KEMULIAAN RASULULLAH SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA

 


KEMULIAAN RASULULLAH SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA

Oleh

Ma’ruf Zahran Sabran

APAPUN yang bersentuhan dengan pribadi Rasulullah SAW pasti mulia. Sejarah Arab pra-Islam fakta, mereka hidup dalam ketiadaan adab dan akhlak. Saling membunuh, saling bertikai, saling menikam. Dendam dan sakit hati yang disimpan sampai tujuh keturunan. Perdagangan manusia untuk dijadikan hamba sahaya atau budak belian, masa jahiliyah yang sangat biadab, kejam dan tanpa perikemanusiaan.

Kelahiran Rasulullah SAW seakan membuka lembaran baru kehidupan untuk menutup lembaran lama kehidupan. Kenapa dikatakan maulid sebagai membuka lembaran baru? Selama lima ratus (500) tahun masa kekosongan kenabian (masa fatrah). Sejak Nabi Isa putera Maryam diwafatkan lalu diangkat ke langit, Tuhan belum pernah menurunkan utusan-Nya.  Terasa kebaruan kehidupan dalam arti kualitas kehidupan sejak dilahirkan sang utusan-Nya, tahun 571 Masehi. Dunia menyambut senang bahagia, semesta bergembira menyongsong kelahiran manusia mulia, kekasih Allah. Bumi dan langit tersenyum-ria membagikan berita agung dengan kedatangan Rasulullah SAW. Kehadirannya membawa risalah dakwah, penyampai amanah, penasehat umat. Perayaan Maulid didasarkan pada dalil surah Yunus ayat 57- 58.

Dalil tersebut adalah: "Hai manusia! Sungguh telah datang kepadamu penasehat dari Tuhanmu,  penyembuh dari penyakit di dalam hati. Petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakan, karena keutamaan Allah dan rahmat-Nya. Maka dengan demikian itu, bergembiralah! Dia (Muhammad) lebih baik daripada seluruh apa yang mereka kumpulkan (di dunia)."

Diantara manfaat peringatan maulid ialah membangun jembatan penghubung antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan Nabinya, manusia dengan sesama manusia. Supaya manusia tidak kafir terhadap Tuhan, tidak terlaknat di hadapan Nabi dan tidak biadab dengan sesama manusia. Mampu menghargai hak-hak orang lain. Hak mata memandang yang halal. Bukan hanya makan dan minum yang harus halal dan thayib. Mulut, kaki, tangan, hati juga harus halal-thayib. Karena kaki, tangan dan sembilan "lubang" harus halal-thayib dalam arti lubang dua mata, dua lubang hidung, dua lubang telinga, satu mulut, satu dubur (lubang pantat), satu qubul (kemaluan).

Hubungan manusia dengan Allah diatur lewat salat. Hubungan manusia dengan Rasulullah dimediasi oleh selawat. Hubungan manusia dengan sesama dijembatani oleh silaturahmi. Ketiga jembatan kasih tersebut (shalawat) wajib dipelihara.

Momen peringatan Maulidir-Rasulullah SAW menjalin hubungan manusia dengan Allah dan Rasulullah dalam himpunan selawat yaitu: "Allahumma shalli wasallim wabarik wa-an'im 'alasayyidina, wahabibina, wasyafi'ina, wamaulana Muhammad wa 'ala alihi washahbihi ajma'in." Duhai Allah, sampaikan selawat, salam, keberkahan dan curahkan keberkahan nikmat berlimpah kepada tuan kami, kekasih kami, pemberi syafa'at untuk kami, pemimpin kami Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Karena itu, selawat dapat dimaknai doa yang memuat Allah dan Rasul-Nya.

Penyebutan gelar resmi kepada  baginda Rasulullah SAW bukan kultus seperti agama-agama berhala, namun sebagai penghormatan kepada baginda (lit-tahrim). Dan merupakan adab umat kepada Nabi (adabun-linnabi). Nabi Muhammad SAW memiliki dua ratus nama mulia. Dalam berhukum-hakam, umat tidak boleh menetapkan hukum kecuali berdasarkan putusan Allah dan Rasul-Nya. "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.(Al-Hujurat:1)." Barakallahu fikum. Wama taufiqi illa billah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

AKHLAK 1- HAK DAN KEWAJIBAN TETANGGA

PEMBELAJARAN PAI-SKI