KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR
KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR
Oleh
Keutamaan
pertama zikir bagi penzikir laki-laki dan penzikir perempuan di antaranya Allah
SWT meminjam wadah hatinya untuk menghidupkan, menumbuhkan, dan menyuburkan
kalimat Allah SWT. Meskipun sumber zikir sebenarnya berasal dari Allah dan
untuk Allah, namun karena nama dan sifat-Nya yang selalu banyak berterima kasih
(Asy-Syakur), maka Dia nisbahkan dan pertautkan sumber zikir adalah lisan dan
kehadiran hati hamba yang diberi hidayah dari-Nya.
Zikir
dapat diartikan semua perbuatan taat kepada Allah. Berbahagialah ketika Allah
SWT menuntun hati hamba-Nya untuk selalu berzikir. Artinya, hati yang mengingat
Allah lalu terdorong beribadah dan beramal saleh. Hati mengingat Allah lalu
terhindar dari perbuatan dosa dan durhaka. Dari makna zikir yang diperluas,
Allah SWT tidak hanya meminjam hati hamba-Nya. Dia juga meminjam tangan, kaki, lisan,
ilmu, harta, keluarga, jabatan, dan pekerjaan si hamba. Bagaimanakah cara
tangan berzikir?
Tangan
berzikir digerakkan oleh hati yang berzikir sebagai server semua anggota tubuh.
Tangan berzikir artinya tangan yang gemar bersedekah. Maknanya, tangan yang
sanggup memberi manfaat kepada orang lain. Tangan yang menyalurkan anugerah Allah
SWT kepada sesama dan tidak menghalangi anugerah-Nya. Ada doa dan zikir ketika
berwudu dengan membasuh tangan kanan: "Allahumma inni as-alukal yumna wal
barakah" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu anugerah kebaikan, kemudahan,
keberuntungan, dan keberlimpahan rezeki). Ketika membasuh tangan kiri sambil
berzikir dan berdoa: "Wa a'udzubika minassukmi wal halakah" (Dan aku
berlindung kepada-Mu dari kemelaratan dan kehancuran).
Kecuali
itu, kedua belah tangan juga menjadi lambang perbuatan yang sempurna. Sangat
banyak peran kedua belah tangan dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan.
Di akhirat kelak, tangan ikut berbicara dan kaki memberikan kesaksian. Berdasarkan
firman Allah SWT dalam Surah Yasin ayat 65: "Pada hari ini (kiamat), Kami
kunci mati mulut mereka. Berbicara kepada Kami, tangan mereka. Dan memberikan kesaksian
dari kaki mereka, atas apa yang telah mereka kerjakan."
Keutamaan
kedua, para penzikir laki-laki dan penzikir perempuan (dzakirin wa dzakirat)
akan Allah sebut nama-nama mereka di hadapan majelis tinggi para malaikat. Sedangkan
apabila penzikir laki laki (dzakir) dan penzikir perempuan (dzakirah) berzikir
secara sendiri-sendiri (pribadi), niscaya Allah menyimpan nama mereka di dalam
rahasia ilmu Allah. Sehingga malaikat tidak sanggup menulis pahala zikirnya,
dan setan tidak sanggup merusak amal zikirnya. Sebab, sudah tersimpan rahasia
hamba dengan Tuhannya. Berikut beberapa tingkatan zikir:
Pertama,
zikir zihar (jali). Dengan suara nyaring, kedengaran oleh banyak orang, dan
berjamaah. Pelaksanaan zikir jali dan berjamaah dalam rangka penguatan semangat.
Lalu hati dituntun oleh lisan supaya tidak memikirkan unsur-unsur rendah dari
duniawi yang terasa sulit dilepas. Tidak jarang zikir jali membuat pelakunya
merasa "kehilangan kesadaran inderawi", tenggelam dalam rasa khusyuk
yang seolah sanggup "membuang raga". Ada yang mengistilahkan
"mabuk Tuhan" (fana).
Kedua,
zikir sir (khafi). Dengan suara pelan, berbisik sampai tidak kedengaran oleh
siapa pun. Metode zikir secara sir (rahasia) ini sama sekali tidak terdeteksi
oleh siapa pun, meskipun oleh orang yang duduk di samping ahli zikir khafi.
Karena zikir khafi tidak tampak gejala lisan dan gerak tubuh bahwa seseorang
sedang berzikir. Hikmah zikir khafi sangat besar. Di samping terhindar dari
riya, Allah juga menjaga seseorang di dalam hatinya untuk terus-menerus berzikir
tanpa henti, sehingga seluruh fakultas tubuh berzikir (kullu jasad). Jantung,
paru-paru, hati, limpa, pankreas, ginjal, darah, kulit, daging, bulu, kuku, dan
rambut terus berzikir selama hayat dikandung badan.
Keutamaan
zikir yang ketiga: Allah SWT menganugerahkan gelar zakirullah. Artinya, orang
yang selalu dalam keadaan mengingat Allah. Kehormatan mulia yang langsung
diberikan oleh Allah. Hilang nama dunianya, diganti nama gelar yang diberikan Allah
dan bersanding dengan nama-Nya yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Bila zakir saja,
tentu biasa dan banyak. Artinya, orang yang ingat. Sedangkan zakirullah merupakan
sebutan kemuliaan dari-Nya. Sama dengan sebutan Rasul yang artinya utusan.
Siapa
pun boleh mengaku utusan, seperti utusan pemerintah atau utusan sekolah. Namun,
jika sebutan Rasul disandingkan dengan nama Allah lalu menjadi Rasulullah,
sungguh merupakan predikat yang sangat agung, luhur, mulia, besar, dan tinggi.
Apa pun jika disandarkan kepada nama Maha Pemilik langit dan bumi pasti mulia
di dunia dan akhirat, seperti Kitabullah, Malaikatullah, Rasulullah, Nabiyullah,
Waliyullah, 'Ibadullah, Karamatullah, Hidayatullah, dan Rahmatullah. Terlebih
berzikir pada hari-hari Allah (ayyamillah) yang sangat dimuliakan oleh-Nya. Atau
berzikir pada momen tertentu dengan bacaan tertentu sangat Dia senangi. Seperti
hendak bepergian dengan membaca: "Bismillahi tawakkaltu 'alallahi wala
haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim" (Dengan nama Allah, aku berserah
diri kepada Allah. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan Allah
yang Maha Tinggi-Maha Besar).
Zikir
dan doa yang sangat disenangi Allah ketika akan makan adalah: "Allahumma
bariklana fima razaqtana waqina 'adzaban-nar" (Ya Allah, Tuhan kami, berkahilah
kami dengan rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami, dan hindarkan kami dari
siksa neraka). Ketika akan bercermin, doa dan zikir yang lebih utama adalah membaca:
"Allahumma kama ahsanta khalqi fahassin khuluqi" (Ya Allah, Tuhan kami,
sebagaimana Engkau telah memperindah penciptaanku, maka perindah akhlakku). Adapun
terkait dengan hari-hari yang utama, seperti Hari Raya Kurban, ibadah yang paling
utama di hari Idul Kurban adalah salat Id dan berkurban. Maka salat Id dan
kurban merupakan bagian dari zikir dan doa. Berdasarkan firman Allah SWT dalam
Surah Al-Kausar ayat 1-3: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu
(Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan
berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus
(dari rahmat Allah)." Maha benar Allah yang Maha Besar.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama Khairun Nisa
BalasHapusNim 12617013
Kelas 1A
Prodi tadris bahasa Inggris
Terima kasih banyak atas postingan yang sangat mencerahkan ini, Pak. Penjelasan mengenai keutamaan doa dan dzikir benar-benar mengingatkan kita pentingnya selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Semoga menjadi amal jariah dan bermanfaat bagi kita semua."