REFLEKSI DIRI
REFLEKSI DIRI Oleh Ma’ruf Zahran Sabran DOA orang yang hidup, ditunggu oleh orang yang mati. Sebab, orang yang sudah mati di alam kubur, ibarat timbul-tenggelam di dalam laut. Lemparkan saja untuk mereka, meski ban bekas sebagai pelampung, guna penyelamatan di laut. Sungguh berat mereka yang kini berada di alam kubur (barzakh). Terutama, orang-orang yang kita sayangi, kasihi dan cintai. Ayahnda, bunda, nenek, kakek, pasangan (suami atau isteri), anak, sahabat, saudara, tetangga, zuriyat. Mereka (almarhum dan almarhumah) menunggu, menanti dan sangat berharap doa dari kita yang masih hidup. Mendoakan mereka pada setiap khutbah kedua di hari jumat, tentu sifatnya umum. Umum dalam arti, para roh (arwah) berebut mendapatkan makanan, minuman, buah-buahan, selimut. Bahkan, tangan mereka telah menadah sebelum khatib mendoakan: "Allahummaghfir lil-muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahya-i minhum wal-amwat" (Ya Allah, ampuni muslimin dan muslimat, mukminin...