BILA MASALAH HIDUP TERLALU BERAT, SABAR DAN SALAT PERINGANNYA
BILA MASALAH HIDUP TERLALU BERAT, SABAR DAN SALAT PERINGANNYA
Oleh
Ma'ruf Zahran Sabran
NIKMAT Tuhan hendaklah engkau sebut-sebut. Bersyukur dengan lisan,
Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Bersyukur dengan hati ialah meyakini
bahwa nikmat berasal dari-Nya. Bersyukur dengan perbuatan ialah menggunakan
nikmat sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberi nikmat, Allah SWT.
Kemudian berbaik sangka kepada Allah SWT yang mendatangkan musibah.
Dengan dua nama yang berhak Dia sandang secara mutlak. Mengimani nama-Nya, Maha
Meluaskan dan Menyempitkan rezeki (Al-Basith, Al-Qabidh),
Meninggikan-Merendahkan makhluk (Ar-Rafi', Al-Khafidh), Memuliakan-Merendahkan
seseorang (Al-Mu'izzu, Al-Mudzillu), Memberi manfaat-Memberi mudharat
(An-Nafi', Adh-Dhar), Menghidupkan-Mematikan (Al-Muhyi, Al-Mumit). Penyayang-
Penyiksa (Ar-Rahim, Al-Muntaqim). Beriman kepada-Nya, tidak hanya pada karakter
(sifat) feminin (muannats). Tapi juga beriman pada karakter (sifat) maskulin
(mudzakkar). Beriman kepada sifat Jamil (Jamaliyah) atau keelokan dari-Nya. Dan
beriman kepada sifat Jalil (Jalaliyah), keagungan dari-Nya sekaligus. Kitab
Al-Quran menyebut sebagian besar sifat Allah adalah Maha Pengasih-Maha
Penyayang. Meskipun Dia menampakkan sifat kebesaran dan kegagahan-Nya
(Al-Jabbar, Al-Qahhar), semata hanya untuk melindungi manusia dan alam semesta.
Dianjurkan bersikap sabar bila menerima bala' bencana. Bersyukur
tatkala menerima rezeki dalam arti luas. Ridha terhadap seluruh takdir-Nya
sampai akhir hayat. Disebutkan dalam Hadis Qudsi: "Siapa yang tidak
bersyukur terhadap nikmat dari-Ku, tidak bersabar terhadap bencana dari-Ku,
tidak ridha terhadap takdir-Ku. Keluarlah kamu dari bumi dan langit-Ku. Carilah
Tuhan selain Aku (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)."
Ketika menerima takdir buruk dari-Nya. Ingatkan diri, jangan panik. Tidak boleh putus kendali iman dan akal sehat. Jangan mengeksekusi Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tidaklah Allah SWT memberi musibah. Kecuali mengandung hikmah atau manfaat besar. Berangsur, Dia akan meringankan problem hidup yang terlalu berat untuk dipanggul. Bertahap, Dia akan mengangkat masalah, membuang satu-persatu beban mental yang dipikul. Akhirnya, Dia melapangkan dadamu guna bernafas dengan ringan dan mudah. Solusi yang ditawarkan oleh Allah SWT dalam menyelesaikan kesulitan dan kekalutan hidup. Terdapat dua item tawaran, sabar dan salat. Keduanya akan dirilis, berikut:
Sabar
Ideal sabar berbasis
kitab suci, Tuhan berfirman (Al-Baqarah ayat 153): "Hai orang-orang yang beriman,
jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar."
Ada musibah yang disebabkan oleh tangan manusia. Berfungsi sebagai
peringatan atau teguran. Surah Ar-Rum ayat 41: "Telah tampak
kerusakan di darat dan di laut
akibat dari perbuatan tangan manusia. Untuk Kami rasakan sebagian dari
perbuatan mereka. Semoga mereka kembali (kepada kebenaran)."
Contoh, suatu tempat yang dahulu makmur pertanian, perkebunan dan
bisnis, ketika mereka belum melakukan dosa-dosa besar secara massif. Namun
setelah mereka berdosa, Tuhan berfirman (An-Nahl ayat 112): "... Kami
rasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. Akibat dari perbuatan
mereka." Boleh jadi, tidak semua penduduk negeri berdosa. Masih ada orang-orang
baik. Orang yang baik akan terkena musibah. Ibarat tidak memakan nangka, tapi
kena getahnya. "Takutlah kamu kepada musibah yang tidak hanya menimpa
orang-orang zalim diantara
kamu. Ketahuilah, sungguh Allah sangat berat
hukuman-Nya (Al-Anfal:25)." Jika musibah datang, terkadang tidak lagi
memilih beriman atau tidak, salat atau tidak. Semua
dipukul mundur oleh banjir bandang,
gempa bumi di darat (vulkanik) dan gempa bumi di
laut (tektonik). Kebakaran dengan api yang menjilat serta dibawa angin, semakin
berdampak kerugian besar.
Ada juga musibah yang disebabkan oleh dosa besar manusia yang
mengakibatkan kekafiran, maka Allah SWT turunkan azab. Surah Al-Haqqah yang mengisahkan siksa umat terdahulu yang
durhaka. "Adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan oleh kejadian luar
biasa. Dan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin
lagi sangat kencang (Al-Haqqah:5-6)."
Allah SWT menyertai, membersamai orang-orang sabar. Berikan kabar
gembira kepada orang-orang yang sabar. Adalah mereka yang apabila ditimpa
musibah bencana dengan mengambil sikap pernyataan pertama: "Sesungguhnya
kami berasal dari Allah." Pernyataan ini memberikan isyarat bahwa yang
bersangkutan sudah tahu jalan datang. Bahwa mereka berasal dari Allah, bukan dari
tanah, bukan dari debu, bukan dari air, api, angin.
Pernyataan kedua: "Dan sesungguhnya kami kembali
kepada-Nya." Mengandung isyarat bahwa yang bersangkutan sudah tahu jalan
pulang, mengerti cara untuk kembali kepada-Nya. Bukan menerka-nerka kembali ke
tanah atau pulang ke makhluk lain. Mindset menerka atau menduga bahwa mati
hanya menjadi tanah, wajib dibuang dan direvisi.
Memahami jalan datang dan jalan pulang sebagai upaya pemantik dan
penumbuh kesabaran. Bersama Allah tatkala datang dan bersama Allah tatkala pulang
sebuah garansi dan asuransi hidup-mati. Tiada duka disebabkan Tuhan telah
berselawat kepada mereka. Tiada lara disebabkan Tuhan telah melimpahkan
rahmat-Nya kepada orang-orang yang sabar. Selanjutnya, mereka berjalan dinaungi
petunjuk Tuhan, diterangi oleh cahaya-Nya. Mereka itulah orang-orang yang
menang, berkat bersabar dan bertawakal (berserah-diri) kepada Allah Jalla wa
'Ala.
Salat
Salat merupakan rumah pertahanan kaum beriman. Selama mereka masih salat,
penjagaan Allah SWT ibarat perisai yang kuat dari gempuran hawa nafsu jahat dan syaitan terkutuk.
Berdasarkan firman Tuhan dalam surah Al-Ankabut ayat 45: "Bacalah apa yang
telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dari Al-Kitab (Al-Quran). Dan dirikanlah
salat. Sesungguhnya salat sanggup mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan
mengingat Allah (salat) sangat besar keutamaannya. Dan Allah Maha Mengetahui
apa-apa yang kamu usahakan."
Hubungan praktik salat dan sabar sangat erat, sehingga
Lukmanul-hakim menebar kedua perilaku mulia dalam nasehat yang dirilis oleh
Al-Quran surah Lukman ayat 17-19: "Hai anakku, dirikanlah salat, suruh
manusia berbuat yang ma'ruf dan cegah dari yang mungkar. Dan bersabarlah atas musibah yang menerpamu. Sesungguhnya yang demikian
itu merupakan perkara yang telah dipastikan. Jangan engkau palingkan mukamu
dari manusia. Dan jangan engkau berjalan di muka bumi dengan sombong.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan lagi membanggakan
diri. Sederhanakanlah dalam berjalanmu dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya
sejahat-jahat suara ialah suara keledai."
Jika sabar adalah relasi horizontal manusia dengan manusia. Niscaya
salat adalah relasi vertikal
manusia dengan Tuhan.
Salat ibarat dokumen
sangat rahasia, bersifat private,
tanpa perantara. Sebab, ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia tidak meminta
bantuan kepada siapapun. Dia menciptakan dengan ukuran yang tepat, presisi dan
akurasi tinggi. Berdasarkan firman-Nya, surah Al-A'la ayat 1-3:
"Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi. Dia menyempurnakan ciptaan
dengan keseimbangan. Dia menentukan ukuran. Lalu Dia menghadiahkan hidayah."
Mengingat secara bahasa,
salat artinya doa. Doa
mengandung permohonan petunjuk,
arahan, bimbingan, keselamatan, kesehatan, kebahagiaan. Doa hanya ditujukan
kepada-Nya, sungguh Dia sebagai sebaik-baik konsultan, guru sejati, penolong
dan pembela.
Salat terdiri dari bacaan dan gerakan. Hikmah bacaan jika dipahami
dan dihayati, akan meringankan beban psikhis. Hikmah gerakan jika dipahami dan
dihayati, akan menyedikitkan bahkan membuang derita yang dipikul jiwa. Gerakan
berdiri dalam salat seakan melihat persoalan secara totalitas. Gerakan rukuk seakan
mencermati persoalan dari dekat. Gerakan
i'tidal seakan memastikan kembali merinci problem. Sujud,
tidak sebatas problem dirincikan, tapi dirasakan. Untuk meletakkan problem tepat pada posisi duduk
tahiyat awal dan tahiyat akhir. Gerakan salam ke kanan membuktikan esensi perdamaian
kepada blok kanan. Salam ke kiri membuktikan esensi perdamaian kepada blok
kiri. Semoga menginspirasi, untuk generasi sabar dan salat.

Komentar
Posting Komentar