Teratai kecamatan Pontianak Barat. Wallahu
a'lamu bish-shawab.

Komentar
Posting Komentar