KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR



KEUTAMAN DOA DAN ZIKIR

Oleh

Ma'ruf Zahran Sabran

Keutamaan pertama zikir bagi penzikir laki-laki dan penzikir perempuan di antaranya Allah SWT meminjam wadah hatinya untuk menghidupkan, menumbuhkan, dan menyuburkan kalimat Allah SWT. Meskipun sumber zikir sebenarnya berasal dari Allah dan untuk Allah, namun karena nama dan sifat-Nya yang selalu banyak berterima kasih (Asy-Syakur), maka Dia nisbahkan dan pertautkan sumber zikir adalah lisan dan kehadiran hati hamba yang diberi hidayah dari-Nya.

Zikir dapat diartikan semua perbuatan taat kepada Allah. Berbahagialah ketika Allah SWT menuntun hati hamba-Nya untuk selalu berzikir. Artinya, hati yang mengingat Allah lalu terdorong beribadah dan beramal saleh. Hati mengingat Allah lalu terhindar dari perbuatan dosa dan durhaka. Dari makna zikir yang diperluas, Allah SWT tidak hanya meminjam hati hamba-Nya. Dia juga meminjam tangan, kaki, lisan, ilmu, harta, keluarga, jabatan, dan pekerjaan si hamba. Bagaimanakah cara tangan berzikir?

Tangan berzikir digerakkan oleh hati yang berzikir sebagai server semua anggota tubuh. Tangan berzikir artinya tangan yang gemar bersedekah. Maknanya, tangan yang sanggup memberi manfaat kepada orang lain. Tangan yang menyalurkan anugerah Allah SWT kepada sesama dan tidak menghalangi anugerah-Nya. Ada doa dan zikir ketika berwudu dengan membasuh tangan kanan: "Allahumma inni as-alukal yumna wal barakah" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu anugerah kebaikan, kemudahan, keberuntungan, dan keberlimpahan rezeki). Ketika membasuh tangan kiri sambil berzikir dan berdoa: "Wa a'udzubika minassukmi wal halakah" (Dan aku berlindung kepada-Mu dari kemelaratan dan kehancuran).

Kecuali itu, kedua belah tangan juga menjadi lambang perbuatan yang sempurna. Sangat banyak peran kedua belah tangan dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan. Di akhirat kelak, tangan ikut berbicara dan kaki memberikan kesaksian. Berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Yasin ayat 65: "Pada hari ini (kiamat), Kami kunci mati mulut mereka. Berbicara kepada Kami, tangan mereka. Dan memberikan kesaksian dari kaki mereka, atas apa yang telah mereka kerjakan."

Keutamaan kedua, para penzikir laki-laki dan penzikir perempuan (dzakirin wa dzakirat) akan Allah sebut nama-nama mereka di hadapan majelis tinggi para malaikat. Sedangkan apabila penzikir laki laki (dzakir) dan penzikir perempuan (dzakirah) berzikir secara sendiri-sendiri (pribadi), niscaya Allah menyimpan nama mereka di dalam rahasia ilmu Allah. Sehingga malaikat tidak sanggup menulis pahala zikirnya, dan setan tidak sanggup merusak amal zikirnya. Sebab, sudah tersimpan rahasia hamba dengan Tuhannya. Berikut beberapa tingkatan zikir:

Pertama, zikir zihar (jali). Dengan suara nyaring, kedengaran oleh banyak orang, dan berjamaah. Pelaksanaan zikir jali dan berjamaah dalam rangka penguatan semangat. Lalu hati dituntun oleh lisan supaya tidak memikirkan unsur-unsur rendah dari duniawi yang terasa sulit dilepas. Tidak jarang zikir jali membuat pelakunya merasa "kehilangan kesadaran inderawi", tenggelam dalam rasa khusyuk yang seolah sanggup "membuang raga". Ada yang mengistilahkan "mabuk Tuhan" (fana).

Kedua, zikir sir (khafi). Dengan suara pelan, berbisik sampai tidak kedengaran oleh siapa pun. Metode zikir secara sir (rahasia) ini sama sekali tidak terdeteksi oleh siapa pun, meskipun oleh orang yang duduk di samping ahli zikir khafi. Karena zikir khafi tidak tampak gejala lisan dan gerak tubuh bahwa seseorang sedang berzikir. Hikmah zikir khafi sangat besar. Di samping terhindar dari riya, Allah juga menjaga seseorang di dalam hatinya untuk terus-menerus berzikir tanpa henti, sehingga seluruh fakultas tubuh berzikir (kullu jasad). Jantung, paru-paru, hati, limpa, pankreas, ginjal, darah, kulit, daging, bulu, kuku, dan rambut terus berzikir selama hayat dikandung badan.

Keutamaan zikir yang ketiga: Allah SWT menganugerahkan gelar zakirullah. Artinya, orang yang selalu dalam keadaan mengingat Allah. Kehormatan mulia yang langsung diberikan oleh Allah. Hilang nama dunianya, diganti nama gelar yang diberikan Allah dan bersanding dengan nama-Nya yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Bila zakir saja, tentu biasa dan banyak. Artinya, orang yang ingat. Sedangkan zakirullah merupakan sebutan kemuliaan dari-Nya. Sama dengan sebutan Rasul yang artinya utusan.

Siapa pun boleh mengaku utusan, seperti utusan pemerintah atau utusan sekolah. Namun, jika sebutan Rasul disandingkan dengan nama Allah lalu menjadi Rasulullah, sungguh merupakan predikat yang sangat agung, luhur, mulia, besar, dan tinggi. Apa pun jika disandarkan kepada nama Maha Pemilik langit dan bumi pasti mulia di dunia dan akhirat, seperti Kitabullah, Malaikatullah, Rasulullah, Nabiyullah, Waliyullah, 'Ibadullah, Karamatullah, Hidayatullah, dan Rahmatullah. Terlebih berzikir pada hari-hari Allah (ayyamillah) yang sangat dimuliakan oleh-Nya. Atau berzikir pada momen tertentu dengan bacaan tertentu sangat Dia senangi. Seperti hendak bepergian dengan membaca: "Bismillahi tawakkaltu 'alallahi wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim" (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan Allah yang Maha Tinggi-Maha Besar).

Zikir dan doa yang sangat disenangi Allah ketika akan makan adalah: "Allahumma bariklana fima razaqtana waqina 'adzaban-nar" (Ya Allah, Tuhan kami, berkahilah kami dengan rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami, dan hindarkan kami dari siksa neraka). Ketika akan bercermin, doa dan zikir yang lebih utama adalah membaca: "Allahumma kama ahsanta khalqi fahassin khuluqi" (Ya Allah, Tuhan kami, sebagaimana Engkau telah memperindah penciptaanku, maka perindah akhlakku). Adapun terkait dengan hari-hari yang utama, seperti Hari Raya Kurban, ibadah yang paling utama di hari Idul Kurban adalah salat Id dan berkurban. Maka salat Id dan kurban merupakan bagian dari zikir dan doa. Berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Kausar ayat 1-3: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." Maha benar Allah yang Maha Besar.

 


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Nama Khairun Nisa
    Nim 12617013
    Kelas 1A
    Prodi tadris bahasa Inggris
    Terima kasih banyak atas postingan yang sangat mencerahkan ini, Pak. Penjelasan mengenai keutamaan doa dan dzikir benar-benar mengingatkan kita pentingnya selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Semoga menjadi amal jariah dan bermanfaat bagi kita semua."

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

AKHLAK 1- HAK DAN KEWAJIBAN TETANGGA

PEMBELAJARAN PAI-SKI