JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR
JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR Oleh Ma'ruf Zahran Sabran MARAH sering sebagai pelampiasan rasa benci, dengki, merasa lemah menghadapi ujian, merasa gagal dan tidak berharga. Terlebih marah yang bukan karena Allah merupakan tanda ketidak-berimanan seseorang kepada takdir baik dan buruk dari-Nya, minimal jiwa terombang-ambing. Sebagian besar marah disebabkan oleh faktor terganggunya emosi, harapan, cita-cita, kehendak pribadi yang menginginkan cetak biru (blueprint) bagi orang lain, termasuk keluarga. Supaya orang lain sama sukses seperti dirinya. Apalagi ibarat memakaikan baju sendiri ke ukuran badan orang lain. Sungguh sebuah penilaian sepihak yang tidak adil. Bukankah setiap orang memiliki stories perjalanan hidup yang berbeda-beda. Ibarat nabati, ada masa tumbuh, kembang, mekar, berbunga, berbuah, tua, layu, tumbang, lapuk dan akhirnya mati. Sunnatullah yang pasti berlaku pada semua makhluk hidup. Kehidupan pasti akan berakhir dengan kematian. Ada...