LIMA RESEP HIDUP TENANG MENURUT IMAM HASAN BASRI
LIMA RESEP HIDUP TENANG MENURUT IMAM HASAN BASRI
Oleh
Ma'ruf Zahran Sabran
DALAM rangka menutup tahun lama (2026) dan menyambut tahun baru
(2027), ada baiknya duduk sejenak bermajelis online dan kuliah imaginer dengan
Imam Hasan Basri yang bergelar Raja generasi Tabi'in (lahir: Madinah, 21
Hijriah, wafat: Basrah, 110 Hijriah).
Seorang jamaah sekaligus murid dari Imam Hasan Basri bertanya:
Wahai Tuan Guru, di dunia ini banyak sekali paham, ajaran, konsep, sehingga
membuat banyak orang bingung. Karena semua paham ajaran tersebut menganggap
paham dan ajarannya yang paling benar. Tidak jarang mereka menyalahkan, membid'ahkan,
mengkafirkan golongan lain yang tidak sejalan dengan paham ajaran mereka. Lalu,
bagaimana cara kami menyikapinya, tolong beri kami bimbingan tuan guru?
Ikuti suruhan Allah dan Rasul-Nya dalam Alquran dan Hadis. Jauhi
yang dilarang oleh keduanya. Dua standar sumber beragama. Apabila pendapat
manusia sesuai dengan keduanya, peganglah kuat-kuat dan gigit dengan gigi
gerahammu. Apabila pendapat manusia tidak sesuai dengan keduanya, buang dan
lempar jauh-jauh. Kemudian amalkan lima resep yang sanggup membuat hati tenang
di tengah kekalutan hidup sebagai berikut:
Perbanyak
olehmu bersahabat dengan orang-orang saleh
Ada pepatah yang mengatakan: Jangan tanya agama seseorang, tapi
tanyakan siapa sahabatnya? Sahabat adalah agama seseorang. Hari ini, banyak
istri yang tidak patuh kepada suaminya, tapi istri patuh kepada temannya.
Kadang pertemanan bahkan sanggup menceraikan atau merekatkan keluarga. Banyak
anak yang tidak taat kepada kedua orang tuanya, namun taat kepada sahabatnya.
Betapa urgensi persahabatan yang dibawa dari dunia sampai akhirat. Sehingga
Imam Hasan Basri menganjurkan bergaul dengan orang-orang saleh.
Perbanyak
olehmu membaca Alquran
Fungsi Alquran diantaranya adalah syifa' atau penyembuh. Mereka yang
akrab dengan Alquran dipastikan berhati tenang. Indikator tenang bukan karena
selalu ada uang. Tapi sanggup bersikap bijak ketika menghadapi gelombang
samudera kehidupan. Ketenangan saat senang dan ketenangan saat susah, Alquran
menjadi solusinya. Artinya, kualitas ketenangan hidup seseorang sangat
ditentukan oleh seberapa dekat interaksi rohaninya dengan Alquran. Dan kualitas
kesengsaraan hidup seseorang sangat ditentukan oleh seberapa jauh interaksi
rohaninya dengan Alquran.
Perbanyak
olehmu salat malam
Malam adalah ketika situasi dan kondisi paling indah bermunajat
kepada-Nya. Dalam keheningan malam, terutama sepertiga malam terakhir sampai
sebelum tiba waktu subuh. Tuhan turun ke langit dunia dengan berseru dalam
Hadis Qudsi: "Hai penduduk bumi, adakah dari kalian para pendosa yang
memohon ampun kepada-Ku. Niscaya Aku ampuni. Adakah diantara kalian yang
berhajat kepada-Ku. Niscaya Aku kabulkan. Tangan ampunan-Ku selalu terbentang
di malam hari bagi hamba-Ku yang bergelimang dosa di siang hari. Tangan
ampunan-Ku selalu terbentang di siang hari bagi hamba-Ku bagi hamba-Ku yang
bergelimang dosa di malam hari."
Perbanyak
olehmu mengosongkan perut
Perut adalah sumber datangnya penyakit, jika diisi berlebihan serta
tidak memerhatikan hukum halal dan haram saat mengkonsumsi makanan dan minuman.
Perut juga menjadi kendaraan syahwat (hawa nafsu) untuk melangsungkan niat
jahat. Sehingga Allah SWT memberi rumus cara makan dan minum yang sehat. Firman
Allah SWT dalam surah Al-A'raf ayat 31: "Makan dan minumlah, dan jangan
berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebihan."
Dalam Hadis riwayat Muslim disabdakan oleh Rasulullah SAW:
"Perut dapat menjadi sumber penyakit anak-cucu Adam. Makanlah sekadar
menguatkan tulangmu untuk beribadah kepada Allah. Jika kamu terpaksa makan,
maka berikan bagian dalam perutmu, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk
minuman, sepertiga untuk bernafas." Rasulullah SAW merupakan
suri-tauladan, karena beliau satu-satunya manusia tersehat se-dunia. Selama
hidup dalam usia 63 tahun, beliau sakit hanya dua kali. Sakit ketika pulang
dari perang Badar dan sakit menjelang maut menjemput beliau untuk kembali
keharibaan Tuhan yang Maha Tinggi. Resep sehat beliau ialah lebih sering lapar
daripada kenyang. Karena itu, puasa merupakan trik untuk mengistirahatkan kerja
lambung. Lalu, beliau menjalani pola hidup bertawakal atau berserah-diri kepada
Allah SWT. Sering salat tahajud, berjalan kaki, berkuda, memanah. Bahkan beliau
menganjurkan umat untuk berolahraga renang (sibahah).
Perbanyak
olehmu merendahkan diri kepada Allah di waktu subuh
Waktu subuh adalah kondisi perubahan alam dari akhir malam menuju
awal siang (tenggelam bintang, tanda akan terbit matahari). Ibarat menyongsong
kehidupan baru (di akhirat) setelah kematian (di dunia). Rahasia surah Al-Fajar
terdapat kebaikan dan ketenangan bagi mereka yang memanfaatkan waktu fajar
hingga terbit matahari untuk bermunajat, taqarrub ilallah, dengan janji
husnul-khatimah. Berdasarkan surah Al-Fajar ayat 27-30: "Hai jiwa yang
tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu, dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke
dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga-Ku." Sebuah
garansi dari Allah yang membuat hati menjadi tenang. Wallahua'lam.

Komentar
Posting Komentar